Anganku Yang Nyata

Anganku Yang Nyata
Eps 15


__ADS_3

Disuatu sebuah kedai ice cream, 2 orang perempuan sedang duduk bersama dan berbincang², sambil sesekali tertawa bahagia. Mereka adalah sinta dan rani, setelah selesai kuliah mereka mampir di kedai ice cream langganan mereka. Karena sudah lama tak mampir makan ice cream bersama, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir dan memakan ice cream kesukaan mereka.


Rani: Itu yang kmren itu pak adam ya sin? (tanyanya penasaran)


Sinta: Iyaa itu pak adam, gimana ganteng nggak? (ucapnya sambil membayangkan wajah adam)


Rani: Yaelaaah.... gitu aja langsung baper (ucapnya menggoda)


Sinta: Gimana nggak baper coba? liatin tuh wajah tampan dan berwibawanya, behhh bikin hati meleleh tauk nggak? (ucapnya serius sambil senyum² terbayang wajahnya adam)


Rani: Iyaaa si emng ganteng, tapi sayangnya duda.


Sinta: Gapapa kali duda, yang penting ganteng hihi (ucapnya cekikikan)


Rani: Kalok aku si ogah,,, aku tu pengennya yang seusia sama aku, atau enggak yang lebih tua dikit, jangan duda juga kalik.


Sinta: Yeeee itu kan kamu. Kalok aku si duda atau enggak yang penting ganteng + banyak duid hahaaa (ucapnya sambil tertawa)


Rani yang mendengar juga ikut tertawa, ia tak menyangka sahabatnya segila ini.


Rani: Dasar lo matre (ucapnya sambil tertawa)


Sinta: Heheee ya allah astaughfirullooh, kok aku jadi punya pikiran kek gitu si (ucapnya sambil mengelus dadanya)


Tiba² sinta terdiam, ia sedang membayangkan wajah adam yans sangat tampan, terlintas juga dibenaknya saat adam memeluknya dan menyebutnya sebagai calon istrinya, ia merasa sangat malu menginggat semuanya, hingga tak sadar ia tersenyum sendiri dengan pipi yang merah merona. Sedangkan rani yang melihat hanya bergidik ngeri.


Rani: Sin? kamu kenapa kok senyum² sendiri, kesambet kamu ya? (tanyanya merasa takut)


Sinta: Enak aja kesambet. Aku tu lagi mikirin pak adam, gimana ya kalok tiba² pak adam itu ngelamar aku buat jadi istrinya, duhhh mikirin gituan jadi baper sendiri aku deh (ucapnya sambil senyum²)

__ADS_1


Rani: Dihhhh gede banget si anganmu? awas lo jangan diterusin mikirin kek gitu, nanti kalok liat pak adam nikah sama cewe lain bisa gila kamu (ucapnya memperingati)


Sinta: Siapa tau anganku jadi nyata gimana?


Rani: Kalok nyata ya berarti alhamdulillaah dong (ucapnya senang)


Sinta: Aamiin


Sinta dan rani sudah selesai makan ice cream, lalu mereka segera kedepan untuk membayar dan segera keluar. Sinta dan rani berpisah diparkiran, sinta menggunakan motornya begitu juga dengan rani. Setengah jam berlalu akhirnya sinta sampai di rumahnya, ia bingung melihat ada mobil yang terparkir didepan rumahnya, lalu ia memasukkan motornya kedalam dan masuk lewat pintu dapur. Sampai didapur ia melihat ibunya sedang membuat teh.


Ibu: ehh udah pulang kamu nak?


Sinta: Udah bu, didepan ada tamu?


Ibu: iyaa tuh katanya temen kamu?


Sejenak sinta berfikir, siapa temenku? bukannya rani udah pulang ya kerumah? terus siapa?


Ibu: Laki², dia bilang temen kuliah kamu? namanya ibu gatau. tu didepan lagi ngbrol sama ayah, ini bawa tehnya sekalian sambil tamuin tamunya (suruh ibunya dan memberikan nampan berisi 2 cangkir teh hangat)


Sinta sedikit ragu, tapi ia penasaran siapa laki² itu, sepertinya ia tak memiliki teman lelaki di kampusnya. Ah dari pada penasaran mending kesana aja.


