
" Mas, boleh aku minta sesuatu ?" tanya Aslan.
" Kamu minta apa, selama ini, apa yang kamu minta selalu aku mencoba memenuhi nya, sekarang yang kamu inginkan apa?" tanya Mas Prima.
" Mas tolong jaga Anita, bila aku sampai tidak ada nikahin dia Mas " kata Aslan lirih.
" Aku pasti jagain dia, tapi untuk nikahin tidak mungkin, sudah sekarang kamu fokus dengan kesembuhan kamu aja, nanti setelah sembuh kamu bisa melanjutkan pernikahan.
" Lagian siapa lagi yang mau nikah sama Mas Prima, ogah " Anita nyeletuk.
" Hey, yang berniat nikah sama kamu siapa, masih banyak gadis diluar sana yang mengantri minta dinikahin sama aku" Prima meradang.
" Mas, kenapa jadi berdebat, sudah kalau memang kalian tidak mau tidak usah berdebat" ujar Aslan.
Tiba tiba Alsan sesek nafas, Anita segera memanggil Dokter, Aslan diperiksa dan dinyatakan koma, sebab benturan yang sangat keras di kepalanya membuat ada gumpalan darah di otak.
Prima menangis, dia merasa berdosa, bukannya tadi menenangkan Aslan malah membuat dia koma. Itu yang membuat Prima menyesal.
Anita sangat sedih, tapi dia juga bingung kenapa Aslan meminta seperti itu. Padahal Aslan sangat tau gimana Anita sangat benci pada Kakaknya itu.
Hari terus berganti, Aslan dalam 3 bulan ini tidak ada kemajuan, Aslan sudah dipindahkan ke rumah sakit yang berada di kota Jakarta.
Anita masih di dusun dan bekerja masih di tempat Prima. Berhubung permintaan Aslan masih belum bisa ia penuhi, kadang Prima merasa cemas takut terjadi sesuatu.
Pada satu kesempatan Prima memanggil Anita ke ruangannya. Anita merasa heran tidak biasanya dia dipanggil Bos langsung.
Sudah sampai di ruangan Bosnya.
" Pagi pak, ada apa gerangan Bapak berkenan memanggil saya?" tanya Anita sambil memperlihatkan wajah tidak sukanya.
" Anita, kamu masih ingat tidak dengan permintaan Aslan waktu itu?" Tanya Prima pada Anita tanpa mengindahkan pertanyaan Anita.
" Ingat, apa Bapak berubah pikiran terus ingin memenuhi permintaan Mas Aslan ?" tanya Anita lagi.
" Bukan begitu, kamu jangan kepedean dulu yah, siapa yang sudi nikah sama perempuan bar bar kaya kamu" sahut Prima, dia jadi mengucapkan yang sebaliknya dengan hatinya. Entah kenapa kalau ketemu sama Anita maunya marah aja, itu dari dulu seperti itu. Maka nya dia heran sama Adiknya yang mencintai Anita sangat dalam.
" Idih, siapa yang kepedean, terus maksudnya apa coba manggil saya, kalau ngomongin masalah kerjaan kan tidak mungkin " jawab Anita nyolot.
" Oh iya, baru ingat besok saya mau ke Jakarta, apa kamu mau ikut jenguk kekasihmu itu ?" ucap Prima merubah topik pembicaraan.
__ADS_1
" ya kalau boleh Pak, sebab kalau naik angkutan umum saya tidak punya uang juga kan belum gajihan " ucap Anita sekenanya.
" Ya udah besok saya jemput ya " ucap Prima sambil terus meneruskan pekerjaannya, dan memberi isyarat kepada Anita supaya keluar ruangannya.
" Orang aneh, katanya tidak suka sama Aku, tapi mau ngajak aku, ah sudah lah yang penting aku bisa ketemu Mas Aslan saja besok" monolog Anita dalam hatinya.
Sekeluarnya Anita dari ruangannya. " Dasar bodoh, kembali begini, selalu tidak mau berterus terang " Maki Prima pada dirinya sendiri.
Ke keesokan hari nya kebetulan hari libur, pagi pagi sekali udah sampai saja di rumah Anita, " Assalamualaikum " Prima mengucap salam.
" walaikumsalam, masuk dulu Nak Prima " jawab Pak Kardi ramah.
" Anita nya apa sudah siap Pak?" tanya Prima.
