
Hari demi hari telah berlalu, sikap Andin yang awalnya ceria dan ramah berubah drastis menjadi dingin dan pendiam. Dia selalu saja menyendiri di kelas ataupun di pondoknya. Setelah kejadian tempo hari Andin dan Wahyu tak pernah lagi bertemu
" oh ya katanya Pak Wahyu tunangan sama Bu Sari yah? " celetuk seorang gadis yang baru saja masuk ke kelas bersama temannya, ia bernama Mila.
"klau katanya siih gitu, emang Bu Sari itu yang mana siih kok aku gak tau?? " tanya satu nya.
" itu loh masa kamu gak tau siih penjaga UKS yang baru, klau katanya sih dia seorang perawat di rumah sakit tapi aku gak tau dimana rumah sakitnya"
"ooh itu cantik juga cocok kok sama pak Wahyu yang ganteng hehee"
"jadi pak wahyu udh tunangan lalu bagaimana aku. Bagaimana nasib aku,masa depan aku?siapa laki-laki yang mau menerima aku yang sudah tidak suci lagi? " batin Andin, sembari menundukkan kepalanya karena ia sudah tak kuasa menahan air mata yang sudah memaksakan untuk jatuh. Tak lama setelah itu pandangan Andin mulai memburam, hiangga gelap. Andin pingsan, seluruh siswa yang ada dikelas heboh karena Andin pingsan mereka langsung membawa Andin ke UKS.
Seampainya di UKS Andin langsung diperiksa oleh Sari yang tak lain adalah tunangan Wahyu. Disaat memeriksa Sari merasa aneh dengan tubuh Andin tapi ia berfikir positif ia merasa analisis nya salah. Selang 15 menit, Andin sadar dari pingsan nya, Sari yang menyadari klau Andin tlh sadar langsung menghampiri Andin.
" kamu sudah sadar? bagaimana keadaan kamu sudah baikan?" tanya Sari.
"saya hanya merasa haus dan pusing "
"ini minum dulu! " sambil mengulurkan air mineral pada Andin, dan membantu Andin untuk duduk.
" kamu tadi pagi sarapan?"
" iya bu, saya tadi sarapan kok walau sedikit"
"kamu lagi sakit?? "
" enggak kok bu saya sehat sehat aja tadi pagi cuman saya pusing sebelum pingsan"
" ibu boleh tanya sama kamu tapi tolong jawab dengan jujur yah? "
" kamu punya pacar?? "
" enggak kok bu, gimana saya mau pacaran saya aja mondok kok"
__ADS_1
"jadi kamu mondok"
"apa ia analisis ku salah. Apa aku suruh tes aja yah? "batin Sari yang tengah di landa kebingungan.
" emang nya kenapa bu?? "
" enggak kok, oh yah kamu udh menstruasi?? "
"mens... tru.. asi.. " gumam Andin sambil berfikir." bulan ini kan aku belum menstruasi bahkan aku udah telat sebulan. Apa iya aku? gak gak mungkin aku hamil. gak itu gk mungkin terjadi kan. " Batin Andin.
" Andin.. Andin" panggil Sari.
"eeh iya bu, "
" kapan kamu terakhir menstruasi?? "
" hmmm... sa..ya lu..pa bu... "
" emangnya kenapa bu?? "
"udah kamu istirahat aja balik ke kelasnya nanti aja"sambung Sari.
"saya udah mendingan kok bu, saya sekarang aja baliknya saya takut ketinggalan pelajaran juga. "
" ya udah kalau kamu udah mendingan, hati hati yah "
Andin pun kembali ke kelasnya dengan fikiran yang entah kemana dia sama sekali tidak fokus sehingga ia terduduk di kursi taman belakang sekolahnya. Pandangan nya kosong lurus kedepan, sedangkan fikirannya berkelana entah kemana??
"apakah aku harus mambeli tesp*k untuk mengetahui nya. tapi aku takut bagaimana dengan hasilnya klau positif. gk ada salahnya kan mencoba semoga saja hasilnya negatif, tapi bagaimana aku mau membelinya sedangkan aku tidak bisa keluar untuk pergi ke apotik."
Andin trus berfikir bagaimana caranya ia keluar dari sekolah, sehingga ia melihat pintu kecil di belakang sekolah yang tak jauh dari taman belakang sekolah. Andin pun langsung membuka pintu tsb. sebelum keluar Andin melihat ke belakang untuk memastikan aman tidak ada yang melihatnya keluar sekolah, setelah merasa aman Andin keluar dari sekolah melakui pintu yang ia temukan tadi.
Andin trus menyusuri jalan raya sampai ia berhenti di depan Supermarket, ia melihat barang yang ia cari ada didalam. Tanpa menunggu lama Andin langsung masuk dan mengambil barang tsb dan menuju ke kasir untuk membayarnya.
__ADS_1
" ini buat siapanya dek?"tanya kasir itu. Karena melihat anak berseragam SMA membeli barang seperti itu.
"ini.. buat..kakak saya. yah itu buat kakak saya dirumah. "
Setelah membayar Andin langsung keluar dan kembali ke Sekolahnya, sesampainya di sekolahnya Andin tak langsung ke kelasnya melainkan langsung ke toilet.
" gak ini gak mungkin kan ini pasti salah. pasti alatnya rusak kan,"
Andin mencoba sampai 3 kali tapi nihil hasilnya selalu sama yaitu 2 garis merah. Andin menangis didalam toilet untung saja sekarang semua siswa sedang di dalam kelasnya jadi tak ada yang mendengar tangisan Andin. Saat merasa tenang Andin keluar dari toilet dan ia mencuci wajahnya di wasteful, dan di keluar berjalan menuju suatu ruangan. Sesampainya ia disana ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu, saat didalam ia dapat melihat seorang laki-laki yang sedang duduk di balik meja itu yang sedang memandang nya dengan bingung dan kaget.
" Andin ngapain kamu kesini dan masuk tanpa mengetuk pintu" gerutu Wahyu.
" saya kesini mau minta bapak untuk tanggung jawab "
"tanggung jawab apa maksud kamu??"
Andin melempar tesp*k ke depan Wahyu yang masih kebingungan, sedangkan wahyu yang bingung akan perkataan Andin langsung mengambil barang yang dilempar Andin betapa terkejutnya ia melihat.
" ka.. ka...mu ha... mil.. "
"iya pak saya hamil... ini semua karena bapak, saya hancur pak. " teriak Andin yang untung saja ruangan Wahyu kedap suara sehingga tak kan ada yang mendengar pembicaraan dan teriakan Andin.
" gk gk mungkin kamu pasti mau menipu saya kan. Saya gk percaya sama kamu, walaupun kamu hamil sekalipun saya gk yakin apakah anak itu anak saya"
"apa maksud bapak?"
" maksud saya itu belum tentu anak saya karena kamu pasti sudah tidur dengan laki-laki lain kan"
"asal bapak tau saya gk seperti yang bapak bilang bahkan kehormatan saya bapak yang mengambilnya dengan paksa"
" tapi bisa saja kan kamu tidur dengan laki-laki lain setelah kejadiaan itu, udah sekarang kamu keluar dari ruangan saya karena saya gk akan menikahi kamu karena saya akan menikh dengan tunangan saya sebentar lagi."
" pak saya mohon pak anak ini memang anak bapak, "
__ADS_1
"itu bukan anak saya dengar kamu sekali lagi itu bukan anak saya, saya tidak akan mengakui anak itu"