
"Tapi barang barang ini semua ada di kamar noe,di laci,memang terbang sendiri."ketus sam.
"tapi pa,bener ini semua bukan punya noela,"noe tidak pernah berteman bebas,apalagi makai"
"trus kamu mau bilang mama sarah yang menaruh semua ini di kamar kamu,"sahut sam.dia masih tidak percaya dengan perkataan noela.
"sabar sam,bagaimana kalau kita kembali ke rumah saja,dan mencari tahu kebenarannya"ajak farid menengahi,sam setuju dengan ide farid,mereka akan ke rumah guna meluruskan semuanya.Adam memperhatikan barang barang ini,dia sedikit banyak tahu tentang itu karena lama berkutat di ilmu hukum.
"tunggu,semua barang ini baru,belum pernah terpakai,apalagi alat tes kehamilan ini,jadi noela belum pernah menggunakannya"terang adam,dia menunjukkan pada samuel,faris dan sam juga ikut memeriksa,jarum suntiknya masih terbungkus rapi,pisaunya juga masih ada stikernya,apalagi alat tes itu,juga belum terbuka.
"tapi untuk apa kamu menyimpannya,ha masih mau di pakai,atau bilang ini punya temen kamu,nitip begitu,basi tahu"
"sumpah pa demi allah,noela tidak pernah menyimpan atau memiliki barang barang ini,untuk apa noe sholat,ngaji kalau noe terjerumus hal hal macam itu,dosa pa"
"kita sebaiknya pulang,dan urus administrasi rumah sakit dulu,tadi dokter juga sudah memeriksa noela,untuk dokter psikologi nanti sore baru ada"sahut farid,dia tidak sabar ingin melihat penjelasan sarah dan putrinya.
...
Sampai di rumah,Samuel kembali memanggil sarah
"Sarah kamu jelaskan ke mereka,darimana kamu dapatkan barang ini tadi?"tanya sam pada sarah.tiba tiba clara menimpali
"ada apa sih ma,pa apa yang di jelaskan?"tanya clara pura pura bingung
Sarah menarik nafas sebentar dan mulai bercerita,dengan penuh dramatis.
"tadi pagi ketika sari membersihkan kamar noela,dia menemukan barang barang ini ada di tempat sampah,dia melaporkan pada mama,ketika mau di buang,mama melarangnya,dan menyimpan barang itu di laci,siapa tahu diperlukan,hik jadi papa menuduh mama,bohong? "sarah menitikkan air mata buayanya sementara clara memeluk mamanya.
"noe sekarang katakan,bagaimana barang ini di tempat sampah kamarmu?"tanya samuel
__ADS_1
"tidak pa,noe tidak punya barang ini,apalagi tempat sampah".bela noela
"sekarang dimana sari,biar dia menjelaskan"
"i itu mama menyuruh sari ke supermarket,barang barang banyak yang habis"jawab Sarah
"coba hubungi sari,supaya pulang sekarang!"pinta adam
"memang om siapa seenaknya memerintah mama,nyonya di rumah ini"Clara tidak terima,clara tidak tahu kalau adam pengacara keluarga ini.
"diam sayang,kamu tidak boleh bicara seperti itu,pak adam ini teman sekaligus pengacara keluarga disini"menjelaskan pada clara
"aku akan menelpon sari".Sarah pura pura menelpon nomer sari padahal bukan no sari yang dia hubungi.hp yang di hubungi tidak aktif,cuma suara operator yang menjawab,padahal sarah dan clara sudah mengamankan sari serta bi sum di paviliun,dan mengunci pintu kamarnya dari luar.
"nomornya tidak aktif pa,mas adam,mas farid,kita sudah lama sekali kenal,dan kita berteman,apa pernah aku menipu,berbohong pada kalian,"sedih sarah
"keadaan dan waktu bisa mengubah sifat manusia sarah,apa lagi sudah lama kita tidak pernah bertemu,dan saya juga sudah mengenal baik nona noela,bahkan hafal sifat dan perilakunya"ketus adam,dia sudah tidak percaya kata kata bualan serta air mata buaya
"pa keluarkan noe,noe tidak salah pa,noe tidak benci nyonya sarah,noe jujur pa"
"kamu sebaiknya instrospeksi diri,dan awas sampai menyakiti diri sendiri lalu menuduh istri papa menyiksamu"
"sam lo keterlaluan,noela tidak mungkin bohong,"
"trus sarah yang bohong gitu,maaf dam lo memang pengacara keluargaku,tapi sarah istriku,sebaiknya kamu tidak ikut campur urusan keluargaku,"farid dan adam kaget melihat tingkah sam,ini bukan sam yang biasanya,yang selalu realistis.sementara sarah dan clara tersenyum menang
"ma kita berhasil"bisik clara.sarah manggut manggut.
Adam yang emosi pergi meninggalkan rumah itu.
__ADS_1
"Sam lo akan menyesal suatu saat nanti"
farid juga pergi tinggal mereka bertiga,dan noela yang menangis di kamarnya
"pa,apa ini tidak keterlaluan,mengurungnya di kamar,dia masih kecil pa,bagaimana kalau dia menyakiti dirinya lagi"
"biarkan saja,kalau dibiarkan terus dia akan semakin menjadi,anak itu sudah berubah,berubah liar,semenjak ibunya meninggal,dia jadi pembangkang" sarah mengajak suaminya ke kamar menyuruhnya istirahat.
"papa sebaiknya istirahat dulu,supaya tenang pikirannya,dan kita pikirkan lagi apa yang papa lakukan barusan"
"mama benar,papa stres,syok dengan kejadian hari ini,mulai noela yang mau diperkosa temennya,menuduh mama menganiaya dia,bahkan menyimpan barang barang laknat itu"
"coba papa pikir,kenapa sampai teman noela mau memperkosanya,apa mungkin tidak ada penyebabnya!"
"maksud mama,pemuda itu di pancing begitu,mereka bilang noela menolak cinta nya,dia emosi bahkan mengata ngatai noe,gadis murahan,panggilan,ah papa pusing"
Sam menjambak rambutnya frustasi,dia tidak bisa berfikir jernih kalau dekat dengan sarah dan clara,pasti dirinya kalah.
"papa mandi saja dulu,berendam supaya segar dan pikirannya fresh"pinta sarah,dia menyiapkan air hangat untuk suaminya memberi aroma terapi di bak mandinya.bukan aroma terapi yang bisa membuat tenang tapi membuat samuel bisa berhalusinasi.
Samuel berendam la di bak mandi,dia mulai berimajinasi,mengenang masa masa bersama sarah,membayangkan masa depan yang bahagia bersama sarah dan clara,dalam imajinasinya tidak terbesit sedikitpun nama noela putrinya seakan lupa kalau punya anak bernama noela.
Sarah mengeluarkan bi sum dan sari dan menyuruh mengerjakan pekerjaan mereka lagi,seolah tidak terjadi apa apa,karena sarah yakin samuel pasti lupa apa yang baru dilakukannya.
"kalian boleh keluar dan jangan pernah mengadu pada tuan kalian,kamu sum,jangan pernah menolong majikan bodoh mu itu,karena dia di kurung papanya,gadis bodoh itu baru saja jadi korban pemerkosaan"
bi sum dan sari kaget,mereka baru tahu apa yang menimpa majikannya itu
"tapi nyonya kenapa non noela malah di kurung,kasihan"tanya bi sum khawatir.
__ADS_1
"biarkan saja,dia sudah mencoreng nama baik keluarga jadi harus di hukum,sudah diam saja ,lakukan saja pekerjaan kalian jangan mengurusi orang lain.