Anak Smk

Anak Smk
Hari Kedua


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu 5 menit dari rumahnya untuk kembali ke sekolah. Untung saja ada Rexi yang bisa diandalkan untuk mengantar pulang Mila. Mereka sudah sampai di gerbang sekolah sebelum bel masuk.


Rexi memparkir motornya dan Mila menunggunya di tempat tunggu tadi pagi. Selagi menunggu Rexi, Ia memerhatikan lingkungan sekitar sekolahnya yang cat temboknya hijau semua. Hanya beberapa bangunan saja yang tidak di cat hijau, seperti pos jaga, ruang osis, dan ruang praktik.


Apabila dari gerbang sekolah lalu ke arah kanan, akan ada taman yang indah .... banyak pepohonan, tempat duduk beserta mejanya yang dibentuk dan di cat sedemikian rupa supaya para muridnya betah. Selain itu di seberang taman ada tempat parkir untuk motor dan mobil yang lumayan luas.


Tempat parkir tersebut sangat memadai dan juga di sediakan tempat untuk menaruh sepeda siswa maupun guru di sebelah kiri dari tempat parkir motor.


Warga sekolah tidak pernah khawatir akan kehabisan tempat parkir karna sekolah yakin tidak akan kekurangan dengan lahan parkir segitu. Karena kendaraan yang boleh parkir di tempat itu yang sudah memiliki sim dan murid khusus.


Selain itu, smk juga memfasilitasi para peserta didiknya dengan beberapa fasilitas yang lengkap. Mulai dari masjid, uks, perpustakaan, ruang literasi baca (semacam perpustakaan, tetapi ruang ini lebih kecil), kantin, ruang ibadah, lapangan voli, lapangan basket, lapangan sepak bola, dapur, hotel, ruang busana, restoran, bakery, dan minimarket dengan fasilitas yang terbaik.


Sehingga para siswa merasa nyaman berasa di sekolah. Saat Mila ingin berkeliling, Rexi sudah menghampiri Mila untuk ke aula bersama. Tetapi Mila menolak karna Ia harus ke kamar mandi.


Sebelum Rexi membalikkan badannya, Mila menarik lengan dan berjabat tangan dengan Rexi untuk mengucapkan terima kasih. Lalu ia pun langsung bergegas lari terburu-buru ke kamar mandi karna ia sangat gemetar dan malu dengan kelakuannya tadi.


Di kamar mandi Ia hanya melihat ke arah kaca dan membasuh mukanya dengan air bersih untuk menenangkan pikirannya.


Untung saja di kamar mandi perempuan saat itu tidak begitu ramai, hanya ada 1-2 anak perempuan yang masuk ke kamar mandi. Seketika Ia mendengar ada yang membicarakannya di depan pintu kamar mandi.


Ia langsung bersembunyi di balik bilik kamar mandi yang tengah dan ingin mengetahui pembicaraan tersebut.


Kedua orang yang berbicara ternyata kelas 12 Busana. Mendengar suara obrolan di balik bilik kamar mandi sangat tidak nyaman.


"Eh eh lu tau nggak sih? Anak kelas 10 yang tadi pagi pulang ke rumah? " Kata salah seorang kakel.


"Yang mana si ?? Kok gw nggak tau ya? " Jawab temannya.


"Itu lohh yang pagi-pagi udah naek motor bareng, udah gitu cowoknya dipeluk lagih, kan ganjen banget, "


Idih nih kakel ngeselin amat. Rasanya pengen nyiram pake air sampah trus nutup mulutnya pake lakban biar tau rasa. Gumam Mila


"Haha iya, gatel kali tuh cewek. " Kata temannya.


Mila yang mendengar percakapan tersebut pun hanya bisa menahan rasa sakit di dadanya. Ia tidak menyangka kejadian itu dapat membuat orang lain menjadi salah paham.


Setelah kedua kaka kelasnya keluar barulah Mila pergi dari kamar mandi. Bukannya masuk ke aula, tapi ia malah mampir ke kantin.


Bu, saya beli permen karetnya seribu. Ia pun pindah lagi dan pergi ke taman untuk menenangkan pikiran.


*Kenapa baru masuk di hari kedua udah dapet masalah sama kaka kelas aja sih? Padahal kan ke sini cuma mau nyari ilmu doang.


Masuk sini juga gara-gara mama.


Huft nyebelin bangeeet. Kata Mila sambil menendang meja taman yang ada si depannya*.


*Mungkin kalo tadi ngga pulang ke rumah di anter sama Rexi ngga bakal ada gibah-gibahan kaya di kamar mandi.

__ADS_1


Kalo seangkatan Aku labrak dah. Lah ini kan kaka kelas, mana berani. Tar di kira yang lagi nyari muka lah, sok jagoan lah.


AHHHHH GATAU DEHHH PUSING !!!! Rasanya mau pindah sekolah aja rasanya*.


Ia menempelkan palanya di atas meja dan memejamkan matanya untuk beberapa menit.


Tidak menghiraukan jam pelajaran dan juga intruksi yang kemarin di beritahukan lewat surat edaran Ia tetap saja duduk di situ.


