
"Berdasarkan hasil dari tes kemarin waktu di klinik, aku menderita suatu penyakit yang membuat kamu gak bisa punya anak. Meskipun kita berhubungan setiap hari, kita gak akan bisa punya anak. "
Ucap Leon.
Dara merenungi ucapan Leon.
"Apa kita mau adopsi anak...? "
Tanya Dara dengan wajah serius.
"Tidak. Aku tidak ingin anak dari rahim orang lain. Aku hanya ingin anak dari kamu. Istriku satu-satunya."
Kata Leon menolak Dara untuk adopsi anak dari orang lain.
Dara terdiam. Dia juga berfikir bagaimana hal itu bisa terjadi, sedangkan keadaan Leon seperti itu. Dara pikir Leon bisa sembuh dari sakitnya, tapi dokter bilang itu permanen dan tidak akan sembuh.
"Bagaimana aku bisa menghasilkan anak, sedangkan kata dokter, sakit yang di derita oleh mas itu sakit yang permanen."
Ucap Dara.
"Apa kamu masih cinta dengan Ali....? "
Tanya Leon menatap Dara dengan tajam.
"Tidak mas, aku sudah punya suami yang baik kaya kamu, dan aku cuma mencintai kamu mas. "
Jawab Dara.
Dia mengira Leon masih cemburu dengan kejadian kemarin saat Leon memeriksa HP Dara yang sedang berkomunikasi dengan Ali.
"Mas masih cemburu...? Lalu bagaimana cara menghilangkan cemburu itu..? "
Tanya Dara kemudian memeluk Leon.
"Bukan tentang itu sayang. "
Leon menjawab dengan panggilan sayang.
Leon terdiam dan kembali memikirkan sesuatu yang ingin dia katakan. Mencoba berbicara sejelas-jelasnya tapi berat.
"Sepertinya Ali masih sangat mencintai kamu. Jika Ali mengajakmu untuk selingkuh, apa kamu mau...? "
Tanya Leon belum mau terus terang dengan maksudnya.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan itu. Aku bukan wanita murahan mas, kan aku sudah punya kamu. Gimana sih. "
Jawab Dara.
Pertanyaan Leon benar-benar menguras emosi.
Beberapa detik kemudian ada telfon dari Tia, dia memberi kabar untuk Dara, bahwa dia akan segera menikah, dan Dara harus datang dengan suaminya di acara pernikahannya.
"Aku akan menikah sekitar dua bulan lagi. Nanti kamu datang yah. "
Ucap Tia di dalam telepon.
__ADS_1
"Kalau tidak ada halangan kita pasti datang kok. "
Jawab Dara singkat.
"Oh ya, kalian kan sudah lama menikah, apa kamu sudah hamil Dara..? "
Tanya Tia lagi-lagi melulu tentang anak, kehamilan, bayi.
"Do'akan saja untuk aku. Agar cepat dikasih momongan. "
Jawab Dara.
"Tapi kamu gak mandul kan.?? "
Ceplos Tia tanpa berfikir bahwa ucapannya menyinggung perasaan.
"Alhamdulillah tidak. Aku sudah periksa dan hasilnya subur. Mungkin ini waktu yang belum tepat untuk Tuhan menitipkan janin di dalam perut aku. "
Jawab Dara dengan jelas.
"Ya syukurlah kalo gitu, kirain kamu mandul karena gak hamil-hamil, padahal nikah sudah lima tahun kan. Yaudahlah, udah dulu yah, aku mau keluar sebentar. Bye. "
Tia menutup telfon.
Leon fikir dia harus mengatakan hal ini sekarang. Tapi Leon takut Dara marah. Masalah marah atau tidak itu adalah resiko. Yang penting Leon harus bicara tentang ini.
"Sayang, apa kamu mau menuruti semua keinginan aku.? "
Tanya Leon.
"Tentu saja sayang. Apapun akan kulakukan untuk kamu. Asal kamu suka. "
Jawab Dara.
Tanya Leon sedikit pelan.
"Maksud kamu.! "
Dara bingung dengan pertanyaan Leon.
"Aku yakin Ali tidak mandul seperti aku. Aku juga yakin Ali masih sangat mencintai kamu, jika kamu ingin berbakti denganku, aku ingin kamu berhubungan dengan Ali agar bisa menghasilkan anak untuk aku. "
Ucap Leon terus terang.
