
saat ini pembelajaran telah di mulai, Haikal dan naren sedang fokus mendengarkan apa yang diajarkan guru.
" segitu saja anak anak, jangan lupa tugas yang tadi ibu kasih kerjakan, ibu tutup pembelajaran hari ini. assalamualaikum."
"waalaikumsalam Bu." jawab Siswa siswi di kelas itu.
murid murid pun segera berhamburan ke luar karena bel istirahat sudah berbunyi. Haikal dan naren juga ikut keluar, karena perut mereka sudah lapar jadi tujuan utama mereka adalah ke kantin.
saat mereka berusa sedang asik mengobrol di bangku kantin tiba tiba Mark datang menghampiri mereka dengan teman temannya.
"punya tameng juga lu kall." tiba tiba Mark berkata seperti itu
"naren bukan tameng dia sahabat aku." bela Haikal
" cihh sahabat sahabat ujung ujungnya pasti si murid baru ini ninggalin lu juga, atau jangan jangan dia pacar lu? lu homo?." ejek Mark
" maksud Lo apaan hah, Dateng Dateng bikin mood gua ancur aja hahhh!!!!." naren marah
" santai dong, mending sama gua dari pada sama si cupu ini wkwkw, cowok lemah lembek kayak dia gak pantes di temenin."
"bangsat lu yahh, jangan omongan lu yaa anjing gak usah seenaknya sama orang, emang ini sekolah lu apa!!." naren sangat marah sekarang, ia tidak segan segan menggebrak meja di depannya sekarang dan dengan tatapan benci yang ia lontarkan pada orang di depannya ini.
tanpa angin tanpa hujan tiba tiba mangkok mie ayam Haikal di tumpahkan Mark ke kepalanya, ia dengan sengaja juga sambil menertawakannya dengan terbahak bahak.
" oooooo sengaja gua sihh, haahahahaha anjirrr liat mukanya aaaaaaa."
"MARKKK!!!." Marah Haikal sekarang
"kenapa? ngajak ribut ayok kelapang, gak sabar gua bisa ngabisin Lo."
" sini kita ke lapang, lu gak boleh nyentuh Haikal." marah naren lagi, dan ia langsung menyered Mark ke lapangan dengan memegang kerah baju Mark lalu sambil berjalan cepat ia menggiring nya.
Mark di hempaskan di tengah lapangan, ia terduduk karena tenaga naren yang di gunakan untuk menggiringnya sangat kuat.
" cihh, lu mau jadi jagoannya si cupu itu hah?."
"dia Haikal bukan si cupu, dia punya nama dan juga dia punya gua."
"mau aja lu dimanfaatin sama dia buat ngelindungin dia sendiri."
" gua dari tadi udah muak yaaa sama lu, gua muak denger Haikal selalu jadi bahan Bulian Lo, salah Haikal apaan? dia gak pernah ngusik Lo sekalipun yaa!!."
" dia cupu asal Lo tau, gua gak suka cowok lemah anjing banget dia."
" YA TERUS MASALAH SAMA LO NYA APAAA dia yang lemah kok lu yang repot, lu cowok apa bukan si anjing, sifat lu kek babi." naren mengeluarkan amarahnya yang ia bendung selama ini, ia tidak tega dari tadi pas masuk sekolah Haikal selalu jadi bahan omongan orang lain sebab ia sering mendapatkan rendungan di sini."
__ADS_1
" WOAHHH baru kali ini gua liat da yang nge bela si homo and simurahan itu segini nya. lu di bayar berapa sama dia hah?, atauuu jangan jangann sama tubuh nya lagi hahahah." semua teman teman Mark tertawa begitu juga Mark.
" mulut lu pengen banget gua pukul yaa anjing!!!."
dughhh
satu pukulan dari naren mendarat di pipi kiri nya Mark dan lalu pukulan selanjutnya terus menyerah Mark, Mark pun tidak tinggal diam, ia lalu membalas pukulan nya naren dan mereka pun sekarang sedang baku hantam tanpa ada yang memisahkan.
tiba tiba ada guru yang mencoba untuk melerai mereka
"udah udahh hehhh jangan pada berantem."
mereka pun seketika berhenti.
" SEMUA NYA BUBARR, DAN NAREN MARK KALIAN IKUT BAPAK KE RUANG GURU SEKARANG." marah pak guru itu.
" Iyah pak." jawab mereka.
diruang guru mereka sekarang mereka berada.
" bisa kalian jelaskan?." tanya guru itu
" saya saja pak, jadi gini tadi saya sedang makan di kantin dan si anjing ini__
"issss terserahlah, dia tuh ngebuli Haikal pakk, otomatis saya enggak diem aja dong. saya heran dengan selama ini ada murid di buli kok sekolah gak ngambil tindakan, sekolah macam apa ini."
