
Namaku Safana Mila Amelia. Aku berusia 15 tahun dan akan menjadi salah satu calon siswi smk 03 di kota Y. Orang-orang biasa memanggilku Mila. Aku memiliki paras yang bisa dibilang cantik, memiliki mata dan rambut yang hitam, 2 gigi taring dan berkulit putih. Dan tentunya aku selalu membuat orang di sekitarnya menjadi senang.
***
Saat kelulusan smp, Mila sangat senang bisa berpisah dengan teman smpnya yang membuatnya tidak nyaman saat di kelas 9. Tetapi ia juga merasa sedih karna harus berpisah dari sahabatnya.
Ia selalu berpikir saat lulus ia akan melanjutkan sekolah dimana.
Mila juga selalu melamun membayangkan kehidupannya yang sangat menyenangkan saat lulus smp.
Akan tetapi.....
Semuanya tidak seindah apa yang di bayangkan oleh Mila.
Semula yang hanya membayangkan kehidupan menyenangkan di sma, memakai dasi, memasuki laboratorium.
Semua sirna .....
Ternyata Mila memiliki nem yang tidak terlalu tinggi. Apabila dibandingkan oleh sahabat-sahabatnya, nem Mila yang terendah.
Sejak Mila mengetahui nemnya, ia menangis. Betapa sedihnya hasil yang ia dapatkan.
Untungnya keluarga, teman dekat dan sahabat Mila selalu mendampinginya untuk bisa menerima kenyataan dan berusaha lebih giat lagi belajarnya supaya bisa menjadi lebih baik.
*Saat graduation beberapa bulan yang lalu*
Saat duduk di kursi di samping sahabatnya tiba-tiba Mila ingat akan kata-kata mamanya
__ADS_1
'kalo kamu nemnya rendah, mama masukin kamu ke pesantren!'
Mila tidak kuasa menahan tangisannya. Ia memeluk Aulia sahabat mila dan ingusnya hampir mengenai baju Aulia, " Milaaa, udah ah jangan cengeng kaya begituuu dong! Udahan nangisnya ya. Noh Rizki liatin elu tu."
" Biarin ajaa. Ahhhhhhh Aulia .. Gw mau nangisssss."
" Yaa... Kan emang lu udah nangis mil. Udah gapapa mil dapet segitu, pasti bisa masuk negeri ko."
" Gw takut, Ul. Soalnya waktu itu Mama gw bilang mau masukin gw ke pesantren kalo gw dapet nemnya kecil. "
" Trus lu nya mau ato engga? "
" Gw ngga tauuu, blom siap ajaa. Ahhhhh sediiih tau, Ul..... "
Mila memeluk Aulia sangat lama sampai Hana dan Azka menghampiri mereka berdua
" Eh lu napa nangis Mil? " tanya Hana.
Mila menghapus air matanya dan tersenyum pada sahabat-sahabatnya.
" Nah gituu dong Mil, " kata mereka bertiga.
Mila hanya bisa tersenyum dan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun.
***
Ketika mimpi sudah penuh oleh kegagalan,
__ADS_1
maka tak ada lagi sebuah perjuangan.
Karna berjuang itu proses,
Berjuang itu meraih hal dengan susah payah,
Berjuang itu adalah mata dan tanganmu.
Tangan yang letih menulis dan
Mata yang lelah membaca.
~ Waktu demi waktu berganti ~
Hari demi hari kian menambah
***
Awal ppdb Mila mencoba untuk mendaftar di Sma yang menurutnya dan keluarga memiliki nem yang tidak terlalu tinggi. Pertama, Mama dan Mila mendaftarkan Sma pertama di 74 jurusan ips, kedua di Sma 23 jurusan ipa, dan terakhir di Sma 80 jurusan ips.
Saat mendaftar Sma di jalur lokal hari pertama, Mila mendapat urutan ppdb sma pertama yang masih aman, tapi lama kelamaan urutannya turun sampai akhirnya langsung ke sma yang kedua.
Kemungkinan besar yang pertama karna Sma di jurusan ips tersebut banyak yang minat dan nemnya banyak yang lebih tinggi dari Mila, makanya jadi terlempar dari urutan ppdb tersebut.
Ppdb yang kedua lebih parah.
__ADS_1
Saat baru mulai daftar saja sudah langsung di urutan mau akhir.
Miris banget. Baru juga daftar udah mau keluar lagi. Sampai akhirnya menunggu sampai besok tanpa melihat ppdb lagi.