
Pagi ini Andin melakukan rutinitasnya seperti biasa sesampainya di kelas ia akan membersihkan kelasnya walaupun itu bukan piketnya. Tak lama, banyak sudah yang datang dan teman sebangkunya juga sudah datang dan ia tak merasa kesepian, lalu ia berbincang bincang dengan temannya itu karena memang temannga itu walaupun mondok tapi tidak sekamar dengannya jadi ia tak memiliki waktu untuk bersama kecuali di sekolah. Karena asik nya ia mendengar curhatan temannya itu tentang kakak kelasnya sekaligus ustadz di santri putra, yah lebih tepatnya Anna(nama teman sebangku Andin) menyukai ustadz plus kakak kelasnya itu yang tidak diketahui oleh Andin.
"Andin kamu bisa bayangin dia itu baru aja masuk tahun lalu tapi dia udh menyandang panggilan ustdz, Masya Allah Din selain pinter dia itu juga gantengnya minta ampun." curhatnya.
"tapi sayang Din dia itu cuek banget sama perempuan, jadi sulit banget buat dideketin."
"ya udh biarin aja kan klau jodoh gk kemana. lagi pula itu bagus dong klau dia cuek sama perempuan berarti dia gk pacaran dan bukan buaya darat." timpal Andin
"ia juga yah Din bener kata kamu berarti dia gk playboy dong.. "
"emang klau boleh aku tau org nya yang
mana siih kok aku gk tau walaupun hampir tiap hari denger berita tentang dia "
"memang nya kamu gk tau orgnya yang mana? astaga Andin kamu itu udh lama sekolah disini tapi gk tau siswa paling gamtengnya dan cueknya disini? "
"heheeee.... gak karena menurut aku gk penting buat aku tau"
" gak pokoknya kamu harus tau Andin, tapi aku takut kamu nanti malah suka sama dia lagi klau aku kasih tau"
"enak aja emang aku ini apaan.. lagi pula aku itu gk mau punya hubungan sebelum aku punya kerjaan, dan kamu gk ush khawatir karena aku gk mau kamu kenalin sama cwok yang kamu maksud"
"benerin kamu gk kepo"
"gak mending kekantin makan yuk"
"gak ahh males soalnya di sana gk ada ustadz"
"ustadz aja yang ada di fikiran kamu"
"Asalamualaikum" ucap seseorang yang membuat pembicaraan nya terputus.
__ADS_1
"waalaikum salam" jawab mereka kompak.
orang tersebut berjalan ke dalam tepatnya ke arah meja Andin, sedangkan Anna sedari tadi memandangnya kagum karena ia adalah pria yang ia sukai yang biasa ia sebut ustadz.
"Andin ini, maaf kemarin aku ada tugas mendadak jadi gk sempat memfotocopynya" sembari memberikan beberapa kertas yg berisi kisi kisi lomba.
"gk papa kok kak, makasih yah udh di fotocopy in trus di anterin ke kelas segala lagi"
"ia sama sama "
"ooh yah Din sekarang kita gk ikut ***, karena kita ada bimbingan dengan Pak Sujak. Kebetulan beliau sekarang kosong, sekarang beliau menunggu kita di perpustakan"
"jadi mksd kakak kita bolos gitu"
"gk lah tp kita izin, tp kamu gk ush izin sendiri karena pk kepsek sudah mengizin kan kita kepada pengajar hari ini"
" ooh gitu yah kak,"
"klau gitu ayo kasian pak sujak kelamaan nunggu di perpust"
"eh din, aku boleh tanya gk? " tanya Anna.
"tanya apa An? tanya aja " jawab Andin sambil merapikan buku yang sempat ia keluarkan dan memasukkan ke dalam tasnya.
"kamu kok bisa kenal sama ustadz? "
"ustadz? " ucap Andin memberhentikan kegiatannya.
"ia yg aku ceritakan itu dia kak Hasby, si ustadz tampan. "
"bukannya dia ketos yah? "
__ADS_1
"ia dia menjabat ketos di sekolah sedangakan di pondok dia jadi ustadz kata adek aku"
"ooh gitu"
"trus kamu belum jawab pertanyaan aku, kok bisa kamu kenal sama ustadz dan trus yg dia kasi apa? "
"jadi gini waktu kamu gk masuk kemarin aku dipanggil kepsek dan aku ditunjuk jadi partnernya kak Hasby untuk lomba KSM tahun ini dan ini kisi kisi lomba nya"
" ooh gitu. "
" ya udh aku ke perpust yah"
Andin berjalan keluar kelas, ia mengira karena ia lama di kelas ia tidak ditunggu depan kelasnya karena menurut cerita Anna, Hasby adalah sosok yang sangat cuek terhadap perempuan. Tapi terbakannya salah karena Hasby, memunggunya di depan kelasnya. Saat berjalan menuju ke perpust mereka tk berbicara,mereka hanya berjalan beriringan. Tentu saja itu dapat menarik pandangan para siswa dan siswi yang mereka lalui, karena memang bel masuk belum berbunyi.
