
Setelah kepergian tuan samuel beserta asistennya Sarah mulai menunjukkan taringnya lagi dia menarik rambut noela lagi dan mendorongnya ke depan.
"Mengadu apa saja kamu sama papamu ha,mulai berani ya!".sambil melotot tajam dan masih menjambak rambut hingga banyak yang rontok.
"tidak nyonya saya tidak mengadu apa apa,saya juga tidak tahu kenapa tiba tiba papa dan om farid masuk ke gudang" bela noela karena memang dia tidak pernah mengadu pada papanya.
"Halah tidak mungkin,bisa dengan tiba tiba mereka ke gudang kalau kamu tidak cerita".
"sumpah nyonya,saya serius"
"asal lo tahu papa tidak akan percaya bualanmu,dan pasti akan percaya pada kita,iya kan ma!".seru clara
"lo tahu kenapa,karena kami tahu kelemahan papamu itu,hehe.kasihan deh".celoteh clara lagi.
"sekarang kamu kembali kerja sana selesaikan semuanya dan ingat selama papamu belum pulang kamu dilarang di dalam,tidur di gudang sana!"tunjuk sarah
"tapi nyonya..!".
"tidak ada tapi tapian,cepat keluar,bajumu biar bi sum yang antar,dan ada kabar bagus untukmu,papamu memperkerjakan pembantu kalian lagi"
"trimakasih nyonya"senang noela
"jangan senang dulu,kamu harus tetap membantu pekerjaan mereka,pagi sebelum sekolah dan pulang sekolah,tanpa sepengetahuan papamu".
"tapi nyonya"
"tapi apa lagi,sekarang kembali ke gudang saya tidak suka melihat muka kamu".
"tapi kenapa saya harus tidur di gudang,ini kan rumah saya,jadi..".tiba tiba clara menampar noela
__ADS_1
"aw sakit,kenapa kamu menamparku?".
"ma jelaskan posisinya sekarang!"
"o iya lupa,anak tiriku sayang,ingat sekarang kamu tidak ubahnya pembantu kami ngerti,tidak ada anak atau ibu tiri,atau kakak adik,karena aku cuma punya satu anak yaitu clara,dan cuma Clara putri tunggal di rumah ini".
"tapi ini rumahku,rumah peninggalan ibuku,anda tidak berhak berkuasa disini dan mengatur ngatur saya,".bantah clara dia memberanikan diri menyangkal mereka
"aku tidak boleh lemah menghadapi dua ular ini"batin noela
"o ya rumahmu ya,peninggalan ibumu,tidak peduli karena sebentar lagi semua akan menjadi milikku dan putriku,kamu lihat saja sebentar lagi kamu akan ditendang dari sini dan tidak akan memperoleh apapun,camkan kata kataku!"bentak sarah,dan mau menjambak noela kembali
"tidak akan nyonya akan perjuangkan apa hakku dan kelak akan ku buktikan kalau gadis yang kalian anggap pembantu dan bodoh ini bisa mengalahkan kalian dan mengusir kalian disini"
"kita lihat saja siapa yang bakal menang anak sialan"
"baik,kita lihat nanti,sekarang anda bisa seenaknya pada saya tapi suatu saat saya pastikan ucapan saya ini akan jadi kenyataan"geram noela
"tentu sayang kita harus cabut duri yang tumbuh di taman bunga kita kalau mau aman."
Sarah menyeret noela ke belakang dan meminta dia menyelesaikan pekerjaannya yang belum beres juga,karena ulah dua ular betina itu
"lihat itu,kolam renang begitu kotor sekarang kamu kuras dan sikat hingga bersih,jangan istirahat sebelum beres dan jangan coba minta jatah makan sebelum beres semua".
"ayo ma kita ke mall,shoping tadi clara sudah merayu papa untuk minta uang,nih lihat?"clara mengeluarkan sebuah kartu sakti untuk mereka belanja.
