
Malam ini noela kembali dikurung tetapi tidak dikamarnya,melainkan di gudang belakang,kecil pengap gelap serta banyak tikus.
"Tuan kurung saya juga tuan,bibi tidak tega melihat nona,lebih baik bibi ikut nona saja,bibi sudah tua,biar bibi menjaganya."bi sum memohon supaya dirinya juga dikurung saja
"tidak bisa,bi sum tidak akan dikurung di sana tapi bi sum di pecat dari sini,tenaga bibi sudah tidak diperlukan,sudah lembek,lelet"jawab sarah
"iya bi sum kemasi barang barang bibi malam ini juga,kurasa bi sum yang selama ini mempengaruhi putriku,bibi yang paling dekat dengannya dan menuruti semua perintah bi sum,jadi saya tidak akan membiarkan kalian dekat lagi"keputusan samuel pada pembantu tuanya itu.bi sum terus memohon supaya tidak di pecat,dia rela walau tidak digaji asal masih bisa bersama majikannya.tapi keputusan Samuel tidak bisa di rubah lagi,samuel menarik keluar bi sum sampai di pintu gerbang,sedangkan sarah melempar tas milik bi sum.
Wanita tua itu bersimpuh di tanah di depan pintu gerbang,pak satpam sebenarnya merasa kasihan tapi dia tidak bisa melakukan apa apa.
"bi,kalau bibi mau bibi tinggal di rumahku saja sementara waktu,istriku pasti senang"
"tidak usah din tapi bibi nitip nona noela,kasihan dia,tidak punya siapa siapa lagi,kalau ada apa apa kabark pak adam atau pak farid,mereka pasti akan membantu"
"bibi mau kemana? "
"bibi akan ke tempat tuan adam,semoga beliau bisa mengeluarkan nona noela dar sana"jawab bi sum,wanita tua itu masih memperhatikan rumah mewah majikannya yang penuh dengan sandiwara dan intrik itu.
Tepat saat bi sum melangkah pergi dari rumah penuh kenangan itu,sebuah mobil berhenti di hadapannya.
"bro itu kan bi sum,kenapa dia membawa tas besar,dan menangis?"tanya farid pada Adam,dan adam cuma mengangkat bahunya,mereka sengaja datang ke sana ,ingin melihat bagaimana keadaan noela setelah di kurung,apa sam sudah sadar atau masih tidak waras.Kedua pria itu turun dari mobil menyapa bi sum.
__ADS_1
"Bi bibi mau kemana?tanya Adam
"tuan,tolong nona noela tuan,hik hik!"
"noela kenapa?"tanya Adam kembali
"non noela dianggap tidak waras oleh ayahnya sendiri,sudah 2 hari non noela dikurung di kamarnya tanpa di beri makan,serta lampu di kamarnya pun di matikan"bi sum kembali tergugu,Farid memeluknya,mereka mengajak bi sum ke dalam mobil supaya leluasa bercerita,tidak berdiri terus.
"gila si sam,iblis apa yang mempengaruhi fikirannya,kemaren dia bahkan mengambil uang perusahaan 2 milyar hanya untuk ulangtahun clara,sekarang,hah ,"hela farid pria ini meremas rambutnya.
"kita harus keluarkan Noela dari sana apapun yang terjadi"ajak adam,pengacara itu sudah geram dengan tingkah sahabatnya yang semakin menjadi dan tidak terkontrol itu.
"sekarang nona noela di sekap di gudang belakang,tempat den farid menemukan kita dulu,bibi tidak tega den,di sana gelap,pengap,banyak tikus"bi sum menjelaskan kronologi kejadian barusan.
"siapa itu,ada yang baru keluar dari pagar samping rumah,dan sangat mencurigakan,"Farid muncurigai orang itu maling.
"apa mungkin maling?"
"mana mungkin maling,di saat ramai begini,atau jangan jangan bayangan hitam yang di lihat noela di kamarnya itu,"argumentasi adam.
"bisa jadi,ayo kita ke dalam"ajak farid.
__ADS_1
Mobil memasuki halaman rumah dan sengaja Farid memarkir tepat di depan pintu supaya bisa bertindak cepat.mereka meminta bi sum untuk tetap di dalam mobil saja.Adam dan farid pura pura belum tahu yang terjadi.Akan tetapi setelah kedua pria ini masuk,apa yang terjadi pada samuel,dia marah tanpa sebab pada kedua sahabatnya.
"Mau apa kalian berdua kemari,mau ikut campur urusan keluargaku lagi"sentak Sam sambil berkacak pinggang terutama pada adam.
"dan elo Dam mulai sekarang lo gue pecat lo dari pengacara keluarga,sebagai pengacara lo terlalu ikut campur urusan pribadi klien lo,dan lo farid kalau masih mau bekerja padaku,cepat pergi dari sini dan jangan ikut campur"
"Ada apa ini sebenarnya kenapa lo tiba tiba mecat gue,oke gue terima,lagian gue muak bekerja pada seorang pengecut seperti lo,tidak punya pendirian dan kejam."
"pergi lo,dan untuk wasiat dari amalia serta orang tua ku,sudah bukan urusanmu lagi,besok bawa dokumen dokumen itu kemari"perintah Sam
."tidak,dokumen itu sudah berada di tangan yang tepat,bukan gue yang membawa jadi lo tidak membutuhkanku soal ini,gue permisi,semoga lo tidak menyesal dengan semua tindakan lo"
Adam keluar dengan muka merah sia sangat geram,sementara Farid pura pura masih ingin bekerja padanya jadi dia keluar baik baik.Farid mencoba mengalihkan perhatian Samuel,dia membawa sebuah berkas dari perusahaan untuk di tanda tangani.
Adam mengendarai mobilnya ke halaman belakang tempat gudang itu,dia tidak peduli walau harus merusak beberapa properti yang akan di gunakan untuk pesta esok hari,dia menerjang bagai badak yang mengamuk,mobil berhenti di depan gudang,mencari alat untuk mencongkel pintu gudang itu.Adam melihat noela berbaring lemas di lantai,pria paruh baya itu mendekat,betapa terkejutnya melihat keadaan noela,tangan dan kakinya di tali,seperti orang gila beneran.Adam segera memotong tali tersebut serta mengangkat tubuh noela yang pingsan,suhu badannya sangat panas,tubuhnya lemas.
Adam menggendong gadis mungil itu ala bridalnya,meminta bi sum membuka pintu belakang lalu memasukkan noela ke dalam.Segera Adam melajukan mobilnya ke depan,sudah nampak Farid menunggu di sana.
"cepat masuk bro"pinta Adam
Pengacara itu menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.mang udin segera membuka gerbang.Sementara sarah yang mendengar suara mobil di halaman belakang segera mengeceknya tapi terlambat,dia berlari mengejar mobil adam.
__ADS_1
"pa gawat,adam menculik noela"
"apa,dasar kurang ajar,orang ini sudah melewati batasannya"marah Samuel.dia keluar ke halaman tetapi mobil Adam sudah berhasil keluar dengan mulus,Samuel menyugar rambutnya,tapi dalam hati kecilnya yanv paling dalam,samuel merasa lega,kalau noela dibawa pergi dari sana,tapi di lahirnya Samuel marah,bahkan Sam sendiri heran kenapa apa yang dilakukannya pada putri kecilnya itu,bertentangan dengan hatinya,tapi,dia tidak bisa mengontrolnya.