«»••«»
Hari demi hari telah terlewati, sampai dimana akhirnya Andin dan Hasby berangkat mewakili sekolahnya. Sebelum keberangkatan mereka diberi fasilitas berupa hp milik sekolah karena mereka takut ada masalah atau kendala disaat tidak bersama dengan guru pendamping, tentu saja itu membuat Andin sangat senang karena ia sudah lama tidak memegang hpnya. Selama di perjalanan Andin memainkan hpnya membuka akun ig-nya untuk mengabari klau hari ini ia akan mewakili sekolahnya untuk mengikuti KSM. Tentu saja ia di introgasi oleh orang tuanya karena ia bisa mengabari melawati hp, itu semua tidk ada yang ia jawab. Sama halnya Hasby juga mengabari orang tuanya yang ada di kota M. Tak lama mereka sampai tentu saja sesampainya itu guru pendamping berpisah dengan pesertanya. Andin dan Hasby mencari tempat untuk duduk di Aula acara tsb. sedangkan guru pendampingnya menghadiri rapat para guru pendamping di Aula gedung yg lain. Acara demi acara telah di lalui di gedung aula, sampai pada waktu para peserta masuki ruangan nya masing masing. Tentu saja Andin dan Hasby berpisah karena tidak ada yang satu sekolah satu ruangan pasti mereka di pisahkan, Andin yang kebingungan mencari ruangannya karena tidak pernah mengikuti lomba, akhirnya Hasby membantunya mencari ruangannya. Disaat telah menemukan ruangan Andin, Hasby langsung pergi. Disaat menunggu kedatangan pengawasnya Andin, bukannya membuka pelajarannya tapi ia membuka akun ig-nya kembali karena alasan Andin tidak belajar di ruangan tsb. karena memang ia dan Hasby tidak membawa tas atau buku hanya saja pensil dan penghapus yg diletakkan di saku bajunya. Karena merasa sahabatnya lama membalas chatnya akhirnya ia mencoba melohat kesekelilingnya dan penglihatanya tak sengaja melihat salah satu peserta di pintu masuk ruangan tsb. ia sedang melihat denah tempat duduknya lalu masuk dan trus mencari saat melewati tempat Andin berada ia tersenyum manis, Andin hanya menanggapinya dengan senyuman canggung. Laki laki itu mengelilingi ruangan tsb. karena tak menemukan tempat duduk yg ia cari, ia kembali lagi ke pintu dimana denah tempat duduk berada stelah melihat lagi ia kembali melihat meja yg ada di samping pintu tsb. ternyata disana lh tempat ia duduk.
(pasti itu ngeselin plus malu banget ia kan habis keliling keliling ruangan yang lumayan besar ternyata tempatnya deket sama pintu masuk&keluar hehee😁).
«»•••«»
Setelah mengerjakan soal soal. para peserta keluar dari ruangannya tapi ruangan yang di tempati Andin masih belum keluar padahal bel keluar sudah berbunyi. 15 menit dari bel berbunyi akhirnya ruangan Andin keluar juga, Andin langsung keluar karena ia tadi melihat Hasby sedang menunggunya. Karena terburu buru Andin menabrak laki laki yg tadi yg memiliki tempat duduk di dekat pintu.
"astaga sorry...sorry. aku gk sengaja" ucap Andin dengan wajah yang bersalah.
" gak papa kok aku juga salah kok" ucap laki laki itu.
"ya udh klau gitu aku permisi dulu" ucap Andin melenggang pergi meninggalkan laki laki tsb yg masih mematung di tempatnya.
"siapa ya cwek itu manis banget kelihatanya? sayang banget tadi aku gk minta nomer hpnya! kapan pintarnya siih kamu raf. ooh iya klau gk salah tadi namanya dita iyah aku gk sengaja melihatnya di mejanya tapi dita siapa yah? ahh bodoh lah aku liat aja di mejanya" batin Raffa, RAFFA ANGGA ALDEBARAN.
__ADS_1
Raffa langsung berlari menuju ke meja yang tadinya di tempati oleh Andin, ia memfoto nomer peserta milik Andin. Lalu ia beralih ke pintu denah tempat duduk peserta lalu mencocokkan nomor peserta milik Andin ke nomer peserta yg ada di pintu tsb.
"ternyata namanya ANDIN PRADITA MAHOLTRA bagus juga namanya sama kayak orangnya." batin Raffa.