
5 menit kemudian ...
" Anak-anak Ayah udah selesai sarapan semua, kan? " tanya Ayah melihat kedua putrinya yang cantik dan manis.
" Udah, Yah... " jawab Ka Afi dan Mila.
" AYOOO KITA BERANGKATTTT! "
" LET'S GO !!! "
" Mama, kita berangkat duluu.. Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam... "
Saat berjalan ke arah mobil .... Ayah, Ka Afi dan Mila tidak berhenti bicara saking senangnya.
" Anak kesayangan Ayah hati-hati ya masuk ke mobilnya. Pintu mobilnya jangan lupa di buka dulu. "
" Iyaaa... Ayah. Ya kali deh kita mau masuk mobil tapi pintunya ngga dibuka, " kata Mila.
" Tau nih, Ayah. Ada-ada aja, " lanjut kata Ka Afi.
" Ayah cuma ngingetin doang buat anak kesayangan ayah. "
" Kita udah besar, yah. Udah ah, Ayah masuk ke mobil. "
* Tinn... tin... * Kode dari Ayah untuk Mama yang di rumah karna mereka sudah berangkat.
" Yah, ayo yah buruan ngebut. Nanti aku telat sampe di kampusnya, " kata Ka Afi.
" Iya, Yah. Aku juga ngga mau telat sampe sekolah. Kan hari pertama Aku. "
__ADS_1
" Ternyata anak-anak Ayah semangat semua ya. Baru juga jam 6 lewat. Dan ini juga udah di pertengahan jalan. Ngga macet ko. "
" Udah yah ngebut aja, " kata Mila.
" Kao Ayah ngebut dan kalian ngga pake seat belt. Apa yang terjadi? Ayo tebak... " tanya Ayah sambil mengemudi.
" Mmmmm... Iya yah. Kita pake seat beltnya. "
" Nah gitu dong. Baru anak Ayah yang paling cantik, " jawab Ayah memuji kedua putrinya.
" Ya udah yah ngebut yah. Biar ngga telat sampe sekolah, " kata Mila.
" Ngapain buru-buru sih sayang? Kan Ayah udah bilang. Baru jam 6, " rayu Ayah ke Mila.
" Apa sih, Yah. Sayang.. sayang. Aku bukan Mama! " kata Mila menolak sebutan tersebut.
" Ayah kan sayang sama kalian, sayang sama Mama kalian juga. Jadi ya ngga apa-apa kan kalo Ayah manggil kalian sayang. Daripada manggil sayang ke orang lain. "
" Iya.. iyaa. Ayah minta maap yaa. "
Huft ....
" Ya udah deh kalo Ayah ngga di maafin. " kata Ayah yang kecewa." selang beberapa menit kemudian. " Okeee Anak kesayangan Ayah, kita sudah sampai di sekolah Mila. Mila, Kamu turun sekarang! Ayah ngusir kamu. Lepas seat beltnya trus kamu buruan gabung sama yang lain! "
" Ih. Ngga usah ngusir Aku juga kali Yah, " kata Mila.
" Cari temen yang banyak yaaa adik ku tersayang. Kalo perlu cari temen yang ganteng juga. Nanti kalo uda kenal, di deketin terus jangan sampe dilepas.. " kata Ka Afi menggoda Mila.
" Ih apaan si. Emang kakak ... mantannya banyak! jawab Mila.
" Loh kan kakak cuma bilang cari temen yang ganteng. Bukan pacar. Apa lagi mantan. Dilarang keras itu. Udah sana keluar dari mobil! " kata Ka Afi sambil mendorong-dorong Mila.
__ADS_1
" Tcih dasar kakak ga jelas! " kata Mila ngedumel sambil membuka pintu dan keluar dari mobil.
" Ayo yah berangkat ke kampus aku, " kata Ka Afi.
" Siap tuan putri, " canda Ayah.
Mila melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam sekolah. Ia hanya berjalan sendirian dari arah gerbang masuk ke lapangan yang kebetulan jaraknya memang dekat.
Melihat sekeliling sangat ramai. Kebanyakan mereka di antar ibu atau ayahnya sampai di parkiran. Ada juga yang di tunggu oleh ibunya dan mungkin akan ditinggal pulang saat upacara berlangsung.
* Dorrrr * Suara Azizah dari arah belakang Mil
" Eh elu jah. Lu juga masuk sini? Baru tau gw hahaha... " kata Mila tertawa kecil.
" Iyaa donggg. Tapi tadinya gw masuk boga ehh ga taunya malah ke pental jadi ke hotel. Ya udah deh. " jawab Azizah.
Tidak lama kemudian ada segerombol perempuan yang menghampiri Mila dan Azizah. " Ehh Ijah. Eh ada Mila juga. Kita reuni nih di sini? Hahaha ... " kata Eka.
" Hahaha bisa aja lu Ka, " kata Syira.
" Oh iya, anak smp kita yang masuk sini siapa aja? pada tau ngga? " tanya Eka.
" Setau gw sih cuma lu, gua, Mila, Syira, Pandu, Galih, sama Ariq, " jawab Azizah.
" Lumayan juga ya, " kata Syira.
" Tapi kayanya ada yang masuk sini juga ... Ahhhh iyaa gua inget. Blek kan masuk sini juga, " kata Eka.
" Oh ya? Berarti yang masuk sini lumayan banyak ya? " kata Mila.
" Iyaa .... "
__ADS_1