
selesai berbelanja kiya kembali ke kontrakannya, ia memasukkan belanjaan nya terlebih dahulu ke dalam kulkas lalu berbaring di depan. semoga semua rencanaku berjalan dengan lancar, ia menoleh ke arah nakas setelah berjalan jalan hampir 2 jam lebih ia baru teringat dengan handphone nya, kiya tak perduli dengan benda pipih itu karena tak lagi cinta yg menghubungkannya setiap waktu kalau lelaki tidak berada di sisinya,
kiya tersenyum kecut ada begitu banyak kenangan yg terlalu sulit untuk ia lupakan, sungguh ia tak menyangka akn begini akhirnya.
tangannya terulur untuk mengambil handphone biru navi itu, handphone ini sudah lama ia tak gunakan,
handphone yg alvian belikan limited edition itu, ia tingalkan di apartemen alvian, kening kiya mengkerut ada bebeberapa pangilan tak terjawab,
tuan alvian, desisnya lirih, sambil memejamkan matanya, lelaki itu beberapa kali menghubungi nya, jantung kiya berdebar gugup dan takut berdebar jadi satu, apa lagi yg dia inginkan.
selang beberapa menit handphone kiya berdering lagi, alvian kembali menghubungi ku, apakah ia akan membangunkan lagi luka itu, aku sudah berdamai dan mencoba ikhlas sekalipun hubungan ini tidak di publish, di satu sisi ingin ia tidak mengangkat nya tapi di sisi lain ia sangat rindu dengan suara lelaki itu, aku tidak munafik dengan rasa ini, oh.. Tuhan berikan kemudahan untuk melupakan semua ini,
__ADS_1
deringan berhenti, kiya mengenyam handphone nya dengan sangat erat, kamu harus kuat kiya, alvian tidak mencintamu.
\*\*\*\*\*
di apartemen SAMARA SUEITS apartemen mewah yg Alvin belikan untuk kiya, lelaki itu monda mandir di depan tempat tidur, ia berkali kaki menghubungi kiya, tapi semua pangilan tidak terjawab
"kemana dia? semua barang barangnya masih ada tidak di bawanya,
kedua jemari alvian terkepal, sudut hatinya terluka kala melihat poto itu sudah tak utuh lagi, di bukanya laci meja rias, semua perhiasan pemberian alvian masih utuh, tidak di bawanya, ia mengambil salah satu kotak perhiasan yg warna hitam, perhiasan itu favorit kiya, ia tahu karena kiya selalu memakainya, bah kn terakhir bertemu kemarin ia lihat memakainya.
" kenapa kamu mengembalikan ketempanya? apa maksudmu kiya? tanyanya lirih kepada dirinya sendiri, " bukankah semua ini milikmu, apartemen black card debit card, "
__ADS_1
anapas alvian tercekat di tenggorokan, apa lagi yg ia pertanyakan, bukan kah perpisahan ini yg ia inginkan lalu kenapa rasanya sungguh menyesakkan,?
"kamu tidur di mana? "
pertanyaan penuh intimadasi keluar dari mulut alvian pagi pagi sekali saat kiya memasuki ruangan CEO, untuk meletakkan draft kontrak yg sdh di tanda tangan tempo hari, saking kaget nya ia semua map yg ia bawa berserakan di lantai, kiya langsung memungut nya dengan hati hati, setelah selesai ia taruh di atas meja kerja alvian.
"apa maksud tuan? "
pagi ini sekalian kiya mengambil berkas yg sudah di tanda tangani sekaligus meletakkan berkas baru yg harus di tanda tangani oleh sang Bos,
alvian tidak pernah dateng sepagi ini palingan ia datang di atas jam 8.
__ADS_1