Anakku Adalah Anak Adik Ku

Anakku Adalah Anak Adik Ku
Kegalauan Anita


__ADS_3

Anita masih merenung dikamarnya, dia memikirkan ajakan Bosnya itu. Didalam hatinya Aslan masih terpatri utuh, dia tidak mau untuk menggantinya.


Tidak mudah bagi Anita berpindah ke lain hati harapannya masih tinggi untuk Aslan bisa sembuh, dia masih selalu berdoa untuk kesembuhan Aslan, namun seakan takdir membawa ke jalan yang lain.


Sampai saat ini Aslan belum juga bangun, Anita menangis dia khawatir semua akan terbongkar jika Aslan tidak bangun lagi.


Dosa yang dia perbuat bersama Aslan akan menjadi malapetaka di hidupnya.


saat itu Aslan datang padanya dengan kacau, dia mabuk, Anita berusaha membuat Aslan sadar namun apa yang terjadi Aslan malah mengambil kehormatannya yang selama ini dia jaga.


Anita menutupi semuanya dari semua orang, saat sadar Aslan berjanji pada Anita untuk segara menikahinya.


Dan Aslan menepati janjinya, namun nahas semuanya hancur atas kecelakaan yang dialami Anita.


Anita kacau dan Anita bingung harus bicara sama siapa dia sudah telat haid, dia sangat ketakutan sendiri jika orang tuanya sampai tau.


Tapi untuk menerima Prima juga Anita takut juga, apa Prima akan menerimanya.


Akhirnya Anita sampai disebuah keputusan, dia mulai menata diri dan mau bicara secara jujur sama Prima, seandainya Prima mau menerima dia akan menikah, jika tidak keputusan Anita adalah pergi ke suatu tempat untuk menghindari omongan orang orang.


Tiba di kantor Prima, Anita masuk dengan sedikit tergesa dia ingin secepatnya menemui Prima dia tidak mau berlarut larut dalam kekacauan dirinya.


Tok tok tok, Anita mengetuk pintu ruangan Prima. " Masuk" ucap Prima dia tidak menyangka yang datang adalah Anita.


Anita perlahan membuka pintu, dan melongok terlebih dahulu, sehingga mengundang reaksi dari Prima. " Masuk, ada apa pagi pagi udah suntuk aja" ucap Prima sambil terus memandang Anita .


Anita masuk sambil terus saja merapatkan mulutnya malah sedikit monyong sebab kesal pada Prima.


" Ada apa kamu datang kesini dengan wajah kusut gitu?" pertanyaan ulang Prima yang belum juga mendapatkan jawaban.


" Bisa gak kalau ada orang masuk, tidak diomeli dulu, ditanya baik baik terus dikasih minum dulu biar suasana jadi asyik" ucap Anita yang membuat Prima kaget.


" Apa, kamu mau dijamu, kamu tuh siapa Anita, sadar gak sih ini itu kantor, kalau kamu datang kesini berarti ada keperluan yang penting. urusan kantor " jawab Prima.


Prima tidak sadar kalau dirinya pun pernah melakukan kesalahan yang sama dengan Anita.


" Idih, kalau saya perlu ngomong pekerjaan gak usah kesini cukup pada atasan saya aja" sahut Anita tambah kesal.

__ADS_1


" Ya udah aku minta maaf ya, karena aku kamu tambah bete" ucap Prima dia baru sadar kalau Anita memang serius ingin berbicara padanya.


" Pak tapi saya gak bisa ngomong disini, sebab kalau ngomong disini takut ada yang dengar" ucap Anita.


" Memang mau ngomong dimana yang aman?" tanya Prima.


" Ya dimana saja yang penting tidak akan ada orang yang mendengar" ucap Anita lagi.


" Ya udah yu ikut saya" ujar Prima sambil berdiri dan melangkah keluar sambil memasangkan jasnya yang tadi sempat di buka.


Anita mengekor di belakangnya. Dia tidak tau Prima akan mengajaknya kemana. Yang penting semua urusan ini bisa dia tuntaskan sekarang.


Sampailah mereka di sebuah Apartemen yang ya tidak terlalu mewah, namun cukup Asri dan nyaman buat Anita yang memang tidak pernah masuk ke apartemen mewah.


" Pak, tempat siapa ini?" tanya Anita.


" Ini Apartemen Aslan dulu, kalau dia kesini" ucap Prima.


" Kamu belum pernah dibawa kesini?" tanya Prima.


