
" WOIIII CEWEEEE ?!!!! " kata Laki-laki yang tadi bertemu saat upacara pembukaan.
" Siapa sih yang teriak-teriak? " kata Mila sambil nengok ke belakang. " Astaga... Ko dia lagi, dia mulu, dia terus sih? Bosen banget ssharian ngeliat mukanya. Ngga tau ah. Hiraukan dan beroura-pura ngga lihat aja ya Mila, liat ke arah jalan aja. Terus pesen ojol deh. "
Laki-laki yang sedang duduk di motor aprilia kesayangannya menarik sedikit gas untuk menghampiri ke arah Mila. Ia merasa sedikit kesal karna sapaannya malah di cuekon oleh Mila. " Ehhh! Lu ini gimana sih! Gw panggil cuma nengok terus oura-pura ngga liat. Terus juga ngga nyapa balik! " Kata Laki-laki itu sambil menepuk pundak Mila.
" Gw punya nama. Tadi kan lu teriak woi woi, bukan nama gw. Jadi ya, bukan salah gw dong! " Jawab Mila membela diri.
" Oh iyaaa, kita kan belom kenalan, ya makanya gw manggil lu pake kata woi. "
" Iyaa emang belom. Kata siapa udah kenalan? "
" Kenalin, nama gw Rexi. Laki-laki tertampan yang pernah lu temui. Lu bisa manggil gw xi, atau sayang juga boleh ko. hahaha... " Kata Rexi dengan nada rayuannya.
" Nama gw Mila. "
" Eh, ngomong-ngomong lu pulang di jemput? Atau naik kendaraan umum? "
" Bukan urusan lu! " Kata Mila memalingkan muka.
" Jelas urusan gw lahhh. SAYAANGG ... " Bisik Rexi ke telinga Mila sambil memegang dagunya.
" Ihhh modus. Apaan sih main pegang-pegang segala. Ga lucu tau! " Omel Mila yang langsung menepis tangan Rexi dari dagunya.
" Ya udah maaf yaa tuan putri kesayanganku. Tapi nanti ke depannya, lu juga bakal jadi milik gw seutuhnya ko. "
" Seutuhnya.. seutuhnya apaan sih! Dasar ngga jelas banget! Kalo ngomong ngga usah ngawur ngga bisa? Udah sono pulang! "
" Lu mau mesen ojol kan? Mending lu nebeng sama gw aja. Masih kosong nih jok penumpang buat diisi. "
__ADS_1
" Ngga, makasih. Mendingan gw mesen ojol dari pada di boncengin sama cowo modus kaya lu. "
" Gw ngga modus ko. Ini namanya tuh perkenalan hangat dari gw. "
" Ohhh, jadi lu kenalannya kaya gini ya ke semua cewe? Berarti emang lu itu cowok yang modus. Udah deh ga usah ganggu gw terus! "
" Gw bersikap kaya gini cuma ke lu doang ko. " Jawab Rexi dengan nada lirih. " Udah ayo naik aja sini, ngga usah sok jual mahal lagi. Gw gasi tumpangan gratis ko. Gua juga ngga bakal bawa lu kemana-mana. JANJI..... Lagi pula udah mau hujan tuh liat langitnya deh, udah mending yang sebentar lagi bakal menjatuhkan air. "
" Bener ya? "
" Iyaa ... " kata Rexi sambil mengeluaekan jari telunjuk dan tengahnya dengan salam janji. " Rumah lu di jalan Mawar? " Kata Rexi mengintip dari handphone Mila.
" Iya, emang kenapa? "
" Wah, berarti kita satu komplek dong? "
" Sejak gw jadi anak baru di sekolah ini. "
" Jadi maksud lu, lu pindah ke komplek itu gara-gara sekolahnya di sini? "
" Yaps, benar sekali. "
" Tapi gw mandiri lohh. Gw cuma sendiri di rumah. Pembantu cuma dateng pagi buat nyiapin sarapan buat gw sama sore."
" Gw gak nanya tuh! Dan gw juga ga penasaran... " Kata Mila meledek Rexi.
" Lu emang ngga nanya, tapi gw mau ngasih tau aja ke lu. "
" Tapi gw ngga mau tau. "
__ADS_1
" Ayo naik sini. Dari tadi ngga cape ngomong terus? "
" Gw kan cewek. Jadi udah biasa ngomong terus ngga cape. Lagi pula kan lu yang ngajakin gw ngomong terus. "
" Yaudah iya, buruan naik. "
" Tapi beneran langsung pulang? "
" Iyaa ... sayang ... "
" Panggil sayang sekali lagi, gw teriak ke satpam kalo lu cowo cabul. "
" Terserah kamu deh yang. "
" Pak sat ...... mmmm.... " suara Mila yang terpotong karna di tutup oleh tangannya Rexi
" Udah ahh ngga usah manggil-manggil satpam. "
Seketika Mila langsug menggigit tangan Rexi.
" Auuuu ... Sakit tau Mil. Ko lu gigit tangan gw sih? " kata Rexi yang langsung menjauhi tangannya dari gigi Mila dengan tangan kanannya.
" Siapa suruh lu ngomong sayang-sayang sembarangan! Lu kira orang pacaran? Huh ... Dasar cowok gajelas! " Kata Mila memasang muka masam.
" Ohhh gituuu. Tadi ada yang jual mahal. Sekarang malah pengen banget pacaran sama gw. Siapa ... ya....? " Kata Rexi meledek Mila.
" Apaan sih, udah buruan jalann! "
" Iyaa. Tapi lu harus pegangan ya. "
__ADS_1