
Sinta dan keina sedang duduk didepan kedai ice cream tersebut sambil mengobrol, ditengah obrolan mereka, tiba² ada yang memanggil keina dan melambaikan tangan, ia menuju kearah keina dan sinta dengan berlari. Setelah sampai dihadapan keina dan sinta orang tersebut mengatur nafasnya, dan betapa terkejutnya sinta menyadari bahwa orang yang sedang ada dihadapannya dan keina adalah orang yang menabrakknya pagi tadi, setelah beberapa saat orang itu langsung memeluk keina dengan erat dan berkata:
Adam: Sayang kamu dari mana aja kenapa ninggalin nenek dan sampai kesini (tanya adam dengan nada lembut)
Keina: maafin ken ayah😔tadi ken lagi main tiba² ada yang mau nyulik ken, lalu ada bunda yang udah nyelamatin ken dari penculik itu (jawab keina dengan jujur)
Sedangkan adam dan sinta yang mendengar kata Bunda langsung melebarkan matanya, hingga adam bertanya:
Adam: Bunda siapa sayang? disini gaada bunda? (tanya adam memastikan)
Lalu keina bangkit dari duduknya dan menghampiri sinta dan berkata:
Keina: Kak sinta baik sama ken ayah, dia udah nyelamatin ken, dia juga baik sama ken, udah beliin ken ice cream, pokoknya ken nyaman sama kak sinta ayah, jadi ken mau kak sinta jadi bundanya ken (jawab keina dengan sedih dan memohon)
Bagai disambar petir disore hari, adam dan sinta lngsung melebarkan matanya, masih kaget dengan perktaan keina lalu nyonya amanda datang menghmpiri mereka dan lngsung bertanya pada keina:
Nyonya amanda: Sayang kok kamu ninggalin nenek sendirian sayang? kamu gatau ya nenek itu khawatir bngt kalok kmu kenapa²,,;besok² lagi jangan ninggalin nenek sendirian ya sayang? (kata nyonya amanda dengan berlinang air mata dan memeluk cucunya)
Keina: maafin keina nenek, tadi keina mau dibawa orang jahat terus keina ditolongin sama bunda (jawab keina jujur)
Sama seperti adam dan sinta, nyonya amanda juga merasa bingung dengan keina, lalu nyonya amanda melirik pada adam memberi kode ( siapa? ) dan dijawab dengan gelengan kepala oleh adam, lalu nyonya amanda bertanya lagi pada keina:
nyonya amanda: Siapa bundanya keina?
Keina: Kak sinta nek, dia udah nolongin sinta dari orang jahat, dan kak sinta baik sama keina, keina nyaman sama kak sinta jadinya keina ingin kak sinta jadi bundanya keina nek, boleh kan? (tanya keina pada nyonya amanda dengan nada memohon)
Sinta masih kaget dan merasa bingung dengan keadaan tersebut, ia bingung harus berbuat apa dan dia juga merasa tidak enak dengan nyonya amanda dan adam hingga perkataan keina selanjutnya membuat sinta benar² ingin mati saja:
Keina: Kak sinta mau ya jadi bundanya ken? ken pengen punya bunda yang sayang sama ken, ken gapunya bunda jadinya ken pingin punya bunda😔kak sinta mau ya? (tanya keina dengan mata berkaca²)
Sinta merasa bingung akan menjawab apa, dan dia melihat kearah adam meminta izin dan diberi anggukan kepala oleh adam yang artinya setuju apa saja jawaban dari sinta, lalu ia mendekati keina dan berkata:
Sinta: Iyaa sayang, kak sinta mau jadi bundanya ken (jawab sinta sambil mengelus kepala keina).
__ADS_1
Keina yang mendengar jawaban sinta langsung melompat² kegirangan dan langsung memeluk sinta, karena sangat bahagianya hingga tanpa disadari air mata keina keluar dengan sendirinya. Nyonya amanda dan adam yang melihat keina sebahagia itu juga merasa sangat senang, karena selama ini mereka belum pernah melihat keina bahagia dan kegirangan itu, hingga akhirnya hari semakin sore, dan mereka akan pulang kerumah.
Adam: Sinta, saya sangat berterima kasih karena kamu udah nolongin anak saya, dan saya juga sangat² berterimakasih karena kamu udah membuat keina bahagia (ucap adam tulus)
Santi: Sama sama pak, saya juga tidak sengaja melihat ken yang sedang menangis digendong oranh lain, awalnya saya tidak ingin menolong karena saa kira itu keluarganya, setelah itu ken berteriak minta tolong. Dan semua itu atas izin Allaah dan saya sebagai perantaranya (Ucap sinta mencoba menjelaskan)
Nyonya amanda yang melihat keina bahagia merasa sangat senang, ia merasa bahwa santi adalah malaikat karena telah membuat keina bahagia dan telah menolong cucu tersayangnya.
