
Setelah selesai ganti baju, sinta dan keina pergi keruang tamu. Mereka berdua menuruni tangga bersama, dengan sinta yang menggandeng tangan keina, semua mata tertuju pada mereka berdua, termasuk adam dan aldi.
Adam: Subhanallaah, emng bener² gabisa diragukan lagi kecntikannya. (ucapnya dalam hati)
Aldi: Cantik si cantik, tapi tetep aja aku gasuka kalau dia jadi bunda aku. (ucapnya dalam hati)
Kini sinta dan keina sudah duduk, sinta duduk disebelah ibunya, dengan keina yang duduk dipangkuan sinta.
Adam: Aldi, ayo salim dulu sama tante sinta. (suruhnya pada aldi)
Dengan terpaksa aldi beraalaman pada sinta. Hanya untuk menuruti perintah ayahnya ya, tidak dengan hatinya. Entah apa yang membuat aldi tak menyukai sinta. Mungkin karena terlalu aaaamuda. Entahlah hanya aldi yang tau.
Sinta: Apakah ini anak pertama anda pak? (tanyanya pada adam)
Adam: Iyaaa ini anak pertama saya, namanya aldi nasution, dia memang agak dingin orangnya. (ucapnya mencoba menjelaskan)
Sinta: Oooh iyaaa gapapa
Entah awal yang baik atau tidak bagi kedua keluarga tersebut, itu akan menjadi rahasia Allah, untuk saat ini jalani saja.
Disaat mereka sedang asik berbincang², tiba² ponsel milik adam berdering. Semua langsung teralihkan pada adam.
Adam: Hallo? dengan siapa?
Maaf pak, kami dari pihak rumah sakit, memberitahukan pada bapak bahwa nyonya Amanda nasution sekarang sedang berada di rumah sakit. Dan sekarang sedang dirawat di ruang ICU.
Adam sengaja menambahkan volume agar semua orang bisa mendengar, dan benar saja, mereka semua langsung terkejut.
__ADS_1
Adam: *Apaa? Ibu saya masuk rumah sakit? kenapa bisa sampai rumah sakit? ada apa dengan ibu saya? (ucapnya tegas)
Tadi ada beberapa warga yang membawa nyonya amanda kerumah sakit. Menurut salah satu warga, nyonya amanda sedang berjalan menuju ketaman, lalu tiba² beliau terjatuh dan tak sadarkan diri*.
Adam: *Oke baiklah, beri pengobatan yang terbaik untuk ibu saya, berapapun biayanya akan saya bayar.
Baik pak. Terimakasih*.
Adam langsung menutup telponnya dan langsung berpamitan pada kedua orang tua sinta.
Adam: Emmm, maaf om dan tante, saya akan segera kerumah sakit. Mungkin obrolan kita bisa dilanjut lain waktu.
Ayah: Oh iyaa nak, gapapa. Sekarang ibumu sedang membutuhkanmu, Segeralah kesana.
Adam: Ken, aldi, ayo pamit dulu?
Bagaimana ini? Sinta dan adam bingung dengan permintaan keina. Namun sekarang bukan waktunya untuk berdebat.
Adam: Iyaa gapapa, sinta? apa kamu sedang sibuk? jika tidak, kamu bisa menemani keina?
Sinta bingung harus menjawab apa? Tapi demi kesejahteraan semua orang, maka ia harus menerima ajakan adam dan keina.
Sinta: Oh enggak, kebetulan gaada tugas juga.
Adam: Yaudah ayo kita berangkat
Mereka semua berpamitan pada ayah dan ibu. Dan dengan segera mereka langsung menuju kerumah sakit.
__ADS_1
Sampai dirumah sakit adam langsung bertanya pada recepsionis.
Adam: Atas nama amanda nasution?
Nyonya amanda nasution baru saja dipindahkan dari ruang icu keruang rawat inap, beliau berada di ruang mawar*.
Adam: Baik terimakasih.
Lalu adam, sinta, aldi, dan keina langsung menuju keruangan yang dimaksud. Setelah sampai, mereka langsung masuk, karena sudah diizinkan untuk melihat keadaannya. Mereka melihat nyonya amanda sedang terbaring lemah dengan selang yang ada dihidung dan beberapa alat yang tertempel ditubuhnya.
Adam: Iyaaa saya anaknya dok, bagaimana keadaan ibu saya? apa ada yang serius?
Dokter: Mari pak, kita bicarakan diruangan saya saja.
Setelah sampai diruangan dokter tersebut, adam segera duduk dan menunggu penjelasan dokter.
Dokter: Begini pak? sebenernyaaa nyonya amanda mengidap penyakit leukimia stadium akhir. Dan mungkin baru terdeteksi tadi, karena mungkin nyonya amanda tidak pernah memeriksakannya kedokter.
Otomatis adam sangat kaget. Bagaimana tidak? jelas² ibunya tak pernah mengeluh sakit sama sekali. Apa ibunya menyembunyikan penyakit yang tinggal ditubuhnya. Kenapa bisa seperti ini? Adam sangat syok mendengar penjelasan dari dokter.
Adam: Tolong dok, tangani ibu saya dengan sebaik mungkin, berapapun biayanya saya akan membayarnya dok, jika perlu, saya bisa datangkan dokter dari luar negri dok, asal ibu saya bisa selamat dan tak merasakan sakit (ucapnya sambil meneteskan air mata)
Dokter: Maaf pak, untuk kasus penyakit ini, belum ada dokter dari manapun yang bisa menyembuhkan, mungkin jika baru stadium awal, bisa disembuhkan, tapi ini sudah mencapai stadium akhir pak, kami sudah pasrah dengan takdir Allah. (ucapnya menjelaskan)
Adam hanya bisa menunduk dan menangis, hanya ibulah yang ia miliki, sudah cukup dia kehilangan ayahnya, jangan ibunya, dia belum sanggup untuk hidup tanpa ibu?. Memang , adam adalah tipe Orang yang tak bisa lepas dari bimbingan seorang ibu, biarpun ia sudah mempunyai anak sekalipun, ia masih sangat membutuhkan sosok seorang ibu. Namun bagaimana ini? dia bisa apa? kenapa bisa²nya dia tak mengetahui tentang penyakit ibunya. Adam merasa sangat gagal menjadi seorang anak laki², seharusnya dia lebih memperhatikan kesehatan ibunya.
***Sekian dulu guysss.... Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote, rate, dan jadikan favorit💋
__ADS_1
Salam sehat dari Lampung untuk para readers setia💓***