Anakku (Mu)

Anakku (Mu)
7. Cerita Damian 2


__ADS_3

"Apa kamu menjelaskan pada istrimu, tidak bukan memang seharusnya istrimu pergi sekarang. Mommy harap istrimu tidak akan memaafkanmu dalam waktu dekat ini, biar kamu sadar dimana letak kesalahan yang kamu buat Dami. Dan mommy juga akan seperti Yuki jika hal itu terjadi pada mommy, melihat suaminya bersama orang lain itu bukan hal yang mudah. Apalagi orang itu adalah bagian dari masa lalu yang belum usai." Omel mommy Marliana, ia sangat kesal pada sikap anaknya.


"Mommy kok ngomong gitu sih...." Ucap Damian.


Ia tak jadi melanjutkan ucapannya karena mommy Marliana sudah terlebih dahulu menyela ucapannya.


"Hey apa kamu sadar kesalahannya ada di dirimu Dami bukan orang lain apalagi istrimu. Jika dari awal kamu jujur pada istrimu ini semua tidak akan terjadi. Mommy yakin sampai sekarang mungkin kamu masih belum mengatakan cintamu. Dasar anak tidak berguna, jika kamu mencintai istrimu katakan, kunci dari sebuah hubungan adalah kejujuran dan saling keterbukaan Dami. Satu kebohongan yang kamu tutupi bisa menjadi bumerang yang menakutkan di kemudian hari, itu yang harus kamu tahu. Mommy sangat kecewa padamu Dami sungguh, mommy tak pernah mendidikmu menjadi seorang pengecut seperti sekarang, anggap saja kepergian istrimu sekarang adalah karma untukmu. Dan ya, kamu yang harus menghadapi keluarga Yuki seorang diri. Karena apa? Orang tuanya membesarkan putrinya dengan cinta kasih dan kamu malah menyakitinya. Terima saja amukan dari keluarga Yuki mommy dan dan Daddy tidak ikut campur, keputusan yang diberikan mertuamu itu harus kamu terima Dami. Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba disini." Ucap mommy Marliana dengan perasaan mengebu-gebu.


Damian terdiam merenungi apa yang mommy Marliana ucapkan tak ada yang salah apa yang mommy Marliana ucapakan. Semua yang keluar dari bibirnya adalah kenyataan, kenyataan dimana disini dirinya yang salah.


Teng tong, suara Bella berbunyi dan tidak lama muncul mertua Damian siapa lagi kalau bukan pak Bambang dan Bu Noni.


"Hey, ada apa ini kenapa suasananya tidak mengenakan." Tanya papah Bambang.


"Iya ini sangat terasa mencekam, membuat bulu kuduk terasa berdiri." Gurau mamah Noni menyahuti ucapan suaminya.


Bukannya menjawab pertanyaan kedua mertuanya Damian, mempersilahkan keduanya untuk duduk.


"Pah, mah duduk dulu." Ucap Dami pada kedua mertuanya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama papah Bambang dan mamah Noni mejatuhkan bokongnya di sofa empuk tersebut.


"Tanya menantumu yang bodoh ini." Jawab mommy Marliana marah.


"Astaga, jeng sabarlah mengapa kau memarahi Dami, hey nak apa yang terjadi mengapa mommymu terlihat marah." Ucap mamah Noni disertai tanya.


"Sebelumnya aku minta maaf terlebih dahulu pada kalian berdua Bambang, sungguh aku sangat merasa bersalah." Ucap Daddy Bagas. Huhhhhhh, Daddy Bagas menarik nafasnya terlebih dahulu, untuk menetralkan perasaanya.


"Kenapa ini Bagas apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kau terlihat begitu berat untuk menyampaikannya. Memangnya apa yang membuatmu seperti ini, dan dimana Yuki? Kenapa anak itu tak menyambut kami." Tanya papah Bambang.


"Kau tau Bambang menantumu yang bodoh ini telah melakukan kesalahan pada putrimu, sehingga putrimu pergi dari rumah." Ucap mommy Marliana, amarahnya masih belum padam terlihat dari nafasnya yang naik turun.