" Tidak Pak malah saya tidak tau kalau Mas Aslan punya Apartemen disini" ucap Anita.


Prima dan Anita masuk disitu masih sama seperti dulu sebelum Aslan kecelakaan, namun yang membuat mata Anita kaget adalah sebuah pigura foto yang isinya bukan dirinya.


Dia kaget dan sedikit syok, sebab didalam foto itu Aslan menggunakan baju yang di pake saat dia terakhir ketemu.


Bisa Anita pastikan kalau foto itu baru, bukan foto lama. Dan saat Anita ingin mengambil pigura itu didekatnya terdapat sebuah buku diari.


Anita mengambilnya saat Prima berada di dapur untuk membuatkan dia minum.


Anita simpan buku itu di tasnya, dia akan baca nanti setelah sampai rumah.


Prima kembali ke depan dan Anita sudah duduk di sofa yang ada disitu, beribu pertanyaan mampir di otaknya.


Dia tidak bisa konsen, dia terus memikirkan foto tersebut, Prima sendiri tidak menyadari foto itu.


" Anita ayo kita sudah aman , silahkan kamu mau bicara apa?" tanya Prima.

__ADS_1


" Sa. saya mau bicara jujur sama Mas Prima" ucap Anita sambil menahan sesak di dada.


Mengalir Lah cerita Anita, apa yang dia alami, sebab Anita tidak pernah ingin melakukan hubungan itu, namun kecelakan itu yang membuat dia harus menikah saat itu.


Prima sangat syok apalagi Anita sudah telat haid beberapa bulan, ini membuat Prima semkin tidak karuan. Apa mungkin dia akan menerima kembali anaknya Aslan dari wanita yang berbeda.


Sungguh Prima merasa sangat pedih hatinya, bukan tidak mau menerima Anita, tapi Anita dihancurkan masa depannya oleh asiknya sendiri.


Berbeda dengan kasus Lira memang keduanya melakukan atas dasar suka sama suka, tidak dengan Anita, dia dipaksa.


Anita gadis baik yang menutup seluruh Auratnya, dia tidak mau berbuat yang tidak tidak, Anita gadis desa yang sangat polos dan lugu.


Setelah berpikir lama, karena cintanya pada Anita dan yang ada di perut Anita adalah keponakannya mau tidak mau Prima harus bertanggung jawab atas perbuatan adiknya itu.


" Anita, kamu tidak usah takut, aku akan bertanggung jawab, aku akan segera menikahi mu secepatnya, aku akan datang ke rumah orang tuamu malam ini juga" ucap Prima tegas.


" Kamu nanti malam persiapkan saja ya, bilang sama orang tuamu aku akan melamar mu secara resmi ya" ucap Prima lagi.


" Mas Prima emang tidak apa apa, aku kan bukan perawan lagi' ucap Anita dengan polos yang bikin membuat Prima semakin gemas saja.


" Aku menikahi mu bukan karena kamu masih perawan atau tidak, tapi karena aku mencintaimu" ucap Prima keceplosan dan membuat Anita kaget.


" Apa Mas, tidak salah ngomong kan Mas?" tanya Anita sambil mengulum senyum.


" tidak itu kamu salah dengar, bukan itu maksudku" jawab Prima dengan wajah yang memerah sebab rasa malu yang tiba tiba mengungkapkan perasaannya yang selama ini dia pendam.


" Alah Mas gak usah malu kaya gitu, saya suka kok kalau Mas mencintai saya" ucap Anita sambil tetap tersenyum.


" Benarkah kamu suka kalau saya mencintai kamu, bukan kamu cintanya sama Aslan ya" ujar Prima.


" Mas kalau bukan karena kecelakaan ini saya tidak ingin cepat menikah baik itu dengan Mas Aslan ataupun dengan Mas Prima" ujar Anita.


" Mas saya masih mau bebas, dan masih mau kerja dan menolong orang tua, kasihan Ibu dan Bapak sudah tua" ucap Anita lagi, yang membuat Prima semakin kagum padanya.


" Ya kamu memang gadis yang sangat baik, tidak salah kalau aku memilihmu, terlepas dari semua yang Aslan ucapkan waktu itu, tanpa Aslan meminta pun aku sudah mengagumimu" ucap Prima lagi.


Akhirnya pembicaraan berakhir dan tercapai kesepakatan antar mereka berdua, Prima akan melamar dan akan menutup aib yang selama ini Anita pendam.

__ADS_1


Anita gadis baik, san taat pada Allah, dengan cara apapun Allah akan menolongnya.


__ADS_2