Anggap

Anggap
awal


__ADS_3

Mentari di pagi hari memancarkan cahayanya yang begitu terang menusuk ke dalam ruangan melalui lubang jendela, suara jam weker yg sangat nyaring di telinga membuat seseorang yang mengisi ruang tidur tersebut yang masih terlelap tidur itu seketika mulai terbangun.


Dia mengusap matanya untuk beberapa kali berharap jika ia membuka mata, mata nya tidak akan lagi kabur, seperkian detik matanya sudah kembali jernih, pemuda berwajah manis ini tersenyum ketika melihat suasana yang sudah di pagi, pria manis ini merangkak pergi menjauhi ranjang nya dan berjalan ke arah jendela lalu membuka gorden yg mengganggu nya untuk melihat keindahan matahari


'srett'


suara gorden yang terbuka, lalu menampilkan keadaan di luar yang begitu indah dan sejuk terlihat lelaki tua yang sedang menyapu halaman di bawah sana


"Bapakkkk!" teriak haikal sambil melambaikan tangan nya


Bapak tua itu menoleh mencari objek yg ia cari,hingga akhirnya ia mendongak kan kepalanya ke atas terlihat anak majikan nya yg sangat manis dengan piama pororo nya yg melambaikan tangan nya

__ADS_1


"kenapa nakk? Ada perlu atau ada sesuatu?" ucapnya sambil ikut melambaikan tangannya dengan tersenyum.


"ngga, pakkk ikall cuma mau nyapa, bapakkk semangatt yaaa Jan lupa sarapan soalnya ngejalanin hidup harus kuat!!"ucap haikal sambil tersenyum lalu menghilangkan diri nya begitu saja dari jendela, lekaki tua itu terdiam dan mencerna ucapan majikannya tersebut lalu tersenyum.


Waktu menunjukkan pukul enam pagi, pemuda manis itu sedang memanggang rotinya di pan. Tak lama pria berbadan besar nan tinggi menghampiri haikal yang sedang asik, ia hanya melontarkan tatapan mata yg sudah sering kali haikal lihat, entah tatapan benci atau sayang haikal sendiri tidak tahu


"ayah!, haikal nunggu in ayah buat makan bareng, ayo yah cepet!" ucap nya antusias sambil melontarkan senyuman kepada sang ayah


kini haikal bersiap untuk sekolah, ia menuntun sepeda nya hingga teras lalu menunggangi nya, ia berhenti mengayuh ketika melihat si bapak yang ia sapa tadi ia menyapa nya lagi "bapakkk ikall pergi sekolah dulu yaa." Ia sambil melambaikan tangan kepada sang bapakk itu "sekolah yang pintar ya nak,biar gede jadi dokter" ucap nya,"haikal ga mau jadi dokter" jawah haikal "terus jadi apa?"


"jadi anak kesayangan nya ayah" ucap haikal.

__ADS_1


Kini kaki haikal sudah menginjak ubin kelas, kaki nya terasa sangat berat untuk menginjak lantai ini ia menghembuskan nafas kasar dan lalu memasuki nya, terdengar suara gaduh dari kelas yg baru saja ia masuki, kini semua pandangan terarah pada nya yg sedang berdiri di depan pintu, termasuk lelaki yang sedang mengunyah permen karet di tengah-tengah kelas, haikal bergidik ngeri ketika mengingat kejadian kemarin, saat dia di permalukan di depan banyak orang. langkah kaki pria tersebut semakin dekat menuju ke arah haikal, tanpa pikir panjang pria tersebut mejabak rambut haikal dengan sepenuh tenaga hingga badan nya ikut tertarik.


'brakk'


suara gebrakan pintu yang begitu kerasa di telinga para murid, karna di tendang oleh mark.


ya nama lelaki itu adalah mark.


"gimana dada nya? masi kerasa sakit?"


SIAPAKAH DIAAA???? TUNGGU NEXT PART YAAA BABAIIII

__ADS_1


__ADS_2