
What??? (merasa kaget dan tidak percaya)
Jadi kamu dilamar sama pak adam?
Iyaaa (ucapnya dengan kepala tertunduk)
Terus gimana? kamu terima nggak?
Entahlah, aku juga bingung mau gimana.
Terus kak andra gimana kalok kamu nikah sama pak adam?
Maka dari itu, aku juga bingung.
Saat ini sinta dan rani sedang berada dikantin, setelah selesai mata kuliah mereka, mereka langsung menuju kekantin, dan dikantin sinta memberithu tentng lamaran adam kepadanya. Otomatis rani langsung kaget.
Sinta: Menurut kamu gimana ran? aku harus milih yng mana?
Rani: Aku juga ikut bingung sin, tapi kan sekarang kamu cintanya sama pak adam?
Sinta: Iyaaa si, tapi aku nggak enak juga sama kak andra ran?
Rani: Gini ajaaa, kamu ajak kak andra buat ngmong berdua sama kamu, beri dia pengertian, aku tau kak andra pasti sakit hati banget, apalagi pak adam ngelamar kamu didepan kak andra.
Sinta: hemm bagus juga ide kamu, tapi aku hrus ngmong apa?
Rani: Yaaa kamu jelasin lah perasaan kamu ke dia gimana? kamu mauk milihnya siapa? ya pokoknya gituan lah.
Sinta: hhemm oke lahh.
Lalu mereka melanjutkan makan siang mereka dengan mengobrol seperti biasa.
Setelh selesi, kini mereka sedang duduk berdua ditaman kampus, mereka sedang duduk sambil bersenda gurau mengingat masa² sekolah mereka. Saat sedang asik mengobrol, tiba² ada seseorang yang menghampiri mereka, lebih teptnya menghampiri Sinta.
Mereka masih tetap mengobrol, karena tidak menydari ada orang yang sedang menuju kemereka. Saat orang tersebut sampi dihaadapn mereka, mereka langsung kaget dan menghentikan obrolan mereka.
Sinta: Pak adam? ada perlu apa bapak kemari (tnyanya karena merasa kaget)
Adam: Ayoo ikut saya, ada masalah genting (ucapnya dengan serius)
Sinta: Maksud bapak masalah apa ya pak?
Adam: jadi begini......
Flashback on:
Adam sedang berada dikantor, ia sedang memeriksa berkas². saat sedang memeriksa berkas2 tersebut, tiba² suara getaran ponsel adam berbunyi, dan memaksakan dia untuk berhenti.
***Tuuuuut....tuuuuuuut (suara getaran ponsel)
Adam: iyaaa halo kak? ada apa?
Herry: Halo adam? ituuu i ibu kritis dam (ucapnya gugup)
__ADS_1
Adam: Apaa!? Yaudah aku kesana sekarang.
Herry: iyaa dam, cepatlah kemari
Adam langsung mematikan sambungan telephonnya dan langsung menyambar jas yang ada dikursi.
Sekarang ia sedang berada didalam mobil, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah setengah jam berkendara, akhirnya ia sampai di rumah sakit, ia langsung menemui kakaknya yang sedang duduk didepan ruang icu.
Adam: kakk?
Adelia dan herry langsung menoleh kesumber suara.
Adelia: adamm, ibu...ibu kritis dam (ucapnya sambil sesegukan)
Adam langsung menghampiri kakaknya dan memeluknya, ia juga merasa sangat bersedih dan khawatir, ia sangat takut kehilangan ibunya.
Lalu tak lam setelah adam datang, dokter yang sedang memeriksa keadaan nyonya amanda keluar dari ruangan.
Adam: gimana keadaan ibu saya dok?
Dokter: keadaan beliau sangat menghawatirkan, tapi alhamdulillah sekarang beliau sudah sadar, dan tadi sepertinya beliau ingin bertemu dengan kamu dam. (ucap dokter dengan serius)
Adam: Baik dok saya masuk dulu.
Dokter: ingat! jangan membuat beliau berfikir terlalu keras, dan usahakan, apa yang beliau inginkan, kamu harus segera menurutinya. (ucap dokter tersebut memberitahu)
Adam hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam ruangan.
Ia menghampiri ibunya dan duduk disamping tempat tidurnya, ia memegang tangan ibunya dengan sangat pelan. Mendapat sentuhan dari seseorang, membuat nyonya amanda berusaha kuat membuka matanya. Dilihatnya putra tersayangnya sedang duduk dan menitihkan air matanya.
Nyonya amanda: Sayang(panggilnya pada adam)
Adam: Ibu? (balasnya dengan nada lembut) dimannya yang sakit bu? biar adam panggilin dokter.
Nyonya amanda hanya tersenyum menatap anaknya, entah apa yang difikirkannya.
Nyonya amanda: Tidak ada yang sakit (ucapnya pelan). Hanya saja.... ibu ada permintaan buat kamu?
Adam: Apa? apa yang ibu minta pasti akan adam turuti bu. (ucapnya serius)
Nyonya amanda: Menikahlah dengan sinta sekarang juga nak.
Degg.....
