Andin'S Story

Andin'S Story
bab 12


__ADS_3

Saat jonh keluar dari ruangan Tuan Iyan mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang, agak lama menunggu akhirnya diangkat juga.


"kemana saja kau? "


" maaf tuan tadi saya tidak mendengar nada dering ponsel saya. "


" apa kau sudah dengar beritanya? "


"hmm sudah tuan."


"lalu kau masih menunggu apa lagi apa kau menunggu jemputanmu untuk menjemput mu agar kau menemui ku. "


"maaf kan saya tuan, saya tau saya salah tapi saya mohon beri saya kesempatan sekali lagi. saya janji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi. "


"baik klau begitu, tapi sekarang kau pergi ke kota itu lalu cari penyebab kenapa dia kabur. paham!! "


"baik tuan saya akan berangkat sekarang juga"


"itu memang harus bod*h !!" sertak Riyan.


Sambung itu terputus tentu saja yang memutuskannnya Riyan, karena tak ada yang berani yang melangkahinya selama ini.


 


*******


 


Di kota B


Tampak sebuah keluarga yang sedang dilanda kepanikan.


"Mas ini gimana Andin masih belum ada kabar juga?" tanya ibu Andin kepada Ayah Andin.


" aku juga gak tau, kamu tenang dulu nanti pasti ada kabar dari sana. " ucap Ayah Andin.


"dreeeet dreeet.. " bunyi ponsel milik Ayah Andin, ARDIYAN ADIANA.


"bentar ya aku mau angkat tlpn dulu. "

__ADS_1


Setelah mengangkat tlpn Ardi kembali lagi,


"siapa yang tlpn mas?? "


"bukan siapa siapa kok, cuman dari kantor."


"oh ya kita akan pergi ke kota D mencari petunjuk kepergian Andin disana, sekarng kamu siap kan barang yang akan kita bawa"


Ratih(nama ibu Andin, RATIH ADIANA.) bangkit dari duduknya menuju ke kamarnya untuk mempeking baju baju yang akan dia dan suami nya pakai selama berada di kota D, setelah selesai dia menuju ke kamar anak juga.


Setelah rapi semuanya Keluarga Andin berangkat menuju ke kota D untuk mencari keberadaaan Andin, dan penyebab Andin kabur dari pesantren.


 


\\\\


 


DI KOTA J


Andin tak pernah lagi teringat tentang kejadian itu, sekarang ia bahagia karena bertemu dengan nenek yang mau membantunya. Saat ini ia berada di belakang rumahnya membersihkan halaman belakang dan membersihkan kolam renang.


"gk kok kakak gk bakal cape cuman ngebersihin ini doang kok,, oh ya Daren kamu gk mau sklh? "


" mau sih kak, tapi aku Kasian sama nenek, nenek kan masih gk punya uang"


" tapi kamu sklh? "


" mau dong kak" ucap Daren dengan semangatnya.


" ya udh besok kita cari sklh buat Daren yah"


" beneran kak, kakak gk bohong kan sama Daren?"


" iya dong, gimana kamu seneng gk? "


"seneng banget dong kak"


"ini lagi pada ngomongin apaan sih? kok seru banget kayaknya? " ucap nenek yg baru saja datang dari dapur.

__ADS_1


" iya dong, kan Daren mau sklh lagi" ucap Daren dengan semangatnya


" hmm,,, emang Daren mau sklh dimana nak? kan nenek gk punya uang" ucap nenek dengan wajah sedihnya karena ia baru mengetahui bahwa cucunya ingin sklh.


" aku yg akan ngebiayan sklh Daren nek. "


" nak apa tabungan mu sangat banyak, sampai kamu mengeluarkan banyak uang untuk kami, bukannya uang tabungan kamu, kamu kasih ke nenek buat modal usaha dan juga buat kebutuhan rumah sebulan kedepan. dan sekarang kamu mau nyekolahin Daren? "


" uang andin masih ada kok nek, lagi pula kebetulan semalam Andin ngeliat ada lowongan pekerjaan dan Andin ngelamar disana alhamdulillah diterima nek. lusa andin udh mulai kerja nek. "


" apa kamu gk cape nak, bukan kh kamu sedang hamil muda "


" gk kok nek lagi pula seperti nya anak aku gk rewel buktinya selama aku hamil aku gk pernah mual ataupun gejala lainnya. "


" ya sudah klau begitu, pesen nenek cuman jgn sampai kecapean kasian ini cucu nenek" ucap nenek sambil mengelus perut rata Andin.


Keesokan harinya, Andin bersiap siap untuk mengantarkan Daren mendaftar ke sekolah barunya.


" pagi nek, " ucap Andin menyapa nenek saat membuat sarapan.


" pagi itu di meja udh nenek buatin susu kamu minum yah nanti keburu dingin loh"


" iya nek, makasih yah nek. lain kali biar Andin buat sendiri nek, klau ginikan ngerepotin nenek. "


"gk kok nenek gk merasa kerepotan, malahan nenek seneng karena waktu menantu nenek hamil Daren nenek gk pernah ngebuatin dia susu, karena semua pekerjaan dikerjakan pelayan. "


" iya udh terserah nenek aja, makasih yah nenek selalu ada buat andin. "


" pagi nek, pagi kak! " ucap Daren.


" pagi Daren, gimana udh siap belum? "


" siap dong kak. "


"ingat belajar yg rajin yah, jgn sampai bikin kakak kecewa"


" siap bos" ucap Daren sembari meletakkan tangannya di pelipisnya seakan menghormat.


mereka makan dengan tenang, selesai sarapan, Andin dan Daren pamit berangkat untuk kesekolah yg akan menjadi tempat belajar Daren. Sesampainya mereka ke sekolah tsb, Andin berbincang bincang dengan salah satu guru disana Andin memperkenalkan bahwa dia kakak dari Daren dan sekaligus wali dari Daren. Berbagai prosedur mereka lakukan, hingga akhirnya selesai dan Daren menyandang salah satu siswa di sekolah tsb. Setelah itu Andin mengajak Daren untuk membeli keparluannya di sekolah mulai dari alat tulis, seragam, dan lain2.

__ADS_1


__ADS_2