Anakku Adalah Anak Adik Ku

Anakku Adalah Anak Adik Ku
Anita pindah rumah


__ADS_3

Prima pagi itu langsung berangkat ke Jakarta untuk menengok Aslan, sekalian dia ingin memberitahukan pernikahannya.


Sementara Anita dia masuk kamar dan dia mengingat sesuatu yang dia temukan di apartemen Aslan.


Anita mencari tasnya, dan setalah menemukannya dia mengambil sesuatu yang dia cari.


Setelah menemukannya, dengan tangan bergetar dia membuka lembar demi lembar.


Lembar pertama terpasang satu foto yang dia lihat di kamarnya dan ada tulisannya.


* Yang terkasih dan tersayang Lira *


" Engkau tidak pernah pergi dari hatiku, selalu menetap dalam jiwaku, seolah menyatu dalam diri, kenapa kita harus berpisah, sampai kapanpun kamulah pemilik hati ini"


Baru membaca segitu aja Anita seolah teriris hatinya, dia melihat tanggal penulisnya.


Dan betapa terkejutnya dia tanggal dimana dia terenggut kehormatannya oleh Aslan.


Anita baru menyadari kalau dia adalah pelarian dari cinta Aslan yang kandas, dia berpikir untuk apa dia memelihara cintanya, dia setia dengan cintanya nyatanya dia tidak berarti apa apa dihati Aslan.


Aslan menikahinya karena bentuk tanggungjawab saja. Anita baru paham kenapa Aslan selalu tidak bersemangat kalau ketemu dirinya.


Aslan selama ini tidak menunjukan kejanggalan dalam menjalani hubungan dengan dia yang singkat itu.


Anita menangis pedih, namun tidak ada yang harus disesali, namun sekarang Anita sudah tau tidak ada cinta untuknya, maka dia akan mencurahkan cintanya pada Suaminya.


Anita berjanji akan selalu mencintai dan berbakti pada Suaminya itu, yang dia tau yang mencintainya dengan tulus.


Anita tidak meneruskan membaca buku itu, dia tutup, dia tidak ingin mengetahui lebih lanjut dengan buku itu, dia takut semakin menyakitinya.


Anita menutup lembaran buku itu dan juga menutup lembaran kisah cintanya dengan Aslan, dia berjanji tidak akan memperdulikannya lagi.


Cukup sudah kesakitan yang dia dapat dan tahan seorang diri, dia akan menyongsong hidup bahagia.


Mungkin ini cara Tuhan untuk menjauhkan dirinya dengan laki laki yang suka berzina dan pemabuk. Itu yang tertanam dalam hati Anita.


Dengan mengucap Bismilah dia akan menjalani pernikahan ini dengan sepenuh hati, dia akan serahkan jiwa dan raganya pada Suaminya.


Dilain tempat yang berbeda Prima telah sampai ke rumah sakit yang dimana ada Aslan disana.

__ADS_1


Perlahan dia berjalan melalui lorong rumah sakit banyak orang yang berlalu lalang disana.


Sampailah dia di kamar Aslan, namun dia seolah mendengar sayup sayup tangis seorang perempuan.


Prima mengurungkan niatnya untuk memasuki kamar rawat itu. Dia mencoba menajamkan pendengarannya dan suara itu tidak asing baginya.


" Mas, bangun kamu harus tetap hidup, kamu harus ada saat aku melahirkan, jangan sampai aku malu melahirkan tanpa suami mas' ucap wanita yang ada di dalam.


Karena penasaran Prima mendorong perlahan pintu yang tidak terkunci itu, betapa terkejutnya Prima, wanita itu adalah mantan istrinya.


Jadi selama ini mereka masih berhubungan dan menghabiskan malam bersama, setelah pernikahan dengannya yang memuaskan istrinya ternyata adiknya sendiri.


" Ya ampun, aku selama ini menyayangi orang yang tidak punya hati, dia menebar benih dimana mana dan aku yang harus mempertanggung jawabkan semuanya, tidak akan lagi, aku sudah tidak akan memperdulikan lagi dengan bayi yang dikandung Lira saat ini" monolog Prima didalam hatinya.


Dia merasa geram, kenapa adiknya bisa sebejat itu, mungkin Lira saling mencintai, tapi Anita kenapa dia rusak juga dan ada benih disana.


Anita gadis yang baik, tidak pantas diperlakukan seperti itu, seandainya terjadi pernikahan mau dibawa kemana hubungan pernikahan itu, Aslan tetap mencintai Lira, dan mereka kumpul bersama tanpa ikatan pernikahan.