"hehe lihat bodoh,lo belum pernah punya kan yang seperti ini,oh kasihan sekali,ngakunya kamu pemilik rumah dan semua peninggalan ibumu,mana? haha dengan sekali ucap papamu akan mengabulkan semua permintaan putri tercintanya ini".sinis clara
"ayo kita siap siap,dan heh kamu jangan coba coba kabur ya,karena sudah ada kamera pengintai,dan hanya aku yang tahu dimana letaknya"
__ADS_1
"Rumah ini juga terpasang cctv,jadi apa yang kalian lakukan padaku,papa pasti tahu".sarah bertepuk tangan mengejek
"kamu pikir akau bodoh apa, semua camera cctv sudah aku rusak semua,jadi tidak perlu khawatir papamu tahu".cup cup anak manis kamu harus lebih cerdik lagi kalau berurusan denganku.
Sarah dan clara pergi ke mall sore itu,sementara noela mulai menguras kolam renang yang entah darimana kotoran itu berasal,banyak sampah bahkan ada noda noda minyak yang muncul seperti hantu.
dia memikirkan bagaimana caranya supaya bisa melawan dua siluman ular itu,"aku harus mencari akal,untuk menghadapi mereka,benar kata mak lampir itu kalau aku harus cerdik.
sampai habis magrib noela baru selesaikan semua tugasnya bersamaan dengan pulangnya clara dengan ibunya,mereka tampak memborong banyak barang branded. "Ma aku seneng banget,lihat tasku cantik kan,ini bajuku bagaimana ma,aku akan mengikuti acara pemilihan model remaja dengan baju ini"tunjuk clara pada ibunya
"bener sayang,besok mama sendiri yang akan mendaftarkan kamu di ajang itu,pasti cantik banget".
"iya ma clara jadi tidak sabar lagi,pasti banyak cowok cowok ganteng juga di sana."
"iya kamu harus bisa menggaet pacar yang kaya,yang bisa diporoti duitnya,jangan cuma ganteng doang tapi pailit"menasehati putrinya
"rebes mam,ih amit amit kalau cari pacar miskin,bisa jelek,kusam dong".gidik clara
"ma sebentar lagi ultahku yang ke 17,clara mau pesta yang besar,mewah di hotel mewah juga"
"kamu tenang saja,kompori papa terus,dan rayu terus,kamu harus bersikap lemah lembut di hadapannya,ngerti".
"iya iya ma,o ya papa tadi kan bilang besok akan ada WO yang datang mengurus pesta pernikahan kalian,buat pesta yang mewah ya ma,seperti artis artis"
"tentu sayang,kita manfaatkan uang bocah sialan itu,kan sekarang masih papamu yang pegang kendali,hihihi."mereka tertawa dengan keras tanpa menyadari ada sepasang mata memperhatikan semua itu.
Bi sum,bi sumlah yang telah mendengar semua pembicaraan mereka
"astagfirullah,kejam sekali mereka,aku harus bicara pada non noela,ini tidak bisa dibiarkan,semua hasil kerja keras nyonya dan tuan akan segera habis di tangan mereka.
__ADS_1
Dengan tergopoh gopoh bi sum menuju ke belakang tempat noela berada,di dekat kolam renang,keadaannya semakin buruk wajahnya pucat,tangannya makin parah,pakaiannya basah kuyup serta rambutnya yang berantakan mirip seperti gembel di jalanan,ini lebih parah lagi,gembel itu tidak mendapatkan siksaan,mereka seperti itu demi sesuap nasi,tapi noela,apa yang di dapatnya,bahkan nasi saja tidak memperoleh kalau bukan karena usaha bi sumi.
Wanita tua itu sungguh miris melihat sang majikan."andai saja nyonya amalia masih hidup,semua ini tidak akan pernah terjadi,malang sekali nasibmu nak,baru sehari saja ibu tirinya hadir keadaannya sudah separah ini".