Anak Smk

Anak Smk
Terbangun dari Mimpi Buruk


__ADS_3

Awal kehidupan baru di kelas 9 Mila tidak begitu buruk.


Ia sudah mulai beradaptasi dengan teman-temannya. Tetapi ia seperti merasa kelas 9E adalah kelas alumni 7G dulu.


Jadi Mila tidak begitu repot untuk berkenalan dengan teman kelasnya karna kebanyakan dia sudah kenal dari kelas 7.


Memang di awal hanya terlihat manisnya saja. Lama-kelamaan saat sudah satu semester, tugas semakin banyak.


Deadline pun juga semakin banyak dan para murid semakin sibuk.


Hanya beberapa murid saja yang tidak sibuk akan pekerjaan sekolahnya. Untungnya Mila bergabung dan memiliki yang super rajin dan pintar jadi tidak membuat Mila malas saat di sekolah.


Tetapi ada saja yang tidak suka akan kelakuan Mila dan teman-temannya.

__ADS_1


Yaaa mungkin mereka menyebut Mila dan kawan-kawan itu musuhnya.


Sebenarnya mereka juga pintar, tapi karna pergaulan dengan teman di kelas yang kurang baik, jadi sifat mereka sedikit bertolak belakang dengan Mila dan kawan-kawan.


Setiap Mila ingin mengumpulkan tugas, ia selalu ragu karna takut dikatai oleh temannya yang tidak suka dengan Mila dan kawan-kawan.


Untung saja teman sebangku Mila dan bangku belakang selalu membantu dalam mengumpulkan tugas. Jadi ramai-ramai mengumpulkannya dan tidak di katai.


Tidak dikatai bukan berarti tidak diomongi di belakang .... Mereka tetap saja membicarakan dari belakang.


****


" Milaaaaa!!! Milaaa!! " suara Mama yang keras membuat kaget Mila dan buyar akan masa lalu nya saat di smp. " Kamu ngapain sih malah bengong kaya begitu? " tanya Mama dengan muka serius dan tatapan matanya yang tajam membuat Mila gugup.

__ADS_1


" Nggaa ko ma. Ng ... ngga ngapa-ngapain. "


" Sekarang kamu ga masuk sma negeri. Daripada kamu Sma swasta, mending kamu mama masukin Smk aja ya? "


Mila hanya terdiam tidak berbicara apa-apa karna Mama bicara akan memasukkannya ke smk.


" Nih anak diajak ngomong malah diem terus sih. Milaaa!! Mama kan lagi ngomong sama kamu, jawab dong! Mau ngga kalo di Smk? " tanya Mama menggoyang-goyangkan bahu Mila dengan kedua tangannya.


Lagi-lagi Mila menghindar dari Mama. Ia keluar kamar lagi dan menahan tangisannya supaya tidak terlihat oleh mama.


Saat di ruang tamu Mila hanya berbicara sendiri tiada henti, " Aduh gimana nihhhh? Masa iya sih aku masuk smk? Kan aku ngga suka kalo di smk, apa lagi nanti kalo masuk Smk 9 (dekat rumah Mila, " gumam Mila dalam hati.


Harapan buat masuk Sma sudah tidak ada. Sekarang hanya ada 2 pilihan yang Mila punya. Pertama kalau ngga pesantren yaaa smk.

__ADS_1


Perasaan emosi yang campur aduk ingin nangis tapi kesal sama diri sendiri. " Kalo Aku masuk pesantren, aku masuk yang di Jawa Timur aja dehhh. Itu juga lumayan bagus. Tapi Aku kan belom siap buat masuk pesantren. Kalo Aku masuk Smk juga mau masuk mana? Aku kan ngga ada minat buat ke smk. Gimana mau milihnya? AHHHHHHHH?!! "


__ADS_2