" Dek? Bangun dek, ini sekolah bukan rumah. Kalo mau tidur di rumah aja! Di sini tempat buat belajar. Kamu bolos pelajaran ya? Ini tuh sekolah bagus buat anak yang pinter-pinter dan mau belajar. Bukan anak yang malas-malasan! " Kata pak satpam menyenggol tangan Mila


" Eh? Saya bukan anak yang bolos pelajaran ko pak. Saya di sini cuma mau nenangin pikiran aja. Tapi saya sempet mau pingsan. " Kata Mila yang langsung melihat ke arah pak satpam


" Kalo sakit ya ke uks, lapor sama penjaga uks terus kamu minta periksa dokter yang lagi bagian jaga di situ. Sudah lah, saya di sini buat kerja di bayar orang, bukan ngurusin anak bolos kaya kamu. " Kata pak satpam yang langsung pergi meninggalkan Mila


*Lagi-lagi kena omongan yang ngga baik. kemaren sih aman-aman aja di sini. Harusnya sekarang juga aman-aman aja dong?


Oke! Mila, sekarang kamu harus lebih baik lagi dari yang sebelumnya. HARUS BERUBAH* !!!


Ia berjalan ke arah aula tetapi badannya sedikit panas dan mukanya pucat. Mungkin tekanan batin.


Pertama kali kena omongan yang ngga baik sekaligus dalam setengah hari.


Memaksakan berjalan walaupun sedikit sempoyongan... Akhirnya sampai di pintu aula.


* Tok ... Tok ... Tok ... *


" Assalamualaikum .... " Kata Mila dengan suara yang lirih dan lemas


" Yang baru datang silahkan langsung duduk sesuai kelasnya ya. Untuk pertemuan kali ini masi ada toleransi terlambat. Tapi lain kali tidak ada yang namanya toleransi. "


" Iyaa bu, terima kasih. "


Akhirnya Ia duduk di barisan belakang dan untungnya di sebelah kanannya tidak anak anak cowo kelasannya. Hanya ada perempuan di sebelah kirinya.


* Tok tok tok .... *


Semua murid melihat ke arah pintu aula karna ada kejadian kedua kalinya dengan waktu yang tipis.


Mila hanya menghiraukan siapa yang baru datang setelah Ia terlambat.


" Permisi bu, maaf saya terlambat. Tadi saya ada keperluan mendadak. " Kata Rexi


" Iya, tidak apa-apa. Silahkan duduk. "


*Tcihhh mentang-mentang anak dari pemilik sekolah jadi di spesialin kaya gitu. Pilih kasih banget nih gurunya.


Iyaaa yah pilih kasih*.

__ADS_1


Sebagian besar murid yang ada di aula sudah mengetahui bahwa Rexi anak dari pemilik sekolah tersebut.


Rexi menghampiri kelasnya dan segera duduk.


Betapa kagetnya saat Ia melihat ke arah Mila yang di samping kirinya terlihat pucat dan lemas.


"Mila? Lu kenapa? Ko muka lu sampe pucet gitu? " Tanya Rexi.


"Nggak papa" Jawab Mila dengan singkat dan menghiraukan keberadaan Rexi


Rexi geram melihat tingkahnya Mila dan langsung menarik pundak Mila.


" Mil jawab gw!! Lu kenapa? Lu sakit? Trus juga tadi gw kira lu nyusul gw pas gw bilang duluan. Ternyata engga, justru malah lama ke sininya. Gw cari lu ke kantin juga ngga ada. "


" Bisa ngga si ga usah pegang-pegang gw? Kalo gw udah bilang gapapa ya gapapa! " Jawab Mila dengan nada marah


" Ya uda gw minta maap. Tapi please kasih tau gw kalo lu sakit. Kita ke uks aja ya? " Kata Rexi berusaha menenangkan Mila


" Ngga usah, makasi Xi. Gw gapapa ko.. Palingan juga tar juga sembuh sendiri. "


" Ya udah ke uksnya abis dari aula aja. Tar gua mintain obat sama dokter yang lagi jaga. "


" Ya udah terserah lu aja. Tapi jangan ninggalin gw sendirian kaya tadi lagi ya Xi, please. " Kata Mila yang tambah lemas


" Emang tadi lu kenapa? kena bully? "


" Ngga kena bully, cuma ada kaka kelas yang ngomongin gw tentang tadi pagi lu nganterin gw pulang ke rumah naik motor. "


" Gw kira kenapa, Mil... Udah ga usah di pikirin omongan sampah tuh kaka kelas. "


* Brukkkk *


Tiba-tiba Mila pingsan di bahu Rexi..


" Osisss ... tolong dong. Ini ada yang pingsan. "


Lalu mereka membawa Mila ke uks dan Rexi mengikuti dari belakang.


HADEHHH ... BARU JUGA HARI KEDUA. UDAH ADA DRAMA DARI ANAK PEMILIK SEKOLAH. Ucap salah satu perempuan dari kelas perhotelan


* Di uks *


" Makasihh yaa osis udah gotong sampe sini. Kalian balik lagi gih sana ke aula. " Kata Rexi yang seenaknya menyuruh-nyuruh kaka kelas


" Aduhhhh adik kelas ini ko seenaknya aja sih nyuruh-nyuruh kaka kelas. Ada apa sihh, keponakan ku? " Tanya Reyfal


" Bukan urusan lo. Sono keluar dari uks! "

__ADS_1


" Ih keponakan gw galak banget, takut. Mending keluar aja dehhh sekalian kasih kesempatan sama pacar pertamanya. Hihihihi.... " Kata Reyfal meledek Rexi


__ADS_2