
" Selamat ya nak atas di raih nya semoga kedepan nya kamu bisa lebih baik lagi" ucap pak kepsek sembari memberi penghargaan kepada kedua siswa tsb.
" terima kasih pak. " ucap Andin.
****
Setelah selesai upacara dan penghargaan terhadap siswa berprstasi, sekarang seluruh siswa masuk kembali ke kelasnya untuk melanjutkan *** di kelas. Seluruh guru dan para siswa memberi ucapan selamat dan semangat. Disaaat Andin dan temannya ingin masuk ke kelas, ada suara yang memanggil Andin sehingga membuatnya urung untuk masuk ke kelas.
" Andin.. " panggil seseorang
" iya pak, ada apa yah? " tanya Andin, ternyata yang memanggilnya adalah salah satu guru BK.
" Nanti saat istirahat temui saya yah! "
" baik pak, dimana yah pak? "
" Diruangan saya."
" Baik pak"
" ingat saya tunggu loh yah jangan sampai lupa soalnya ada hal penting yang mau saya sampaikan. "
"Baik pak nanti saya pasti datang"
" ya sudah klau begitu kamu masuk ke kelas sebentar lagi guru nya pasti datang, saya mau keruangan saya dulu ada yang mau saya urus soalnya"
" baik pak.. klau begitu saya masuk dulu pak, mari.. "
Selepas kepergian Andin yang masuk ke kelasnya guru BK, tsb tersenyum smirk. Lalu dia pergi meninggalkan tempatnya. sedangkan Andin yang baru saja masuk dan duduk ditempatnya langsung di hujani pertanyaan oleh teman-temannya, karena guru yang mendatangi Andin adalah guru yang muda masih belum berkeluarga. Tak lama guru pengajar pun datang dan pembelajaran dimulai, tak terasa sampai akhirnya bel yang menandakan istirahat pun berbunyi. Seluruh siswa di kelas pun langsung keluar menuju ke kantin.
"Adin kamu langsung ke ruangan pak Wahyu( guru BK, yang manggil Andin) "
__ADS_1
tanya Fatih.
" ia soalnya kata pak wahyu aku kesana istirahatan katanya "
"mau ditemenin gak?"
" gak usah kamu kekantin duluan aja nanti klau udh selesai aku pasti nyusul kok, klau aku gk nyusul ke kantin gk usah ditungguin yah takutnya nanti aku gk sempet ke kantin"
"oke deh klau gitu.. "
Andin pun menuju ke ruangan pak Wahyu, dan sesampainya disana dia langsung mengetuk pintunya, terdengar suara dari dalam Andin pun masuk kedalam dan disana ia berbincang bincang tentang pencetakan setifikat penghargaan nya. Setelah selesai di cetak, pak Wahyu mencari tinta stempelnya.
"nyari apa pak? "tanya Andin yang melihat pak wahyu sedang kebingungan.
"ini tinta stempel saya kemana yah kok gk ada"
"loh ini pak.. " tunjuk andin ke tempat tinta.
"gini aja deh kita ke ruang TU aja gimana kita cari tinta disana pasti ada. " ajak Pak wahyu
"ya sudah pak ayo biar cepet selesai juga kan"
Mereka pun keluar ruangan menuju ke ruang TU. yang terdapat di pojok sekolah, saat ini keadaan sedang sepi karena sekarang sudah waktunya masuk kelas bel masuk sudah berbunyi 10 menit yang lalu.
"pak kayaknya ruang TU di kunci deh? " tanya Andin.
"lah emang, ini kunci nya sama bapak." sambil menunjukkan kunci yang berada di tangannya sembari tersenyum.
"kirain gk sama bapak"
"ya udh yuk masuk kamu bantu saya cari tinta nya dulu"
__ADS_1
Mereka masuk dan Andin pun mencari tinta stempelnya. Wahyu yang sedang mencari tinta sedari tadi tak fokus karena sekali kali ia melirik ke arah Andin, "menarik.. "gumam Wahyu sambil berjalan ke arah Andin. Andin, yang sedang fokus mencari tinta pun tak menyadari klau wahyu sudah berada tepat dibelakangnya, yang sedang mencium aroma tubuh Andin. Wahyu yang sudah di penuhi hasrat nya langsung memeluk Andin dari belakang dan kepalanya menelusuk ke leher Andin yang tertutup hijab.
Andin yang sedang fokus mencari tinta tiba tiba tersentak kaget karena tiba tiba ada yang memeluknya.
"pak... "sentak Andin
"hmm.." dengum Wahyu yang sudah di penuhi gairah hasrat.
"lepasin saya pak"
" kenapa, bukan kah nyaman seperti inj"
"inj sama sekali tidak nyaman pak, bagaimana kalau ada yang lihat kita pak. "ucap Andin sembari berusaha lepas dari pelukan Wahyu, bukannya terlepas tapi Andin malah semakin di peluk erat oleh Wahyu.
"gk akan ada yang lihat kita kok"
"pak saya mohon lepasin saya pak" ucap Andin sembari menangis.
Wahyu yang sedang diliputi hasrat nya ia malah mencengkram tangan Andin, dan dagu Andin. Lalu ia membaringkan Andin dan dia melepas sabuk nya lalu ia mengikat kedua tangan Andin dengan ikat pinggangnya. Andin terus saja berteriak meminta tolong dan meminta wahyu berhenti, tetapi wahyu tak menggerubis teriakan Andin ia trus melancarkan aksinya. ia memaksa mencium Andin agar tak berteriak, sedangkan tangannya trus saja mengerayangi tubuh Andin. Wahyu bahkan telah mambuka kemeja Andin, menyisakan tanktop dan branya saja. Wahyu trus saja melancarkan aksinya tanpa memperdulikan teriakan Andin.
"pak saya hiks.. mo.. honn. pak ja.. ngan.. laku.. kan hiks.. ini pak.. "teriak Andin
"saya tidak akn berhenti sebelum kita mencapai surga kita sayang" ucap wahyu dengan suara seraknya.
"saya... mo.. hon.. pak... hiks.. ja.. ngan.. sa.. dar.. pak.. "
bagai orang kesetanan wahyu menelanjangi Andin, tanpa ada belas kasihan.
"akh... sa.. kiii.**....hiks... hiks.. hiks... "
"awas kamu pak akan aku ingat penganiayaan ini" batin Andin..
__ADS_1
sejam sudah berlalu, kini wahyu sudah selesai dan sedang merapikan pakaiannya yang kusut. Sedangkan Andin ia menangisi nasib malangnya yang baru saja di lecehkan oleh guru nya sendirii..