Andin'S Story

Andin'S Story
bab 9


__ADS_3

" bunda... bunda... " panggil seorang anak kecil.


"kamu siapa siih aku bukan bunda kamu? " geram Andin pada anak kecil yang sedari tadi mengikutinya.


" bunda aku mohon jangan bunuh aku, aku ingin melihat indahnya dunia."


" kamu siapa siih? " teriak Andin.


" aku anak mu bunda, aku mohon. aku salah apa? "


"hiks... hiks... " anak tsb menangis.


####


"huhuhuhuuuu... " deru nafas Andin yang tak beraturan


" ternyata ini cuman mimpi, tapi siapa anak tadi. "gumam Andin.


"apa ini...?? " ucap Andin sambil mengusap perut datarnya.


"aku berjanji akan menjaga anak ini walaupun aku harus merelakan mimpi-mimpiku" janji Andin dalam hatinya.


"bunda janji saya, bunda akan menjagamu. Bunda akan menyayangi mu." Batin Andin.


Andin langsung bangkit menuju kamar mandi untuk mandi karena waktu tlah menunjukkan pukul 9 pagi. tadi ia selesai melaksanakan sholat subuh kembali tidur lagi. Selesai mandi Andin membereskan baju bajunya kedalam tas sekolahnya, ia hanya memasukkan 3 helai pakaian dan buku pelajaran untuk besok lalu ia mengambil uang tabungan nya selama di pondok dan yang masih sebelum ia masuk pesatren, karena memang Andin sudah sedari dulu suka menabung.


Lalu ia memasukkan uangnya ke dalam tasnya. Andin memang memakai tas yang agak besar, dan ia juga membawa pakaian yang sangat tipis bila dilipat sehingga tasnya tak terlihat tebal atau kebung. Jadi bisa kemungkinan teman-temannya Andin tidak menyadari klau Andin besok akan kabur dari pesantrennya.


Andin memang sudah berencana kabur dari pesantren nya karena ia berencana akan mengaborsi kandungannya tetapi karena ia sadar anak yang ada di kandungan nya tidak bersalah, dan juga itu adalah anak nya juga. Jadi ia memutuskan untuk kabur dari pesantren untuk memulai hidup barunya bersama bayi yang ia kandung nanti. Dan ia pun akan menghilang dari keluarganya karena ia takut akan membuat keluarganya malu.


\*\*\*\*\*\*


Keesokan harinya Andin bersiap diri untuk berangkat sekolah bersama Fatih, Fatih sendiri tak menyadari bahwa nanti Andin akan kabur.


" yuk kita berangkat 10 menit lagi bel masuk loh" ajak Fatih.


" iya ayok... " jawab Andin.

__ADS_1


" oh ya tadi kamu sarapan kan? "


" iya aku sarapan kok"


"aku gak mau yah nanti kamu pingsan lagi khawatir tau akunya "


" iya maaf"


mereka berangkat sekolah, sesampainya dikelas benar saja tak lama mereka sampai bel masuk berbunyi. Pembelajaran dimulai sampai akhirnya jam istirahat ke-2.


"Fatih aku keluar dulu yah? "


" mau kemana pakai tas segala?"


" ini aku lagi menstruasi tiba-tiba" bisik Andin.


" oh kirain apa, ya udah sana takut keburu tembus ke roknya lagi nanti"


Andin pun keluar dari kelasnya sambil membawa tasnya menuju taman belakang sekolah, sesampainya ia disana tak langsung menuju pintu belakang sekolah melainkan ia melihat apakaha ada orang berada di sekitar sana. Merasa sudah cukup aman Andin keluar dari sekolah menuju jalan raya, berjalan agak jauh sudah Andin melihat ada pom bensin ia berhenti disana numpang toilet untuk mengganti seragamnya tadi selama ia jalan ia memakai jaket jadi tak ada yang menyadari ia dari sekolah mana.


sesampai nya di kota J Andin di buat bingung kembali akan kemana, karena memang ia pergi tanpa tujuan. Karena lelah Andin memutuskan untuk istirahat sejenak di salah satu warteg dekat dengan terminal tsb.


" mau pesan apa dek? " tanya penjaga warteg tsb


" mau pesan nasi, ayam goreng sama lauknya aja trus minumnya es teh aja. "


" baik tunggu sebentar yah dek"


Penjaga tesb pergi, Andin yang sedang menunggu pesanan nya sambil melihat lihat sekitarnya hingga ia tak sengaja melihat seorang nenek bersama seorang anak laki laki sedang duduk di pinggir jalan. anak laki-laki tsb sedang nangis entah apa masalahnya neneknya sedang berusaha mendiamkannya. Andin yang tak tega melihatnya pun menghampiri mereka.


"maaf nenek adeknya kenapa kok nangis gitu"


" ini nak cucu saya sedang lapar tapi saya tidak punya uang untuk membeli makan"


" loh emangnya klau boleh tau nenek mau kemana kok bawa tas? "


" nenek mau dari kota nak, anak nenek sebulan yang lalu meninggal karena kecelakaan dan harta nya bangkrut tak bersisa, jadi nenek memutuskan untuk pulang kesini karena nenek punya rumah di kota ini tapi malah nenek kena musibah kecopetan uang nenek gk ada sama sekali. trus nenek mau pulang nenek lupa dimana rumah nenek, nenek cuman ada alamat nya ditulis disini trus ini cucu nenek nangis karena udah 3 hari belum makan nak"

__ADS_1


"ooh gitu yah nek. gimana klau nenek sama adeknya makan bareng sama saya aja. Ayok" ajak Andin.


"gak papa nak. nenek takut merepotkan kamu"


" gk kok nek ayo kasian adek nya pasti kelaparan"


Andin pun mengajak nenek dan anak itu makan di warteg tsb.


"oh ya nek klau boleh tau alamat nenek dimana? " tanya Andin.


" ini nak dulu sebelum nenek pergi meninggalkannya nenek mencatat alamatnya. "


"klau nenek boleh tau nama kamu siapa? trus kamu mau kemana nak kok sendirian?" tanya neneknya.


"nama aku Andin nek, aku gak tau mau kemana soalnya aku lagi kabur dari rumah" jelas Andin.


" astagfirullah jadi kabur.."


"iya nek. ya udah nanti aku antar nenek sama adeknya yah kita nanti naik taksi aja biar supir taksinya yang antar kita kesana. "


"memangnya tidak merepotkan kamu nak, kamu saja masih belum tau mau kemana"


" gk kok nek. Selesai ngantar nenek nanti aky bakal cari tempat tinggal buat aku sendiri. "


" gimana klau kamu tinggal sama nenek aja"


" gk usah nek takut merepotkan nenek nantinya"


" gk kok nenek gk bakal repot bahkan nenek senang karena nenek ada temen nya nanti"


" hmm gimana yah nek??"


" udah kak, kakak tinggal aja sama kita kan kakak udah beliin kita makan trus mau nganterin kita pulang jadi gk Papa kan nek" ucap anak laki laki tsb, Daren.


" ya udah deh nek aku mau. Ya udah sekarang kita cari taksi. "


" yeyeyee kita pulang " seru Daren

__ADS_1


__ADS_2