
keesokan harinya Andin sudah berada di dalam mobil pamanya yg akan mengatarkan di masuk ke pesantren, didalam mobil Andin hanya diam tk banyak bicara dia hanya bermain ponselnya sambil menggunakan earphone nya.
''Andin.. andin..''panggil bibinya dari depan.
Andin yang sedang menggunakan earphone tidak menanggapi panggilan bibinya karena ia tk memdengar suara apapun hanya lagu dari earphonenya. Saudara sepupunya yang berada disampingnya pun menyenggol andin, sedangkan yg disenggol hanya melirik tk menanggapi nya karena kesal tak di tanggapi Fatih(nama saudara sepupu Andin) pun langsung membuka earphone Andin membuat Andin langsung mengerutkan dahinnya.
''apaan siih.?''tanya Andin dengan nada kesal
''itu kamu dari tadi di panggil sama bibi.'' jelas Fatih
''ada apa bi?''
''enggak bibi cuman mau ngasih tau kamu klau nanti kamu gk bakal megang hp.'' jelas bibinya
''loh kok gitu siih bi''
''namanya juga mondok klau kamu megang hp namanya bukan mondok tapi ngekost.'' sambung Fatih
''tapi klau aku liburan aku bisa megang hpkan bi''
''kyknya gk karena hp kamu disuruh bawa pulang lagi ke kota sama ibu kamu, dan nanti kamu klau pulang kamu pulang ke rumah orang tua paman kamu karena bibi sama paman mau balik lagi ke kota.''
''lh klau bibi sama paman balik ke kota aku gimana nanti''
''ada saudara paman kamu disini dia juga yg bakal mantau kamu selama berada disini..''
''serah deh..'' jawab Andin dan langsung memalingkan wajahnya.
Selama perjalanan andin hanya diam menatap keluar jendela dan mendengarkan musik melalui earphone miliknya. Tak lama mereka semua tlh sampai di kediaman pesantren yg akan di tempati oleh Andin, disaat masuk Andin langsung melepas earphonenya dan langsung menaruhnya di mobil pamanya sedangkan ho miliknya ia letakkan di sakunya. kegiatan demi kegiatan mereka lakukan bgaimana prosedur, tiba saatnya orang rumah Andin pulang.
''ya sudah klau gitu kami pulang dulu ingat jangan bikin ulah lagi disini karena disini bukan di kota.'' nasehat pamannya, Andin hanya menganggukan kepalanya.
''hp kamu mana nanti bibi kasih sama ibu kamu''
''bi gk bisa apa hpnya dititip ke siapa gitu nanti klau aku libur pondok gimana klau gk ada hp gk seru''
''bibi gk tau ibu kamu semalem nelpon dia bilang hp kamu disuruh bawa pulang, emang ibu kamu gk nelpon?''
''gk ibu gk nelpon aku seminggu terakhir ini klau aku telpon gk di angkat.'' ucapnya dengan wajah murung
''hmm mungkin ibu kamu lagi sibuk ngurusin adek kamu kan kamu tau sendiri gimana adek kamu nakalnya minta ampun''
''ya udh nih bibi hpnya.'' sambil mengulurkan hpnya ke arah bibi nya.yang langsung diterima oleh bibinya
''ya sudah kamu jaga diri baik baik disini jgn sampai telat makan juga.'' ucap pamannya yang diangguki kepala oleh Andin.
__ADS_1
''ya sudah klau gitu kami pulang dulu.'' lanjut pamannya Andin langsubg menyalami paman dan bibinya.
klau para pembaca menanyakan kemana Fatih, Fatih ada disamping Andin. Fatih memang sudah mondok dari dia memasuki kelas 5 sdnya. Jadi gk ada kata mewek baginya karena di sudah terbiasa dengan swmua suasana.
Setelah melihat kepulangan paman dan bibinya Andin dan Fatih langsung masuk ke area pesantren putri untuk menuju ke kamar mereka. Sesampainya di kamar mereka Andin terkejut karena barang barang Andin sudah ada yg merapikannya di lemarinya, yah teman sekamar Fatih yg merapikan lemari milik Andin. Fatih yg melihat perubahan wajah Andin langsung menanyakan ada apa dengan Andin.
''Andin kamu kenapa.'' tanya Fatih
''gk kok gw gk papa, tapi itu kenapa barang2 gw mereka yang ngeberesin''
''disini itu emang gitu klau ada santri baru.'' jelas Fatih, Andin hanya beroria.
''ya udh kesana yok.''
''hai udh selesai belum, sini Andin kenalin mereka temen aku yg bakal jadi temen kamu juga.''
''udh kok hai andin semoga betah yah.''
