ANAK KEMBAR RAHASIA YANG JENIUS

ANAK KEMBAR RAHASIA YANG JENIUS
episode#14


__ADS_3

tapi semua itu ia lalui dengan kebahagiaan hati yg tulus bersama neneknya, setelah kelulusan SMA, lagi lagi ia mendapatkan juara peringkat tertinggi sehingga dapat beasiswa lagi di universitas ternama di ibu kota, setelah kelulusan nya, neneknya meninggal, mimpinya tidak sesuai ekspektasinya, niat ingin membahagiakan nenek malah sudah di panggil pulang oleh sang pemilik kuasa.


namun perjalanan cintanya sangatlah tragis, ia tertipu oleh sebuah janji dan mulut manis alvian,


  "azkiya Khairunnisa, "


alvian mengulurkan tangannya untuk membantu kiya berdiri namun di tepisnya tangan alvian, lalu kiya berdiri dengan bertumpu pada daun pintu, dan mengelap pipinya dengan punggung tangannya,


"saya kemari untuk menyerah kan berkas tempo hari dan mengambil berkas yg sudah anda tanda tangani,


" apa ada yg anda perlukan lagi tuan alvian Wijaya? "


kiya harus bersikap profesional ia tidak boleh berlarut larut dalam ketepurukan dan kesedihan, harus kmu kuat kiya bangkit kiya tunjukkan pada orang-orang yg membuat mu terhina di mata mereka.


alvian tak menjawab bibir terkatup rapat lidah terasa kelu, ia hanya menatap punggung kiya yg berjalan ke atas mejanya, wanita itu menaruh berkas yang ia bawa dan mengambil berkas yg berada di atas meja,

__ADS_1


" saya permisi tuan, "


kiya menunduk sebelum keluar dari ruangan alvian dan membuka pintu lalu kiya keluar dari ruangan itu,


ia bernapas lega sesudah keluar dari ruangan yg penuh dengan kekecewaan, dulu ia tidk akan sungkan keluar masuk ruangan alvian, tapi sekarang sblm masuk aja merasakan seport jantung aja.


kiya menuju meja kerjanya dan ia mendudukkan bokongnya di kursi, tiba tiba kiya merasa mual langsung berlari ke toilet dan memuntahkan semua isi perutnya dan mengeluarkan lendir kuning yg sangat pahit di tenggorokan,wajah yg sangat pucat kiya bersandar di dinding toilet, sesudah agak nyaman kiya bangun dan membasuh wajahnya biar keliatan segar, "nak jgn nakal di dalam perut mama, mama lgi kerja untuk kita nanti, kiya berbicara sama janinnya, agak merasa lega rasanya sesudah mengelus perutnya yg masih rata, seblum perut membesar karna aku hamil bayi kembar aku harus siap siap untuk pergi untung sudah aku kasih surat pengunduran diri jauh jauh hari supaya aku langsung pergi tampa pamit.


sementara di ruang kerja, alvian merenung dengan kata-kata yang kiya ucapkan berhasil menohok jantung hatinya.


di usapnya wajahnya kasar, alvian mulai merasa bimbang dengan keputusan nya sendiri.


baru saja ia berbalik, pintu ruangan kerjanya di buka, "azki...."


ucapan alvian mengantung tak kala melihat sosok ibunda berdiri di pintu,

__ADS_1


wajah alvian seketika menjadi datar, ia pikir azkiya kembali dan meminta maaf padanya, namun ternyata dugaannya salah.


pintu di tutup, madam celine ibunda alvian menatap anak yang ia selalu banggakan dari kepala sampai ujung kaki.


"apa yang di lakukan ****** kecil itu? " tanyanya sinis.


tahu kemana arah pembicaraan ibunya, alvian sangat marah,


"dia bukan wanita ******, " mah! "


"cih, semua wanita miskin itu sama, mereka menghalalkan segala cara untuk naik ke atas ranjangmu, setelah hamil, ia meminta pertanggung jawabanmu. semuanya karena uang, mereka hanya menginginkan uangmu, bukan cintamu, hanya Clarisa yg tulus mencintai kamu! "


ucapnya sambil menunjuk nunjuk wajah alvian.


alvian menggelengkan kepalanya, kiya tak seperti itu yang mamanya tuduhkan.

__ADS_1


__ADS_2