" Sudah, ayo berangkat " Anita yang menjawab bukan Pak Kardi.
" Tidak sarapan dulu Nit ?" tanya Pak Kardi.
" Nanti kita sarapan di jalan aja Pak, takut keburu macet " jawab Prima.
" Baiklah , hati hati ya, jangan terlalu ngebut bawa mobil nya Nak" pesan Pak Kardi kepada Prima. Ada sedikit ketidakrealaan kalau Anita haris pergi berdua sama Prima.
Tidak terasa akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, mereka langsung masuk menuju ruang ICU, Aslan masih seperti dulu tidak sama sekali perubahan.
Anita masuk duluan setelah memakai baju yang bias untuk masuk keruangan itu.
" Assalamualaikum Mas, apa kabarmu, apa kamu engga kangen sama aku " ucap Anita sekalipun tau tidak ada respon dari Aslan namun Anita tidak putus asa.
Setiap menjenguknya pasti mengajak bicara, malah Anita selalu mengadukan Prima kepada Aslan.
Saat Anita lagi asyik menceritakan dirinya, Prima datang tepat waktu, dia tidak langsung masuk, tapi membiarkan perempuan itu membicarakan dirinya.
Setalah agak lama baru Prima melanjutkan langkahnya masuk keruangan Aslan yang dimana disitu Anita berada.
" Sudah lega, jadi selama ini kamu selalu mengadu sam adikku ya?" hardik Prima.
" Sering sih engga, cuma setiap kesempatan ketemu pasti saya adukan sikap kamu yang arogan itu" jawab Anita tanpa takut sama sekali.
Disaat mereka berdebat, tanpa mereka sadari tangan Aslan bergerak, juga matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit.
__ADS_1
" Nita " Panggil Aslan sangat lirih nyaris tidak terdengar.
Namun Prima melihat pergerakan itu, dan dia dengan sigap memencet bel yang ada disana.
Masuklah para Dokter yang menangani Aslam selama ini.
" Permisi Mba sebentar saya periksa dulu pasien " Ucap sang Dokter.
Anita mundur lalu berbalik dan melangkah kan kaki nya keluar ruangan, tidak lupa ia membuka dulu baju ijo nya.
" Sungguh Pak, satu keajaiban Mas Aslan bisa sadar, dan langsung mengingat nama seseorang " ucap Dokter sama Prima.
" Mas, apa sekarang Mas sudah menikahi Anita ?" tanya Aslan.
" Mana berani saya nikahin calon istri adikku" ucap Prima.
" Mas, sekali lagi saya minta tolong sama Mas, nikahi Anita kasihan dia. , dia gadis baik" ucap Aslan lagi.
" Ya makanya kamu sembuh dulu baru kamu bisa hidup dengan Anita " jawab Aslan.
Aslan teringat sebelum kecelakaan itu terjadi, Aslan akan menuju rumah Anita untuk melangsungkan pernikahan.
Namun belum juga sampai ke tempat tujuan dia mendapat telpon dari seseorang, Aslam sangat kaget handphone dia jatuh ke bawah kakinya supir, supir berusaha mengambilnya.
Karena posisi terdepan rombongan pengantin, supir tidak menyadari kecelakaan mengintainya. Maka terjadilah tabrakan beruntun sebab supir lalai.
Yang menjadi Aslan kaget itu sebuah fakta yang sangat mengejutkan dirinya.
Mantan istri Prima itu adalah cinta pertamanya. Namun takdir berkata lain Lira malah dijodohkan dengan Prima. Setelah terjadinya pernikahan itu Lira memutuskan hubungan dengan Aslan yang ada di kota lain yang sedang mengeyam pendidikan.
Aslan belum tau kenapa Lira bisa memutuskan hubungan tanpa sebab.
Pada saat pernikahan di gelar Aslan tidak bisa datang disebabkan Aslan lagi menjalani ujian semester. Aslan pun belum tau siapa yang dijodohkan dengan Prima.
Saat dimana saat nya Aslan pulang, Lira ada dirumahnya bersama suaminya. Aslan kaget bukan kepalang. Dia hanya menduga duga dalam hati, Apa sebenarnya Lira yang dijodohkan dengan Prima.
Yu segini dulu ya, kita lihat kelanjutan ceritanya di bab selanjutnya.
selamat membaca.
__ADS_1