"Sabar mah, kita dengarkan penjelasan nak Dami dulu sebelum bertindak jangan gegabah dulu. Nak Dami coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada hubunganmu dan istrimu." Ucap papah Bambang dengan tenang.


Perlahan Damian menundukkan kepalanya terlebih dahulu ia tak berani hanya untuk menatap kedua mertuanya rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi. Setelah mengatur nafasnya ia pun menceritakan semuanya tanpa ada satu pun yang tertinggal. Sekali-kali ia melihat ekspresi dari kedua mertuanya, terlihat jelas keduanya terlihat menghela napas.


"Maaf pah, mah Dami sungguh minta maaf, jika ingin meluapkan amarah kalian pada Dami, Dami pasrah." Ucapnya dengan pasrah. Tapi Dami mohon satu hal jangan meminta Yuki menceraikan Dami, Dami sungguh mencintainya sungguh." Ucap Dami menyampaikan ketakutannya dan isi hatinya.


"Jujur nak Dami rasanya papah sangat kecewa padamu, tapi untuk menceraikan kalian itu tergantung Yuki." Ucap papah Bambang dengan bijak.

__ADS_1


"Mamah juga, tapi apa yang papahmu ucapkan itu mamah setuju, itu adalah hal yang harus jadi keputusan kamu dan Yuki." Ucap mamah Noni. "Tapi satu hal yang harus kamu tau nak Dami dan kamu mungkin sudah tau akan hal ini. Jika istrimu sudah bertindak pasti ia sudah memikirkan ini dengan matang, dan sikapnya yang keras kepala. Mungkin mamah rasa istrimu sulit untuk kembali kepadamu lagi." Ucap mamah Noni.


Damian menyetujui hal apa yang diucapkan mertunya barusan. Sungguh Yuki yang ia kenal selama ini sedikit keras kepala dan ada sisi manjanya.


Dipesawat Yuki tengah tertidur, tapi sekali-kali terdengar Isak tangis dalam tidurnya. Mungkin ia tertidur karena terlalu lelah menangis itulah yang menyebabkan tertidur sambil terisak. Tak lama ia terbangun saat pesawat akan lepas landas di tempat tujuan. Setelah turun dari pesawat Yuki memandang pemandangan sekitar satu hal yang keluar dari bibirnya "sempurna".


"Huufff ada gunanya dulu belajar bahasa asing setidaknya, aku masih bisa menggunakannya disaat seperti ini." Ucapnya pada diri sendiri. "Untuk malam ini aku menginap dihotel saja, huh untung punya tabungan sendiri." Gumamnya lagi. "Eits lupa belum nukar mata uang." Ucapnya pada lagi menepuk jidatnya.


Ia tak sadar bahwa dirinya sekarang sudah menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. Bagaimana tidak ia berucap seorang diri dan ya tentunya orang pasti menggaggap dirinya gila. Setelah menyadari kebodohannya sendiri Yuki dengan cepat berjalan meninggalkan tempat itu menuju tempat pertukaran uang. Setelah menukar uang yang ia punya dengan uang dinegara tersebut Yuki langsung mencari hotel untuk penginapannya hari ini. Setibanya ia dikamar hotel ia berpikir bagaimana caranya uang yang ia miliki tidak habis tanpa arti.


"Hah aku tau, sepertinya aku membuka tempat kuliner saja disini, mmm pasti orang sini sangat langka dengan makanan negaraku." ucapanya bangga pada pemikiran kritis itu. "Semoga usahaku laku disini, besok aku harus mencari posisi yang tepat dan semoga ada tempat sewa yang cocok." ucapnya lagi. "Sayang kamu anak mommy yang paling kuat besok jangan rewel ya biar kita bisa segera dapat uang." Ucapnya mengelus perut ratanya.


Tak lama karena rasa lelah melanda ia tertidur dengan posisi terlentang bahkan ia tak sempat membersihkan diri, hanya sekedar untuk mandi.


Sedangkan dirumah Damian merenungi semua hal yang terjadi, para orang tua sudah pulang kerumahnya masing-masing.


"Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu Yuki jika kamu ketemu, aku janji itu." Ucap Damian dengan tekad yang kuat.


Ia larut dalam pikirannya sendiri hingga tak terasa ia terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2