" Ya Ampun takdir apa ini, dia selalu harus menanggung semua akibat yang ditimbulkan oleh Asla , betul dia menyayangi Aslan, tapi kenapa harus selalu dia yang kena getahnya.


Lira bangkit dari duduknya sia merasa ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Aslan.


Prima setelah tau kebusukan istrinya dan Aslan dia semakin membenci Lira, seandainya Lira mau mengambil anaknya dia akan serahkan, walaupun dia terlanjur menyayanginya.


Namun setelah tau semuanya, ada perasaan ingin mengenyahkan semua yang ada hubungannya dengan mantan istrinya itu.


Lira tidak menyadari ada dua telinga yang sudah mencuri dengar semua perkataannya.


Lira tersenyum kecut saat melihat laki laki yang sangat ia cintai terbaring tidak berdaya.


Sementara kehamilannya sudah akan masuk umur 6 bulan.


Ya selama ini Aslan dan Lira tidak benar benar putus, mereka saling berhubungan.


Termasuk hubungan intim mereka kerap melakukannya.


Karena terlalu sering melakukannya sekalipun memakai pengaman tetap saja ada yang bocor juga, maka hamil anak kedua.


Nah saat mendapat kabar Lira hamil ,Aslan masih sulit menerima sebab Lira saat itu punya kekasih, Aslan pikir Lira hamil oleh pacarnya, makanya dia menelan kekecewaan dan dia minum minuman yang memabukkan.

__ADS_1


Disitulah tragedi terjadi sehingga merugikan bagi Anita, tadinya Aslan mau mengakhiri hubungannya bersama Anita sebab dia tidak bisa melupakan Lira.


Namun yang terjadi sebaliknya, dia malah merusaknya. Sekalipun dia tidak begitu mencintai Anita, namun dia menghormati Anita sebab Anita bukan gadis yang suka neko neko.


Saat Aslan mau melangsungkan pernikahan dia mendapat telpon dari Lira dan saat itulah kecelakaan terjadi dan sampai saat ini Aslan terbaring lemah di rumah sakit.


Namun hari ini ada satu keajaiban, Aslan bisa menggerakkan tangannya, di bawah sadarnya Aslan merasakan tangan orang yang sangat dicintainya menggenggam tangannya.


Aslan tidak mau terlepas dari tangan itu, dan suara anak kecil perempuan yang memanggil dia Papa, namun saat ingin memeluknya mereka menjauh dan Aslan tidak mau melepaskan lagi cintanya.


Aslan berlari dan ada cahaya, mereka menjauh semakin jauh, Aslan mengikuti cahaya itu, dan dia memasuki lorong cahaya itu.


Tanpa Lira sadari Aslan membuka matanya perlahan, dan mengerakkan jarinya. Aslan mencoba bicara namun belum mampu melakukannya.


Dia hanya terdiam dalam kamarnya itu, tanpa ada yang menyadari kalau dia sudah siuman dan terbangun dari tidurnya yang cukup lama.


Lira membalikkan badannya dan kembali menatap Aslan dia seolah terkejut dan tidak percaya kalau Aslan memang terbangun dari komanya.


Lira menangis dan dengan cepat memanggil Dokter yang merawat Aslan selama ini.


Melihat Lira berlari, Prima berpikir negatif


dia menyangka apa apa dengan Aslan, maka dia menerobos masuk tanpa memperdulikan Lira yang ada di situ.


" Dokter apa yang terjadi dengan adik saya" ucap Aslan panik.


" Sebentar Pak, Bapak keluar dulu saya akan memeriksanya, pasien baru saja sadar" jawab sang Dokter.


Otomatis Prima terkejut dengan berita itu, ada rasa bahagia, ada juga rasa kesal, namun rasa bahagia mendominasi hatinya.


Prima keluar ruangan dan menunggunya, dia tidak memperdulikan Lira yang duduk tidak jauh darinya.


" Mas maafkan aku, selama ini aku melakukan kesalahan yang sangat patal" ucap Lira.


" Sudahlah, apapun masalahmu, aku sudah tidak perduli lagi, apa yang kalian perbuat maka pertanggung jawabkan, jangan lagi mengorbankan anak anakmu" jelas Prima.


" Jangan terus mengandalkan perasaanmu, tapi tidak memperdulikan akibatnya, kalau perlu kamu menikahlah dengan Aslan dan rawatlah anak kalian itu termasuk Riki"


" Apa Mas? boleh aku mengambil anak aku itu" tanya Lira seolah tidak percaya bagaimana pun Riki anaknya tidak ingin dia dipisahkan lagi.

__ADS_1


Kalau tidak karena terpaksa dia tidak mau memberikan hak asuh pada Prima, ya walaupun Prima Omnya namun tetap saja bukan anaknya.


__ADS_2