Lalu sinta membawa tehnya keruang tamu, dan saat sampai disana ia kaget, karena lelaki yang dimaksud adalah bisma. Saat akan berbalik kedapur, ternyata ayahnya melihat dan memanggilnya, mau tidak mau akhirnya ia kedepan. Sampai diruang tamu, ia melihat bisma sedang memperhatikan dia, dia jadi merasa sangat risih, segera mungkin setelah menyajikan tehnya ia segera kembali kedapur


Ayah: Loh nak? ini ada temennya kok malah mau pergi? (cegah ayahnya yang mendapati sinta mau pergi)


Sinta yang mendengar jadi merasa malu, ia sangat malas bertemu bisma, ia tak mau bahkan hanya bertatap muka saja sudah membuatnya malas. Akhirnya ia kembali dan duduk disebelah ayahnya.


Ayah: Yaudah kalian lanjut aja, saya sedang ada kerjaan (ucapnya sambil berlalu pergi)

__ADS_1


Sinta yang melihat ayahnya pergi menjadi semakin resah.


Sinta: mau apa si dia kesini? (batinnya dalam hati)


Untuk beberapa saat mereka saling terdiam dalam pikirannya masing², hingga bisma memulai pembicaraan.


Bisma: Emm... maaf tadi aku lewat sini jadinya sekalian mampir (ucapnya menjelaskan)


Sinta: oh iya gapapa (ucapnya cuek)


Bisma: Aku kesini juga mau ngmongin sesuatu yang penting ( ucapnya serius)


Sinta hanya diam dan mengangguk²kan kepalanya tanda mengerti, bisma yang melihat hanya tersenyum, baginya memandangi seorang yang dicintainya adalah suatu yang sangat menyenangkan.


Bisma: Aku udah berkali² ngmong sama kamu soal perasaanku terhadapmu. Dan kini saatnya aku bertanya lagi, kita sudah sama² dewasa dan sudah layak juga untuk menjalin hubungan yang serius, sekarang aku tanya sekali lagi sama kamu? apa kamu mau menjalin hubungan yang lebi serius sama aku?


Sinta hanya terdiam, ia menghargai perasaan bisma terhadapnya, ia juga bisa menerima perilaku baik bisma, tapi ia tak mampu membohongi perasaannya, ia tak mempunyai perasaan apapun terhadap bisma, ia hanya menganggapnya sebagai teman, ia juga hanya ingin memiliki hubungan hanya sebatas teman saja.


Sinta: Emmm... aku sangat berterimakasih untuk semua cinta dan perhatian yang udah kamu berikan. Tapi sekali lagi aku minta maaf, aku udah terlanjur nyaman sama hubungan kita sebagai teman, aku juga nggak bisa memaksakan perasaanku kepadamu, aku udah pernah coba buat buka perasaanku, tapi aku nggak bisa maksain perasaanku, maaf sekali lagi, aku gak bisa balas perasaanmu. Dan aku harap kita masih bisa temenan kek dulu lagi, aku gamau cuman gara² masalah ini kamu jadi menjauh. (Ucapnya menjelaskan perlahan pada bisma)


Bisma hanya diam dan menunduk, ia sudah tau pasti jawaban sinta. Tapi ia tak bisa memaksa perasaan orang sinta. Ia akan menerima semua keputusan sinta, karena baginya, melihat sinta bahagia adalah sebuah anugerah yang sangat indah, ia akan merelakan sinta dengan orang lain asal sinta bahagia.


Bisma: Okee... aku terima semua keputusanmu, tapi aku akan tetap menjagamu, biarkan aku memastikan kebahagiaanmu, agar aku bisa memastikan kau bahagia dengan orang lain. Sungguh, aku tak bisa melihatmu sedih sedikitpun. Jika kau butuh bantuan tau kamu ingin mencurahkan isi hatimu, aku siap menerima, aku akan siap kapanpun kamu membutuhkan. Aku harap kamu menerima permintaanku? (ucapnya dengan serius)


Sinta: Tenang ajaa,, aku udah aku anggap sebagai kakakku, aku akan membagi keluh kesahku padamu. Tetaplah menjadi sahabat sekaligus kakakku yang sayang sama aku? (ucapnya dengan senang hati)


Bisma: Siap tuan putri (ucapnya sambil tersenyum lega)


Akhirnya diantara mereka sudah tidak ada beban yang menganggu pikiran mereka, sinta sudah menganggap bisma sebagai kakakknya sendiri. Sedangkan bisma berjanji akan melupakan perasaannya pada sinta, namun akan tetap menjaga sinta, ia akan menjadi pelindung sinta.

__ADS_1


Sekian dulu, jangan bosen² yah sama novel aku


jangan lupa like komen vote dan jadikan favorit.💞😘🤗


__ADS_2