
Tindakan Dara membuat darah Leon naik seketika. Membuat Leon yang tadinya tidak ingin berbicara, kini jadi ingin mengomel-ngomel.
"Maksud kamu apa sih tidur dilantai..? Biar kamu sakit terus aku gak kerja ngurus kamu dirumah gitu..?"
Ucap Leon dengan nada kesal.
"Kan katanya mau cari pembantu, jadi kalo aku sakit yang urus pembantu dong bukan kamu. "
Jawab Dara masih dengan berbaring diatas kasur lantai.
Dara sengaja membuat jengkel Leon, agar Leon mau berbicara lagi. Tapi upaya membuatnya berbicara hanya berlaku sebentar saja, selanjutnya dia kembali diam.
"Yaudah aku mau tidur. "
Ucap Dara sambil memakai selimut.
Leon tidak menjawab apa-apa lagi.
Leon tiduran di kursi panjang yang berada di depan tv sambil memikirkan sesuatu.
"Secara fisik sebenarnya aku udah cacat, karena aku gak akan pernah punya anak. Tapi, aku tidak ingin punya anak dari orang lain, aku ingin punya anak hanya dari rahim istriku. "
Ucap batin Leon yang diam-diam berfikir.
Leon menatap wajah Dara yang sedang tidur di lantai dilapisi kasur lantai, karena merasa kasihan, akhirnya Dara dipindah ke kamar oleh Leon dengan cara di bopong.
"Aku tak ingin kehilangan wanita secantik ini, apalagi sampai menikah lagi dengan orang lain. "
Ucap batin Leon.
Satu-satunya jalan supaya Dara bisa punya anak dari rahimnya sendiri, mungkin Leon harus rela jika istrinya di gauli dengan laki-laki lain. Leon juga berfikir bahwa yang hanya bisa membantu masalahnya adalah Ali, mantan pacar Dara.
Jika di bayangkan, ini memang sangat sakit. Tapi Leon tak punya pilihan lagi, selain tidak ada keturunan, atau sakit hati tapi bisa mempunyai keturunan.
Anak adalah suatu kebanggan orangtua. Di mana-mana yang diharapkan oleh orang yang sudah menikah itu sudah pasti mempunyai momongan. Anak adalah penerus kita disaat tua nanti. Jika kita tidak mempunyai anak, siapa yang akan mengurus masa tua kita.
Dan jika kita mempunyai anak bukan dari rahim istri sendiri, rasanya tidak ada ikatan batin apapun. Terasa sekali merawat anak orang.
Menurut Leon lebih baik anak dari rahim istri sendiri.
"Kapan yah aku harus mengatakan hal ini. Sepertinya Ali masih sangat mencintai Dara jika dilihat dari isi percakapan yang ada di HP Dara. Mungkin Ali akan sangat mau jika aku minta tolong untuk melakukan ini, dengan syarat diam-diam tanpa ada yang mengetahui hal ini, siapapun itu. "
Leon sejak tadi memikirkan hal ini dan tidak bisa tidur, padahal besok pagi dia harus kembali ke kantornya untuk mengurus kantor.
"Kira-kira kapan aku bisa mengatakan ini kepada Ali yah. Atau aku harus bicara dulu dengan Dara dan mendapatkan persetujuan untuk hal ini. "
Ucap batin Leon.
Setelah lama berfikir akhirnya Leon mengkonsumsi obat tidur. Dia ingin fresh lagi besok, tanpa wajah kutang tidur.
*****
Pagi kemudian.
__ADS_1
Dara bangun terlebih dahulu dari Leon. Dia kaget, karena tiba-tiba dia sudah berada di kamar dan tidur bersama Leon.
"Loh kok aku disini sih, bukannya aku tidur di luar kamar yah semalam. Atau suamiku yang mindahin aku. Yess, berarti dia udah gak marah lagi sama aku. "
Ucap batin Dara sambil memandangi wajah Leon yang masih terbaring diatas kasur.
"Aku akan masakin masakan yang enak banget buat bekal Leon di kantor. "
Ucap batin Dara.