Kini Dara sudah mengerti maksud yang dibicarakan oleh Leon.
Dara mencoba membayangkan jika itu dilakukan.
"Sepertinya aku tidak bisa mas. Itu artinya kamu meminta aku untuk selingkuh dengan Ali. Begitu kan...? "
Tanya Dara.
"Iya tapi ini semua untuk kebaikan kita, agar kita bisa punya keturunan. "
Jawab Leon.
__ADS_1
"Anak yang di hasilkan dari perselingkuhan itu adalah anak haram. Aku gak mau. "
Ucap Dara tak setuju dengan cara Leon.
Leon juga berfikir demikian, bahwa anak dari hasil perselingkuhan itu tidak baik. Sampai Leon berfikir bahwa Dara harus nikah sirih dengan Ali, untuk bisa menghasilkan anak yang baik secara agama.
Anak yang dihasilkan dari perbuatan zina kerap disebut anak haram, karena apa yang dilakukan orang tua sang anak merupakan hal yang sangat dilarang Allah SWT. Itulah mengapa, akan ada banyak kerugian yang ditanggung sang anak, misalnya masalah nasab dan nafkah untuknya.
"Kamu bilang, kamu akan melakukan apa saja untuk aku sebagai suamimu. Apa kamu mau menikah sirih dengan Ali..?"
Tanya Leon.
Pertanyaan Leon membuat Dara tak bisa berfikir apa-apa. Dia tidak pernah membayangkan hal itu terjadi. Apalagi sampai menikah lagi dengan mantan. Pertanyaan yang sangat berat untuk bisa dijawab.
"Mas, apakah ada cara lain selain kembali dengan mantan...? "
Tanya Dara.
"Tidak ada. Itu hanya satu-satunya cara untuk kita mendapatkan anak. Jika kamu sudah menikah sirih dengan Ali kemudian kamu mengandung, anak itu akan aku akui sebagai anakku. Dan aku akan meminta Ali untuk berjanji agar tidak meminta anak ini setelah melahirkan. Setelah anak itu lahir, kamu tidak usah berhubungan lagi dengan Ali. Nikah sirih itu bisa pergi kapan saja kita mau. Berbeda dengan nikah secara negara. "
Jelas Leon.
"Pernikahan siri yang dilakukan oleh si istri dengan suami siri adalah pernikahan yang tidak sah. Sebab, seorang wanita yang masih dalam ikatan perkawinan dilarang melakukan pernikahan lain."
Ucap Dara sambil berfikir.
"Iya itu benar. Tapi aku mengizinkan. Please, aku mohon. Kamu mau yah, setelah ini aku akan bujuk Ali. "
Ucap Leon memaksa.
Dara tak punya pilihan lain selain menuruti semua kata-kata yang di ucapkan oleh Leon, suaminya.
Semua orang berhasil mengambil emosi Dara dan Leon, sehingga Leon ingin segera mempunyai keturunan bagaimanapun caranya, meskipun itu akan menyakiti dirinya sendiri.
Mana ada suami yang rela istrinya di gauli oleh laki-laki lain, sedangkan dia sangat mencintai istrinya.
"Sini HP kamu. Aku akan coba menghubungi Ali. "
Ucap Leon.
Leon mencoba berkomunikasi dengan Ali, sebagai Dara. Dia memancing Ali untuk mengatakan perasaan yang sekarang kepada Dara lewat pesan bukan suara atau telfon.
"Mas, apa kamu masih mencintai aku...? "
Tulis Leon menggunakan akun Dara untuk mengirim pesan kepada Leon.
Ali menerima pesan itu, dia pun bingung sendiri kenapa tiba-tiba Dara berbicara seperti itu, ini juga pertama kalinya Dara memanggil Ali dengan sebutan mas. Biasanya Dara memanggil Ali dengan sebutan abang bukan sebutan mas.
"Apa yah yang terjadi dengan Dara. Kenapa dia tiba-tiba berbicara seperti ini, apa karena dia sedang berantem sama suaminya. "
Pikir Leon setelah membaca pesan dari Dara.
Ali pun menjawab dengan perasaan yang sesungguhnya lewat pesan.
"Iya jujur aku masih sangat mencintai kamu, tapi aku gak mungkin bisa memiliki kamu, karena kamu sudah menjadi milik laki-laki lain. "
__ADS_1
Jawab Ali lewat sebuah pesan di sosial media Dara.
Bersambung.....