Andin'S Story

Andin'S Story
bab 10


__ADS_3

POV ANDIN.


Aku begitu tak menyangka hanya karena satu kejadian itu membuat hidupku begitu berantakan. Awalanya aku ingin mengaborsi kandungan ku, tapi karena aku tak tega dengan bayi ku karena ia tak bersalah jadi aku putus kan untuk merawatnya sendiri. Aku berencana kabur dari pondok dan keluarga ku tanpa ada yang mengetahui nya.


Sesampainya aku di kota aku bingung akan pergi kemana lagi karena memang aku tak pernah pergi ke kota ini. Disaat di warteg aku tak sengaja melihat seorang wanita tua bersama cucunya dengan Tas di sampingnya, sepertinya cucunya menangis karena lapar. Aku yang tak tega menghampirinya dan bertanya pada nenek tsb. dan benar saja mereka belum makan bahkan sudah 3 hari aku mengajak mereka makan bersama ku.


Aku berencana mengantarkan nenek tsb ke rumahnya tapi ternyata nenek dan cucunya itu meminta ku untuk tinggal bersama dengan nya. Karena aku juga bingung akhirnya aku menerima tawaran nek Fatim, aku ikut mereka. Setelah sampai di alamat yang ditunjukkan oleh nek Fatim, sampailah kami di rumah berlantai 2 yang sangat sederhana dengan halaman yang penuh dengan sampah daunan.


"ini bener rumah nenk?" tanya ku memastikan karena tadi nek Fatim berkata sudah lupa lupa ingat.


" iya bener. ini rumah nenek dulu, ayi kita masuk ini nenek bawa kuncinya. "


" ya udah ayo biar tasnya aku yang bawa nek. Nenek buka pintunya aja. " kami pun masuk kedalam, begitu banyak debu dimana mana.


"kayaknya kita harus kerja dulu gak bisa langsung istirahat" ucap nenek.


" gak papa nek, anggap aja lagi olahraga kan" jawab ku.

__ADS_1


" sekarang kamu pilih mau kamar yang mana"


" nek aku mau di atas ya nek" ucap Daren.


" ya udah yuk Daren kita ke atas. " ucap ku yang langsung di sambut dengan senyuman


" yuk kak. " jawab Daren.


" klau kalian mau diatas juga gak papa, nenek di bawah aja."


" ya udh kita atas yah nek"


" iya nek"


Aku dan Daren langsung menuju ke lantai 2, disana ada 4 kamar. Aku memilih kamar yang berada di depan se belah kanan Karena kamar tsb ada balkonnya disamping dan du depan nya, balkon samping langsung terarah ke kolam renang sedangkan balkon depan tertuju ke halaman depan. Sedangkan Daren memilih kamar yang ada di depan kamarku sehingga kamar kami berseberangan. Aku langsung merapikan kamarku dan kamar mandinya.


 

__ADS_1



 


POV AUTHOR


Setelah semuanya rapi, Andin membersihkan tubuhnya lalu istirahat sejenak. Saat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam Andin bangkit dari kasurnya dan mengambil tasnya dan oergi turun ke bawah.


" kamu mau kemana nak? " tanya nenek.


" aku mau keluar sebentar nek mau cari supermarket deket sini. "


" emang kamu udah tau daerah sini? "


"enggak siih nek, tapi nanti kan bisa naik taksi nek"


" ya udah tapi jangan malem malem pulangnya yah"

__ADS_1


Andin pun keluar dan menyetop taksi di depan rumahnya. Sesampainya di supermarket Andin turun dan mencari barang yang ia cari. Andin membeli peralatan mandi untuknya dan untuk nenek dan Daren, setelah itu ia membeli susu untuk ibu hamil dan untuk Daren lalu ia membeli perlengkapan dapurnya semacam sayur sayuran, buah-buahan, dan daging. Setelah selesai Andin langsung menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya, saat Andin melihat jam ditangan nya jam tlah menunjukkan pukul 20:30.


Setelah keluar dari supermaket Andin memutuskan untuk mencari makanan untuk dirinya dan nenek dan Daren, karena mereka masih belum makan apapun sedari tadi siang.


__ADS_2