
Hana akan sekolah di Sma favorit jurusan ipa, Azka sekolah Sma yang biasa-biasa saja jurusan ipa, Aulia masuk di pesantren, dan Mila akan sekolah di smk jurusan tata boga.
" Hosh ... hosh ... hosh .... Jahat banget ihhh.. hosh.. hoshhh... Ahhh pegel kakinya, " Hana harus mengatur napasnya untuk melanjutkan jogingnya. Masih ada setengah jalan lagi supaya ia bisa menyelesaikan dare dari Aulia.
Sekitar 5 menit lagi, Hana akan selesai jogingnya. Tapi ia sudah tidak kuat lagi. Ia kelelahan karna joging di lapangan tersebut.
" Auliaa! ..... Kaliannn deh. Ke sini dong! " teriak Hana dengan mengeluarkan tenaga terakhirnya dan melambaikan kedua tangannya sambil sedikit setengah jongkok.
Mila, Azka, dan Aulia yang tadinya sedang melihat-lihat snapgram orang lain langsung melihat ke arah suara teriakan Hana. Mereka kira akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Ternyata Hana hanya lelah berlari saja.
" Eh kasian tuh anak orang udah kecapean lari sampe kaya begitu, " kata Azka tertawa kecil yang jahat.
" Ya udah ayo ke sana aja. Ul, karna badan lu lebih berisi dari kita, tolong bawain itu yaa bawaan kita, " kata Mila menunjuk kantong kresek hitam milik mereka berempat.
__ADS_1
" Makasiii Auliaa .... emang deh Aulia tuh baik banget, " teriak Mila dan Azka yang langsung lari terbirit-birit meninggalkan Aulia di belakang mereka.
" Huh, dasar temen ada maunya. " kata Aulia yang langsung menggambil kantong kresek tersebut. Ia tidak terlalu suka omongan mereka bertiga dimasukin ke hati kalau lagi bersama dengan mereka. Dari mulai perkataan mereka atau pun perbuatan.
Kecuali, kalau sudah benar-benar keterlaluan becandanya. Tapi Aulia sangat yakin sekali kalau mereka bertiga akan selalu menjaga perkataan dan perbuatan mereka saat bercanda supaya tidak menyinggung perasaan yang lainnya.
Ia selalu yakin akan hal itu. Karna baginya, menjaga hati sahabatnya sangat penting. Tidak mudah bagi Aulia untuk menjelaskan kalau seakan-akan ada yang bertengkar dalam jangka waktu yang cukup lama.
Mila dan Azka berlari sangat cepat untuk menghampiri Hana. Aulia hanya berjalan santai saja untuk menghampiri Hana.
Mereka merupakan sahabat yang sangat langka bagi Aulia.
Karena ia baru pertama kali mempunyai sahabat yang ulang tahunnya beda satu hari saja dengan yang satunya. Hanya tanggalnya saja yang beda sehari. Bulan dan tahunnya sama.
__ADS_1
Aulia juga sangat bersyukur memiliki semua itu. Terkadang, ia suka mengingat tingkah sahabatnya yang dulu.
Mulai dari Mila yang cengeng, kalau di ajarin suka tidak mendengarkan, tetapi ujung-ujungnya ia mengerti. Melihat tingkah lakunya Mila, ia suka menganggap dia sebagai adiknya sendiri. Yaa walaupun dia lebih tua setahun dari Aulia.
" Aulia! Ayoo buruan sini! Kita ngga kuat mapah Hana nih, " kata Mila.
" Iya, ul buruan sini-sini. Lagi pula, ini juga udah mulai panas, " kata Azka.
" Lah emang Hana pingsan? Itu yang berdiri di tengah kalian siapa? " tanya Aulia sambil mengernyitkan alis sebelah kirinya.
" Kan kita ngga bilang kalo Hana pingsan, Ul. Udah buruan ke sini aja. Jalannya jangan kaya putri solo okk? " ledek Azka.
" Iya.. iya... Gw ke sono. " kata Aulia yang langsung berlari sangat cepat menghampiri mereka bertiga.
__ADS_1