''iya makasih yah dan juga makasih karena udh ngerapiin lemari gw''
''ia gk papa kok malah kami seneng ia kan temen2. jawab salah satu mereka.''
mereka pun larut dalam perbincangan nya mereka senang karena teman baru sekamar mereka ternyata dari kota jadi mereka bisa memiliki pengalaman kota dari Andin, Andin pun tk keberatan menjawab pertanyaan mereka tentang bagaimana kota, ia menjelaskan yg ia ketahui saja.
Sebulan tlh berlalu Andin sdh banyak memiliki teman karena memang disaat ia memasuki sekolahnya saja sdh banyak yg tau akan nama nya jadi tdk salah klau dia langsung terkenal di area pesantren nya. bukan hanya di area santri ptri saja tapi juga di area santri putra banyak yg kenal ke dia. Karena selain alasan dia siswi+satri ia juga di kenal dengan kecantikan wajahnya dan dia juga ramah tidak sombong.
Selama sebulan ini juga sdh membuat Andin berubah ia sadar akan kesalahan apa saja yg ia buat sampai2 ia harus di kirim kesini. Dan ia juga sdh merubah cara bicaranya menjadi yang lebih sopan. Sekarang ia sedang berada di kelasnya duduk, mengobrol dgn temannya karena sekarang lagi JAMKOS.
''Assalamualaikum,'' ucap seseorang di pintu kelasnya
''waalaikum salam.'' jawab serempak sekelas
''Apa disini ada yang bernama ANDIN PRADITA?''
''saya sendiri kak. Ada apa yah??'' ucap Andin sambil mengangkat tangannya.
''ooh jadi kamu orgnya. Sekarang kamu ikut saya karena kamu di panggil pak kepala sekolah.''
''emang nya saya kenapa kak''
''mana saya tau, udh temuin aja ayok''
Mereka pun keluar kelas nya, ia berjalan di belakang ketua osis tsb karena ia malu di liat kakak kelasnya apabila ia berjalan di samping ketos tsb.
Sesampainya di ruang kepsek....
__ADS_1
''Assalamualaikum, pak.'' ucap Hasby (Hasby Gay Lussac, nama ketos tsb). sambil memasuki ruangan tsb yg diikuti oleh Andin di belakangnya.
''waalaikum salam,duduk dulu hasby andin''
''iya pak.'' ujar mereka seremapak
pak kepsek yg sedang duduk di kursi kerjanya sibuk membalik balikkan kertasnya, mencari sesuatu. Setelah menemukan apa yang di cari, pak kepsek langsung menghampiri mereka berdua.
''Nah, begini sesuai seleksi yang dilakukan para guru minggu lalu, ternyata kalian berdua terpilih untuk mewakili sekolah kita untuk mengikuti KSM.'' ucap oak kepsek sembari menunjukkan brosur lomba yg dimaksudnya.
''seleksi maksudnya apa ya pak..'' tanya Andin yg kebingungan. pasalnya para guru melakukan seleksi terhadap muridnya tanpa ada pemberitahuan, sedangkan Hasby tidak ada raut kebingungan karena ia sudah biasa mengikuti lomba dari SMPdan juga lagi ia tk terkejut tentang seleksi tsb karena jabatannya sebagai ketos lah yg mbuatnya mengetahuinya.
''ia jadi begini seminggu yg lalu para guru membuat seleksi untk siapa yang akan mewakili sekolah kita dan untuk mendampingi Hasby atau yg lebih tepatnya jadi patner nya.'' jelas kepsek
''memang nya gk ada yg lain yah pak soalnya saya gk berpengalaman dengan lomba apalangi lomba sains''
''klau kamu bertanya ada, yah saya jawab ada tapi dia tidak memenuhi syarat karena dia sudah kelas 12. Sedangkan syratnya harus kelas 10 dan 11.''
''hmm tapi saya gk berani pk karena saya sama sekali gk berpengalaman.'' sambil menunduk
''klau kamu tidak mau mencoba kpan kamu mempunyai pengalaman, sedangkan penglaman itu hadir dari yang kita lalui.'' sambung Hasby
''gimana kamu siap? karena kita gk punya waktu lagi buat mencari peserta lain.''
''baiklh pak saya setuju saya akan berusaha semaksimal mungkin.''
''ok saya percaya sama kamu.. Baik lah Hasby ini ada kisi kisi nya kamu fotocopy dulu untuk Andin yah baru kalian pelajari.''
''Baik,pak.'' jawab Hasby sambil menerima beberapa kertas dari kepsek.
''Baik lah kalian boleh kekelas kalian masing masing yah''
''Baik klau begitu kami permisi pak, Assalamualaikum''
''Assalamualaikum''
''waalaikum salam.'' jawab pak kepsek.
Saat mereka berada di luar.. ....
''ya sudah nanti aku fotocopy dulu lalu aku taruh di post santri putri agar diantar ke kamar kamu. Oh yah kamar kamu, kamar apa??''
''Kamar Blok K ''
''oke nanti aku kirim...''
__ADS_1