" Mark apakah benar?."
"hemm.."
"mungkin Mark hanya becanda saja, saya liat biasa biasa saja kok mereka." elak si guru
"oh Iyah kah pak? aaaaaa saya baru inget si anjing ini ternyata anak dari donatur sekolah di sini wkwkw pantesan aja si lindungi kayak raja."
" maksud nak naren apa yah?, secara tidak langsung anda mengejek sekolah ini."
" JELAS LAH PAK, NAK ORANG DI BULI SELAMA INI ADA SEKOLAH MENUNDAK LANJUTIN? mana si pembuly nya di lindungin banget lagi, kenapa ?."
" pantesan Haikal kayak tertekan banget sekolah disini ternyata sekolah nya juga kek gini, mana betah orang."
" naren bisa panggil orang tua kamu?."
"buat?."
"saya ingin bicara dengan orang tua kamu."
__ADS_1
" yaelahh pakkk, si anjing ini juga gak manggil orang tua dia ? gak adil banget."
" saya hanya butuh orang tua kamu. TITIK."
" issss bentarrrr, gini aja bawa bawa orang tua segala."
dengan terpaksa naren harus menghubungi ayahnya, dan bersyukur nya ternyata ayahnya sudah sampai di sekolah naren sekarang, ayah naren adalah kepala sekolah baru di sekolah naren sekarang, ia berganti dengan kepala sekolah lama.
dan sekarang anren dan ayahnya sudah menghadap si guru, tidak lupa juga Mark masih diam di sana.
" sebelumnya ada apa yah pak memanggil saja?."
" gini pakk jadi nak naren itu terlibat perkelahian dengan temannya, dan juga secara tidak langsung nak naren mengejek sekolah ini tidak bagus. ini hal yang harus saya bicarakan terkait perilaku nya sebab ia masih bisa di bilang murid baru pak sepertu ituu."
" bisa saya menderang penjelasan anak saya terlebih dahulu pak, saya percaya dengan anak saya dan ia tidak pernah berbohong kepada saya, ren bisa jelaskan pada ayah?.,."
" jadi gini ayahh, tadi kan aku sama haikal lagi makan di kantin, tau kann temen naren dulu nah aku sekelas sama dia, trus kita makan di kantin tiba tiba si anjing ini__
" Mark naren."
"__ isss iyaa si ini malah ngebuly si Haikal otomatis aku enggak diem aja dong yah, dia juga ngajak berantem terus ngejek ngejek Haikal, naren emosi yaudah naren bawa dia kelapang terus ajak berantem aja, dia bilang Haikal homo terus murahan lagi, naren emosiii banget ayahhh, terus si bapak bapak botak ini ngebela si anjing itu, dia anak Donatur sekolah ini masalahnya." jelas panjang lebar Baren pada ayahnya.
"saya mengerti sekarang, apakah benar apa yang di omongkan anak saya bahwa anda melindungi anak Donatur pak? apa sekolah ini merasakan anak donaturnya?."
"bukan begitu pakk."
"halahh ngaku aja sii pak."
"saya tidak menyangka bahwa sekolah ini seperti ini, saya di kasih amanat untuk mengganti kan kepala sekolah disini, saya tidak ini sekolah yang saya tempati menjadi sarang pembuly seperti dia itu. siapa ayahnya? biasakan saya bicara dengan nya pak?."
"apa bapak kepala sekolah baru?, eummm Iyah pakk saya akan menghubungi ayahnya nak Mark." bapak itu ketar ketir ternyata yang ia hadapin sekarang adalah kepala sekolah baru di sekolah ini.
"saya harap segera diinformasikan ya pak secepatnya, kalo gitu saya permisi, untuk hukumannya saya kasih kan ke bapak saja, tolong hukum mereka karena pada dasarnya anak yang berantem di sekolah sepatutnya di hukum, dan juga bapak harus bisa adil dalam memberikan hukuman kepada mereka."
"dan juga saya ingin tolong panggilkan Haikal untuk menghadap kepada saya, terima kasih." ayah naren pun segera pergi dari ruangan tersebut menuru ruangan nya sekarang, di ruang kepala sekolah.
" yasudahh bersihkan toilet saja, bapak masih banyak urusan, dan naren bisa panggilkan haikal untuk menghadap ayah kamu sendiri?"
"Iyah pak bisa."
ketiga nya pun segera keluar dari ruangan tersebut. naren pun otomatis langsung mencari keberadaan Haikal. Beberapa saat tidak ketemu akhirnya Haikal ketemu di belakang sekolah dengan duduk di rerumputan sendirian. naren pun menghampirinya
"kall." panggil naren
AAAAA SEGITU DULU YAAA PAPAIII
__ADS_1