
Anita menepati rumah baru bersama Prima.
Sesampainya dirumah baru, Anita tertegun melihat rumah barunya, sebab sangat jauh sekali dengan rumahnya.
"Mas ini terlalu besar, gimana aku beresinnya?" tanya Anita dengan polosnya.
" Anita gak mungkin aku suruh kamu mengerjakan semua sayang" jawab Prima tanpa sadar.
" Apa Mas, bener Mas sayang aku?" tanya Anita dengan polosnya, padahal didalam hatinya sangat kegirangan.
" Aduh, kenapa nanya gitu, ya kan aku suami kamu jelas aku sayang sama kamu" jawab Prima.
" Mas, kalau Mas sayang aku peluk dong" kata Anita sambil manja sama Prima.
Prima merasa aneh dengan perubahan Anita tapi ada rasa senang nya di dalam hati.
" Sini sayang" ucap Prima sambil langsung menggendong Anita dibawa ke kamarnya.
Sampai dikamar Prima rebahkan Anita dei tempat tidur yang sangat besar dan empuk, lagi lagi Anita merasa kalau tempat tidurnya jauh banget dengan tempat tidurnya.
Anita merasa hidupnya bahagia, kini dia tidak merasa sumpek, dia mendapatkan impiannya.
Malah yang didapat jauh dari yang diimpikan Anita, dia sangat bersyukur atas apa yang Allah beri padanya.
" Mas makasih ya, dengan semua yang Mas kasih, Cinta kasih sayang serta perhatian " ungkap Anita.
" Iya Sayang , aku bahagia kalau kamu bahagia" jawab Prima.
" Mas aku ingin di peluk" pinta Anita.
Prima memeluk Anita dengan kasih sayang, sehingga, Anita merasakan sesuatu yang hangat dalam batinnya.
Tiba tiba Anita menangis, dia merasa bahwa selama ini dia begitu bodoh kenapa dia bisa percaya begitu saja sama Aslan.
__ADS_1
Dulu yang mengejar itu Aslan, dia tidak mau sebab dia tau Aslan adalah adik dari Bosnya.
Namun Aslan mampu meyakinkan dia juga keluarga Anita sehingga dia bisa terjatuh ke lembah kenistaan.
Sekalipun dia tidak menginginkannya, namun tetap dia yang harus menanggung akibatnya.
Aslan hanya pelarian saja pada Anita, dia tidak sungguh sungguh mencintainya.
Di lain tempat, Aslan masih dalam masa pemulihan, dan Lira selalu mendampingi.
Di hati Aslan ada se percik penyesalan terhadap apa yang terjadi pada Anita.
Aslan ingin bertemu dengan Anita, dia ingin memastikan kandungan Anita, dia tidak mau lari dari tanggung jawab, namun disisi lain Lira sudah hamil lebih dulu.
Namun ada satu keyakinan di diri Aslan kalau anak Anita sudah pasti anaknya, tapi Anak Lira dia tidak menjamin, sebab dia tau kalau Anita saat dia sentuh masih gadis, sementara Lira selalu bermain dengan beberapa pria.
Itulah penyesalan terbesar di hidup Aslan, kenapa dia dulu memutuskan menikah dengan Anita, ya alasan terbesarnya adalah dia meragukan Lira.
Aslan setelah bangun ingin sekali menebus semua kesalahan pada Anita, gadis baik dan sabar, serta lugu.
Tidak mungkin dia harus berpisah dengan gadis sebaik Anita, yang selalu menjaga dirinya.
Namun semua tidak mungkin lagi terwujud, Anita sudah jadi kakak iparnya, Lira selalu ada disampingnya.
Dulu sebelum kecelakaan Lira selalu ada di hatinya, namun setelah bangun dari koma yang dia ingat cuma Anita.
Anita
Berbeda dengan Aslan, Anita lagi merasakan indahnya dicintai, dan dia merasa hangat hatinya.
Kesedihannya lama lama sirna, baru beberapa hari menikah namun mudah sekali Anita melupakan kesedihannya.
Prima berhasil membuat Anita bahagia, hari ini Anita tidak mau jauh dari Prima.
__ADS_1
Kemana Prima pergi dia ikut, yang lebih parahnya dia nempel kaya perangko.
Tidak bisa dipungkiri kalau Prima bahagia sekali mendapat perlakuan seperti itu dari Anita.
Anita tidak mau jauh, hanya ditinggal keluar beli makanan Anita sudah cemberut.
" Sayang kenapa kamu manyun gitu?" tanga Prima saat dia baru saja datang dari luar beli makanan.
"Mas jahat sekali sih kenapa aku ditinggal" jawab Anita tetap manyun.
" Tadi kan tidur Yang, jangan marah ya nanti cantik ya hilang" jawab Prima menghibur pujaan hatinya.
" Mas, aku makannya mau disuapi ya, boleh?" ucap Anita.
" Boleh dong, apa sih yang enggak buat istri Mas ini" jawab Prima, hati Prima sungguh berbunga bunga sebab kelakuan Anita sungguh sangat menyenangkan hatinya.
Prima tidak menyangka kalau Anita bisa se manja itu. Anita gadis tegar tapi saat hamil dia bisa berubah 180 derajat.
Untung Prima sangat mencintai Anita jadi semua yang dilakukan Anita menjadi kesenangan tersendiri buat Prima.
" Yang, sini duduknya deket, biar gak susah menyuapinya" ucap Prima.
" A a " Anita membuka mulutnya.
Anita makan dengan lahap, Prima tersenyum memperhatikan istri kecilnya itu, dia sungguh tidak menyangka bakal se menyenangkan ini menikah dengan orang yang dicintainya.
" Sudah makannya keluar yu, cari angin" ajak Prima biar Anita tidak bosen di rumah terus.
Tiba tiba Anita tidur di pahanya Prima, sambil menggambar abstrak di pahanya.
Otomatis Prima jadi gelisah, sebab yang dibawah tubuhnya ikut bereaksi.
Prima menahan semuanya, sebab kalau ngomong takut Anita marah padanya.
__ADS_1