Nyonya amanda: Sinta, saya sebagai neneknya keina sangat berterima kasih, karena kamu udah buat keina bahagia, selama keina ada baru kali ini saya melihat keina sangat bahagia dan saya juga ikhlas kalau kamu jadi bundanya keina ( Ucap nyonya amanda tulus)
Sinta: Saya sangat berterimakasih sama ibu karena telah mengizinkan saya bersama keina, saya janji saya pasti akan menyayangi keina seperti anak saya sendiri, biarpun saya masih pelajar, tapi insyaallaah saya bisa menyayangi dan menjaga keina seperti anak saya sendiri. (jawab keina kepada nyonya amanda)
Nyonya amanda dan adam yang mendengar jawaban dari sinta merasa lega. Hari sudah semakin sore dan sinta akan pulang, karena pasti ibunya merasa sangat khawatir karena harusnya dia pulang jam 3 sore ini sudah hampir jam 5 tapi sinta belum pulang, akhirnya dia berpamitan pada nyonya amanda dan adam.
Sinta: Hari sudah sore pak, saya harus pulang karena ibu saya pasti sudah khawatir mencari saya. (ucap sinta pada adam)
Adam: oh iyaaa silahkan, memang sudah sore dan saya juga akan pulang (jawab adam)
Sinta: Saya kelas 3 semester akhir bu, 2 bulan lagi saya ujian. (Jawab sinta)
Nyonya amanda: Berarti bentar lagi lulus dong? Rencananya setelah lulus mau lanjut kuliah atau bagaimana? (tanyanya ingin tau)
Sinta: Insyaallaah jika orang tua saya diberi rezeki saya akan lanjut kuliah bu.
Nyonya amanda: ohh iyaaa, emng bapak kamu kerja dimana nak?
Sinta: Ayah saya bekerja di perushaan AN group bu. (jawabnya jujur)
Nyonya amanda dan adam yang mendengar pun merasa kaget.
Nyonya amanda: Waaaah kebetulan sekali, perusaan itu milik adam. ayahmu dibagian apa nak?
Sinta yang mengetahui bahwa perushaan tempat ayahnya bekerja adalah perusahaan milik adam sangat kaget, dan dia juga kurang paham dengan posisi ayahnya.
__ADS_1
Sinta: Kalau soal itu saya kurang paham bu.
Nyonya amanda: Siapa nama ayahmu nak?
Sinta: Nama ayah saya Haris wijaya bu?
Adam pun merasa kaget, karena yang dimaksud oleh sinta adalah teman sekaligus penasehatnya dikantor ketika sedang ada masalah, ia begitu dekat dengan ayahnya sinta dan ia juga sudah menganggapnya sebagai saudaranya sendiri, ia juga memanggilnya dengan sebutan paman.
Adam: apa benar kamu anaknya pak haris? (yanya adam memastikan)
Sinta: Iyaaa benar pak.
Lalu adam mengangguk²kan kepalnya tanda mengerti, lalu setelah itu sinta pamit pada mereka. Sebelum pamit Sinta juga memeluk keina dan berkata:
Sinta: Sayang bunda pamit pulang dulu ya? Ken jangan jadi anak nakal, harus nurut sama ayah sama nenek, ken juga jangan nangis lagi ya, besok kapan² kalau bunda libur ken bisa ketemu bunda dirumah, ini alamat bunda dan ada nomor telepon bunda juga disitu(ucap sinta sambil mengeluarkan kertas dari dalam tasnya dan memberikan kepada keina)
Keina yang mendengar sinta akan pulang merasa sedih, sejujurnya ia ingin bersama sinta sepanjang hari.
Keina: Apakah bunda bisa menginap dirumah ken? Ken masih ingin sama bunda. (tanya keina dengan memohon)
Sinta: Sayang,,, untuk kali ini bunda ga bisa nginep dirumah ken, besok bunda ada ujian jadi bunda harus belajar. Besok kalok udah selesai semua ujian bunda, pasti bunda ajak ken buat nginep dirumah bunda, terus kita bisa main sampai puas. Sekarang ken pulang dulu ya sayang? (Ucap sinta memberi penjelasan pada keina)
Keina: Tapi bunda janji yah setelah selesai ujian bunda harus nemuin ken setiap hari, ken gamau tau pokoknya bunda harus mau. (ucap keina memaksa)
Sinta yang mendengar perkataan keina hanya tersenyum lembut dan mengelus pipi keina.
Sinta: Tentu saja sayang. Bunda pasti nemuin ken tiap hari asal ken jadi anak yang baik. Okee? (tanya sinta membuat perjanjian dengan keina dan menunjukkan jari kelingkingnya pada keina)
Keina yang mendapat jadi kelingking juga menerima dan menautkan jari kelingkingnya pada jari sinta, dan mengangguk cepat tanda meng\-iyakan permintaan sinta.
Setelah itu sinta memeluk keina dan mencium pipinya, lalu ia berpamitan pada adam dan Nyonya amanda dengan bersalaman. Lalu ia pulang dengan segudang peristiwa yang tak diduga. Ia pulang dan sampai dirumah pada jam 5 lewat, ia melihat ibunya yang sedang berdiri di teras rumah menunggunya pulang, dan ia pun sudah melihat mobil ayahnya terpakrir digarasi yang artinya ayahnya juga sudah pulang.. ibunya yang melihat sinta pulang pun merasa lega karena melihat sinta baik² saja. Lalu ia menghampiri sinta dan bertanaya:
Biasakan like komen vote ratting yang banyak setelah membaca. Biar author makin rajin up nya.💞🤗
__ADS_1