ANAK KEMBAR RAHASIA YANG JENIUS

ANAK KEMBAR RAHASIA YANG JENIUS
Draft


__ADS_3

sinar mentari mengintip dari balik tirai yg sedikit tersingkap, kiya memejamkan matanya erat krn tidurnya terganggu.


hari ini adalah hari minggu, kiya libur dan ia tak akan bangun pagi, berbeda klau dulu wkt tinggal bersama alvian, ia bahkan sudah bangun pagi pagi sekali karna alvian mengangu tidurnya, biasanya kiya akan memasak sarapan untuk mereka berdua,


alvian tak pernah meminta namun kiya melakukan nya dgn suka rela. kiya kembali larut dalam tidur nyenyak nya namun suara handphone nya, "mengema"


**** "


kiya menutup kedua kuping nya ia meringkuk di bawah selimut, bahkan untuk melihat siapa yg menghubunginya saja terasa males,


dering berhenti,


kiya kembali tertidur pulas hingga tengah hari, Astagfirullah nyenyak nya tidurku, gumamnya sembari mengusap perutnya yg terasa lapar, waktu menunjukkan pukul 11 siang,


makan apa kita sayang? mama belum belanja bahan mentah, " gumamnya sembari bangkit dari tempat tidur,

__ADS_1


kiya menuju kamar mandi dan langsung membersihkan diri, ia harus keluar untuk mencari makan siang, ia keluar dari kontrakan nya, ternyata sangat ramai di siang hari enggak seperti waktu malam hari sepi, mari kita berpetualang, sebelum sampai di minimarket kiya melihat kedai makan yg cukup ramai, ia pun mampir untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.


masuk kedalam kedai beberapa orang yang sedang makan menoleh kearah kiya, kecantikan alami kiya memancar, padahal ia hanya memakai hoodie dan celana kedodoran,


mau makan apa nona? "tanya pemilik kedai ia tersenyum ramah, baru kali ini kedainya di datangi oleh wanita cantik,


" ah, boleh saya lihat dulu izinnya sopan,


pemilik kedai mengantuk ia membuka tirai etalase makananya kiya menelan salivanya saat melihat beraneka ragam makanan yang mengubah selera,


silahkan duduk nona,"


kiya memindai kedai itu masih ada meja kosong di sudut kiya tampa ragu melangkah kan kakinya ke meja yg ada di pojok itu,


tidak begitu lama makanan datang kiya begitu lahap, rasanya begitu luar biasa, bahkan menurut kiya makanan di sini lebih enak di bandingkan dengan makan di tempat yg mewah.

__ADS_1


selesai makan kiya beranjak dari meja tempat ia duduk, hendak bayar namun ternyata makanan nya sdh ada orang yang bayar,


" tapi saya belum membayar, Bu."


kiya bersi keras menyodorkan uangnya pada pemilik kedai namun wanita setengah baya tersebut kekeh menolak uang kiya.


"seseorang sudah membayar makanan anda nona. saya tidak bisa menerima uang ini," ucapnya sembari mendorong uang yg kiya sodorkan.


kiya menghela nafas, "baiklah," kalau ibu bertemu lagi dengan orang yg sudah membayar makanan saya tadi, tolong sampaikan Terima kasih dari sayang."


wanita itu mengantuk sambil tersenyum, tak banyak yang seperti dirinya menolak pemberian orang dan berterima kasih walaupun tak tahu siapa yang sudah mentraktir makannya.


kiya keluar dari kedai dan menyusuri trotoar, cukup jauh ia berjalan akhirnya sampai di Minimarket, kiya membeli semua ke butuhan, beruntung bonus pemberian alvian cukup untuk dirinya bayar kontrakan dan makan, sebelum ia keluar dari perusahaan itu kiya sudah punya tabungan lebih dari cukup untuk nya sampai kiya melahirkan nanti.


dulu alvian tak membiarkan kiya keluar sendirian untuk sembarangan, semua kebutuhan kiya sudah di sediakan oleh alvian sehingga ia hanya perlu melayani lelaki itu, terasa menjijikkan saat ia mengingat kembali detik demi detik hidup nya dulu, alvian sangat perhatian sampai ia lupa bahwa dirinya tidak pernah di publish oleh lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2