Adam langsung menatap ibunya dalam2. "Apa ini? sinta saja belum menjawab lamarannya? bagaimana dia akan menikah sekarang juga dengan sinta."
Adam masih diam, ia bingung harus menjawab apa.
Nyonya amanda: ibu tau kamu masih bingung, dan ibu percaya, sinta pasti mau menikah denganmu sekarang. Tututilah permintaan terakhir ibu nak (ucapnya lembut dan sesekali menahan matanya agar tidak tertutup).
Adam langsung menganggukkan kepalanya. Mau tidak mau dia harus mau.
__ADS_1
Nyonya amanda: Datanglah kerumah sinta, dan mintalah izin kepada orang tuanya, hari ini juga, ibu mau kamu melangsungkan pernikahanmu disini nak.
Adam: Iyaa bu, adam akan turuti permintaan ibu.
Nyonya amanda langsung tersenyum dan membelai rambuy sanga anak.
Flashnack off***.
Adam dan sinta sudah sampai dirumah sakit, mereka langsung menuju keruangan Nyonya amanda. Ternyata didalam ruangan telah ramai orang, disana ada adelia dan suami, keina dan aldi, kedua orang tua sinta, dokter dan suster yang melihat perkembangan nyonya amanda, ada sekertarisnya adam dan juga pak penghulu.
Sinta tampak gugup, ia binheung harus bersikap bagaimana.
Nyonya amanda tampak tersenyum bahagia, dia sangat bahagia melihat anak lelakinya akan menikah dengan wanita yang tepat.
Pak penghulu langsung menanyakan kesiapan kedua mempelai, dan kedua mempelai sudah siap. Adam hanya mengenakan celana bahan serta kemeja, sedangkan sinta? dia hanya mengenakan baju yang tadi digunakan unyuk kuliah, stelah gamis dengan bordir bunga² dibagian pinggang dan dadanya, serta jilbab pashmina, dia dan adam tidak sempat mengundang MUA karena kondisi yang darurat.
Setelah semua siap, pak penghulu langsung menyuruh kedua mempelai untuk duduk berdampingan di hadapan nyonya amanda. dengan lam penghulu yang duduk disebrang.
Semua orang yang ada diruangan tersebut diam dan menyaksikan pernikahan mendadak ini.
Pelaksanaan ijab qobul diserahkan pada pak penghulu. dan beliau pun langsung melaksanakan ijab qobul.
Kini giliran adam yang menjawab:
Saya terima nikah dan kawinnya, Sinta aryani binti *haris wijaya, dengan maskawin seperangkat alat sholat, diabayar tunai.
Sahhhh.....
Alhamdulillaah* (semua orang didalam ruangan tersebut mengucapkan hamdalah tanda rasa syukur atas pernikahan adam dan sinta)
Mereka semua terlihat bahagia, kecuali aldi, dari tadi dia hanya bermuka datar, entah apa yang ada difikirannya.
Nyonya amanda terlihat nampak bahagia, beliau merasa lega dan terlihat sangat sangat bahagia.
Adam dan sinta telah selesai berurusan dengan berkas² pada pak penghulu. Kini mereka mendekati bankar Nyonya amanda, mereka bersalaman. Dimulai dari adam:
Nyonya amanda: Sayang, ibu minta? kamu bahagiain sinta, dia anak yang baik. Jangan kamu sia2kan dia, ibu yakin kamu pasti bisa. (ucapnya pelan dan tergagap)
Adam: Iyaa bu, adam pasti menjaga sinta dengan baik.
Dan kini giliran sinta yang bersalaman dengan Nyonya amanda:
Nyonya amanda: Nak sinta, jadilah istri yang berbakti pada suami, turuti perintan suamimu selagi masih dijalan yang benar.
Sinta langsung berkaca² mendengar nasehat dari ibu mertuanya. Ia merasa sangat tersentuh dengan kata² tersebut, entah dia bisa aku tidak melaksanakan kewajibannya, tapi dia akan berusaha, karena prinsip sinta, dia akan menikah hanya 1x dalam hidupnya.
Sinta: Iyaa Nyonya, saya akan berusaha untuk menjadi istri yang baik buat pak adam.(ucapnya sambil berlinang air mata)
Nyonya amanda tersenyum lebar. Ia merasa lega.
Tiba² suara alat diruangan tersebut berbunyi, dan menunjukkan satu garis lurus, semua orang yang sedang bersalaman menjadi kaget dan panik melihat alat tersebut bergaris lurus. Dokter dan suster langsung menyuruh semua orang untuk keluar dari ruangan tersebut.
***Hay hay... maafkan diriku ya readera tercinta, karena jarang update, maaf akhir² ini aku lagi ada kerjaan penting, jadi gabisa up sering², sebenernya tiap hari aku nulis, cuman ya nggak sekali langsung jadi. Oleh karena itu author minta maaf yang sebesar²nyaa😘😘
__ADS_1
Jangan bosen² ya baca kisah author, dan jangan lupakan tinggalkan jejak kalian setelah membaca berupa, Like komen vote dan jadikan favorit okeeeee. kalau begitu author mengucapkan banyak² terimakasih untuk yang sudah meninggalkan jejak kalian***.