
baru kemarin rasanya mengklaim diri nya wanita paling beruntung. di dunia ini namun kini di hempaskan ke dasar bum.
alvian yg yg memasuki gerbang perusahaan nya krn hari ini alvian tdk mengunakan asisten pribadinya untuk mengantarnya. ingin menyetir sendiri. secara tdk sengaja melihat azkiya jalan sendiri alvian melihat nya seolah" tdk ada gairah hidup. alvian bermonolog. apa sebenarnya yg di pikirkan kiya. knp aku terlalu bodoh untuk tdk bisa bertanya ke pada dia. alvian menghampiri nya kiya apakah km gk enak badan kalau km skit pulang aja gk usah masuk hari ini. dalam hati kiya dasar laki" berengsek tdk peka dan tdk punya hati sama sekali. lain memanggilnya sekali lagi, "kiya, eehh i.. ia tuan ada yg tuan perlukan. aku bertanya apakah km sakit jln mu seperti org sakit. aku gk sakit tuan aku baik baik saja tuan. ia sudah aku duluan.
rasa sakit hati dan kecewa atas perlakuan alvian, dasar laki laki iblis tdk punya perasaan. tdk peka. sesampai kiya di meja kerjanya ia duduk dan menghidupkan computer nya ia langsung kerja agar ia tdk di pecat dini. ia benar benar membutuhkan uang.
__ADS_1
sejak 10 menit lalu di ruangan kerjanya alvian, alvian menatap bingkai potonya bersama cellarisa yg baru di ambil beberapa hari lalu, ia hembuskan nafasnya dengan berat, sulit rasanya untuk memilih, di samping semua ini ia berat untuk memutuskan hubungan nya dgn azkiya, di tatap nya poto itu lagi poto itu saat makan malam bersama keluarga besar Clarisa dan keluarga nya bermonolog sambil sambil menopang dagunya dgn ke 2 tangannya, matanya menatap tajam bagaikan elang. siapa saja yg melihat nya akan merasa terpesona akan paras yg rupawan.
2 tahun lalu tepat saat ia berumur 27 tahun pesta besar sudah di siapkan hari itu, ia sudah memutuskan untuk melamar Clarisa, di hadapan teman"nya namun tdk sesuai expectasi nya, malah Clarisa kabur pergi tampa pesan apapun.
aku tidak mempermainkan azkiya kami memang pernah saling mencintai, tapi aku lebih mencintai Clarisa. ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
pintu ruang kerja alvian di ketuk ia langsung merapi kan diri dan membuka layar laptopnya dan membetulkan posisi duduknya, "masuk" pintu ruangan terbuka alvian melirik melalui ekor matanya, melihat azkiya masuk membawa setumpuk berkas hingga kesulitan untuk menutup pintu ruangan,
bayangan bayangan masa lalu di mana ia akan menarik lengan wanita itu untuk mencumbu nya dan memeluk, sungguh sesuatu yg menyakitkan kalau mengingat itu semua. saat itu ia sangat bahagia. tapi kebahagiaan itu lenyap seketika, ia tdk pernah bermimpi kan jadi begini kisah perjalanan cintanya. bukankah ia jauh lebih bahagia setelah cinta pertama nya telah kembali,
alvan berusaha fokus dgn layar laptopnya, sebisa mgkin ia berusaha untuk tidak menatap azkiya, krn hanya dengan menatap nya saja perasaan mendadak tak karuan, wajar mereka cukup lama bersama dan sangat intim itu, bah kan satu atap satu ranjang sekalipun itu tdk baik tapi dgn rasa cinta yg begitu besar menghalalkan segala cara untuk bisa tetap bersama.
__ADS_1