Dia terbangun dari tempat tidur dan langsung ke dapur untuk memasak ayam goreng kecap.
Dara melihat jam di dinding, ini waktunya dia harus membangunkan Leon untuk pergi ke kantor.
"Sayang. Bangun. Ini udah siang, semua makanan dan minuman sudah tersedia di meja makan. "
Ucap Dara sambil membangunkan Leon.
Leon pun terbangun dan langsung mengambil handuk untuk mandi.
Dara sudah menyiapkan pakaian kantor yang akan di pakai Leon diatas kasur, jadi setelah selesai mandi, Leon tak perlu mencari pakaian lagi di lemari.
Setelah selesai mandi, Leon langsung mengganti pakaian kemudian langsung pergi tanpa menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh Dara di meja makan.
"Loh mas. Kamu ko gak sarapan dulu. "
Ucap Dara dengan risau, karena dia takut jika Leon sakit perut.
"Aku sudah telat dan harus meeting pagi ini. "
"Hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut sayang. "
Ucap Dara.
Sayang sekali rasanya sudah masak sesuatu yang special tapi tak mau di nikmati. Dara berfikir bahwa dirinya harus pergi ke kantor naik Grab untuk mengantarkan makanan kepada Leon.
"Ya. Sepertinya aku harus membawakan bekal untuk suamiku ini. "
Ucapnya sambil memesan GrabCar di HP yang sedang dia pegang.
Beberapa menit lagi GrabCar akan datang. Dara menyusun bekal untuk dibawa ke kantor dengan rantam kecil yang tidak memalukan jika dibawa ke mana saja.
Tak lama kemudian GrabCar datang menjemput Dara. Dia segera mengunci pintu rumahnya kemudian menaiki GrabCar dan meninggalkan rumahnya untuk pergi ke kantor membawa bekal.
"Semoga saja Leon mau makan masakan aku ini. "
Ucap batin Dara saat berada di dalam mobil.
Satu jam kemudian.
Dara sampai dikantor suaminya.
Dia mendatangi ruangan Leon yang ternyata di dalamnya terdapat banyak orang karena sedang meeting.
__ADS_1
"Emmm maaf."
Ucap Dara kepada semua yang ada di ruangan saat pertama kali membuka pintu. Lalu Dara kembali menutup pintu itu dan duduk di luar menunggu meeting selesai.
"Cantik juga istrimu. "
Ucap Toni kepada Leon yang saling berdampingan di dalam ruangan.
"Iya yah cantik istri pak bos. Baru pernah liat saya. "
Ucap beberapa karyawannya lagi.
Dara mendapat perhatian dari beberapa teman Leon yang mengatakan bahwa istri Leon itu cantik.
"Ngapain sih dia kesini, ganggu aja. "
Ucap batin Leon sambil melanjutkan meeting.
Lima belas menit kemudian.
Meeting selesai, semua karyawan yang berada di ruangan Leon pergi ke ruangannya masing-masing.
Leon membuka pintu dan melihat Dara sedang duduk di kursi depan ruangan.
"Ayo masuk. "
Pinta Leon kepada Dara.
Dara berdiri dan memasuki ruangan Leon.
"Kamu ngapain kesini..? "
Tanya Leon dengan wajah tegas.
"Aku mau kasih ini ke kamu. Tadi kan mas belum sarapan di rumah. "
Jawab Dara dengan senyum.
"Ngapain repot-repot kesini...? Nanti juga makan. Kan ada GO-FOOD, warung juga banyak disini, tinggal beli kan gampang, susah amat. "
Ucap Leon.
"Kan beda mas. Yang masak bukan aku. Minimal sehari makan masakan istri sekali lah. "
Jawab Dara sambil meletakkan rantam kecil di meja.
"Terserah kamu mas, mau makan atau tidak yang penting aku udah bawain buat kamu. Aku pulang dulu yah takut ganggu kamu. "
Ucap Dara tegas.
Leon menarik tangan Dara, seakan tak ingin Dara pergi dulu.
"Tunggu. Sini temenin aku makan masakan kamu. "
__ADS_1
Ucapan Leon membuat Dara tenang.