
silahkan cek tensi dulu dan nimbang, sesudah di cek tensi dan timbang berat badan baru kiya ke dokternya, silahkan bu kiya tolong rebahan, bajunya di naikkan sdkt ya bu krn untuk di USG bertemu dedek nya, ya dok sambil tersenyum, langsung di taruh jeli yg terasa dingin di perut kiya, ibu azkiya dengar enggak detak jantung mereka,? ya denger dokter, knp mereka dokter,? ya bu dedeknya kembar bu. Masya Allah kiya menangis harus bahagia antara tidak percaya, terimakasih dokter, selsai di USG kiya langsung bangun. kandungan kuat dan dedeknya kuat juga ibu dan anak kompak sama sama kuat sambil tertawa bersama, ada terasa mual kan bu, ya dokter kadangkala di pagi hari kadang sore hari gk tentu dokter sejauh ini sy gk kepingin yg aneh aneh sebagaimana mestinya orang hamil, dedeknya pengertian bu mrka gk nyusahkan ibunya. ku resep kan vitamin dan obat untuk rasa mual ya bu, "ya dokter Terima kasih", kiya langsung keluar dari poli kandungan itu,
aku sarapan dulu lah baru masuk kantor, masih ada 1 jam lagi masuk kntor nya.
selepas sarapan azkiya berangkat ke kantor tdk begitu jauh dari RS, 10 menit pakai tadi ia sdh sampai, ia berjalan tidak sengaja berpapasan sama alvian, hanya saling pandang dan azkiya berlalu begitu saja sampai nya ia langsung ke meja kerjanya, ia berkutat dengan computer nya Sesekali membatin bagaiamana aku bisa melupakan cinta pertamaku, aku tdk akan pernah memaafkan mu alvian, ini anak ku alvian hnya anak ku, bukan kah kamu bilang gugurkan lah kalau aku hamil bagaimana kalau km tahu aku nyatanya hamil. uuhh....untung aku tidak jujur kepadanya.
__ADS_1
jam menunjukkan jam 12 siang, wkt untuk istirahat makan siang, azkiya pergi ke kantin setelah pekerjaan nya selesai,
kiya tunggu"
alvian sempat bersitatap dengan azkiya, sebelum kiya menunduk dan melanjutkan kan makannya, mendadak terasa hambar,
__ADS_1
alvian dan Clarisa duduk, kiya berdiri iya gegas keluar dari kantin dengan alasan perutnya sakit, ia tdk bisa berlama lama di sini hatinya perih tak terkira bagaimana clarisa dengan manjanya begelayut di lengan alvian.
melihat kiya pergi dengan terburu-buru alvian hanya menatap nya saja, ia tidak bisa berbuat apa apa untuk saat ini. ia tahu kiya tidak nyaman melihat dirinya.
waktu pun berlalu para karyawan udah pada bersiap untuk pulang, termasuk kiya yg sdh merapikan mejanya untuk bergegas untuk pulang, tekadnya sdh bulat untuk meninggalkan kota yg penuh dengan kenangan pahit manis yg ia hadapi, aku akan meninggal kan kota ini sebentar lagi, aku kecewa sekali denganmu alvian.
__ADS_1