
pov andin.
Namaku Andin pradita Maholtra, aku berasal dari keluarga yang berkecukupan atau yang biasa dikenal sederhana. Aku tinggal bersama ibu, ayah tiriku, dan adik laki laki ku. Kalau kalian bertanya dimana ayah kandung ku aku pun tak tau dimana ia sudah meninggalkan aku sejak aku masih balita. sekarang adalah hari dimana aku akan di pindahkan sekolah, tapi aku bukan hanya sekedar pindah sekolah yang membuat aku sedih tetapi aku akan pindah kota dari kota B menuju desa ******. selama perjalanan ke kota D aku ditemani oleh kakek ku karena ibuku tk bisa meninggalkan adikku yang masih baru saja memasuki sekolah dasar, sedangkan ayahku ada tugas keluar kota. Sesampainya aku di rumah bibiku aku terkejut aku kira desa ini sama dengan di film film yang aku tonton, ternyata desa ini cukup ketinggalan zamannya karena masih sedikit pemukiman warga, lebih banyaknya adlah penggunungan desa ini seperti dikelilingin oleh penggunungan. Sesampainya aku disambut oleh keluarga ibuku entah siapa saja aku pun tk kenal mereka yang aku kenal di antara mereka hanyalah pamanku, bibiku, dan ibu dari nenekku.
«»∞«»
*pov auth**or*
Keesokan harinya, Andin mendatangi sekolahnya sesampainya disana lagi lagi dia di buat terkejut karena sekolah tsb sangatlah sederhana tk seperti sekolah nya yang ada di kota. Dia masih mengamati sekolahnya tanpa memperdulikan pandangan para siswa disana memandangnya dengan tatapan bingung mereka. belum sempat melihat sekelilingnya hp milik Andin bergetar di dalam saku nya.
''halo.. ''
''halo, din. lo gimana udh nyampek belum lo di desa nyokap lo.?'' tanya orang yang diseberang sana yang tak lain adalah sahabat Andin,
''telat lo nanya sekarang gw udh sampe kemarin sore kali''
''ya gw kan gk tau lagi pula lo gk muncul di grup semalam''
__ADS_1
''lo kira gw apa hah...lo kira gk capek apa perjalanan berjam jam''
''ya maaf din gw kan khawatir sama lo''
''ya gw maafin''
''eh lo sendirian nih yang lain pada kemana?'' sahabat Andin ada 4 ber5 sama Andin, Indra, rendi, sarah, dan ghea si ratu bolos.
''ada di kelas, gw bolos males banget ikut pelajaran sekarang''
''yee ada ya gw rajin, bahkan rajin banget klau menurut gw''
''apaan emang?''
''rajin belajar makan.'' sambil di iringi cengirannya.
''itu mah bukan belajar gobl*k''
__ADS_1
''Andin ayo kepala sekolah nya sudah datang.'' panggil pamanya
''iya Man. Udah dulu ya bye.'' ucap andin sambil mematikan panggilan tanpa menunggu jawaban Ghea.
Andin pun mengikuti pamannya dan bibinya memasuki ruangan kepala sekolah. mereka cukup lama berbincang bincang tentang andin, sang empu yg dibicarakan hanya diam saja tanpa minat ikut andil dalam berbicara. Sejam kemudian setelah selesai dengan pembicaraan mereka dan andin tlh menyelesaikan isian formulirnya. Ia pun diantar menuju ruang kelasnya, begitu terkejutnya ia sesampainya di kelasnya yang hanya berjumlah sekitar 20 org itu dan ukuran kelasnya.
''astaga ini mah bukan ukuran kelas tapi ukuran toilet kali yah. gila kecil amat dah ukuran kelasnya''batin andin.
silahkan perkenalkan diri kamu ke teman sekelas kamu
baik, pak. Perkenalkan nama gw Andin Pradita Maholtra panggil Andin aja. gw pindahan dari kota B ucap andin dengan senyum kikuknya.
baik silahkan kamu duduk di kursi kosong belakang pojok itu
baik, terima kasih.
Andin langsung menuju ke tempat dudk nya yg sudh di tunjukan oleh kepala sekolah tsb. pelajaran pun dimulai kembali entah apa yg ada di pikiran andin ia masih blm saja berkonsentrasi.
__ADS_1