
sepulang sekolah Haikal pulang kerumahnya, apakah ayahnya masih menerima nya tau tidak ia tidak tahu, ia takut sebenarnya tapi gimana lagii ikall gak tau harus pulang ke mana lagi.
" ayah ikall pulangg." sahut Haikal kedalam rumahnya. dan seperti biasa tidak ada jawaban apapun, ayahnya tidak ada di rumah sepertinya.
" masih berani kamu pulang kerumah?"
dughhh
suara itu suara ayah, suara yang mengagetkan Haikal.
" sudah saya bilang saya tidak Sudi melihat anda, anda masih lancang datang ke rumah saya?" ayah marahh
"ayahh, tapi nanti Haikal pulang kemana? ini satu satunya tempat pulang Haikal." ia menjawab dengan suara yang pelan nan lesu.
" saya tidak peduli saya malas serumah dengan orang yang membunuh istri saya.
__ADS_1
" tapi ayahhh itu bukan salah ikall, ikall gak tau waktu itu ayahh."
" seharusnya waktu itu kamu saja yang mati bukan istri saya."
dughhh
kata kata itu, kata kata yang selama ini tidak mau Haikal dengan akhirnya terucap juga, kata kata yang ia tidak ingin mulut ayahnya mengeluarkan itu sekarang terjadi.
"ayahh, ayahh, kenapa ginii hiksss, ikal gak tau bakal jadinya gini yahh, kenapa selama ni harus ikal yang nanggung sakit nya?, kenapa ayah tega sama ikall, ikall salah apa ayahh."
" SALAH KAMU, KAMU PENYEBAB ISTRI SAYA MENINGGAL HAIKALLL, ISTRI SAYA MENINGGAL, perempuan yang sangat saya cintai, meninggal sebab ingin menyelamatkan anda." satu tetes air mata ayah meluncur, apa sesakit itu yahh....
" saya muakk, saya muak dengan semua ini asal anda tahu, hiks kehilangan perempuan yang sangat saya sayangi itu berat kall, ayah tidak bisa menerima nya."
ayahh menangis, yaa ayah dan Haikal menangisi semua nya bersama.
__ADS_1
" a-aayah tauu, ikall sayang banget sama ayah, ikall gak pernah benci selama ini sama ayah. ayah bis agak lirik ikall sedikit ajaaa, gak banyak ikal mau itu yahhh, tolong yahh."
" beratt, itu beratt, anda mending masuk kamar saja, saya ingin keluar, jangan bicara sama saya." ayah Jony pergi keluar dengan tangisan yang masih ada, mungkin ayah ingin mencari ketenangan dengan mencari angin di luar.
Haikal segera masuk ke kamarnya, dan juga mandi lagi duduk diam di karpet di kamarnya.
dughhh
sakitt di sebelah dada bagian kiri itu yang Haikal rasakan saat ini." sakit bangett ya Allah, jangan sekarangg huhhhh hahhhhh huuuuhhhh hahhhhh." ikal Memengang dada nya sambil mencoba untuk tenang. ia mencari obat yang selama ini menjadi obat penenang nya di saat ini terjadi.
" obattt mana obatttt." Haikal mencari di lemari nya dan segera meminumnya.
"huhhh, yaa Allah sampai kapan ikal harus ngerasain sakit ini, huhhh, ikall capekkk, ikall pengen tenang." menangis lagi, ikall menangis lagi di kamar nya sendirian. ia capek dengan semuanya tapi ia tidak bisa melakukan apa apa sekarang, ia tidak punya apa apa hanya ayah nya, hanya ayah yang ia punya tapi ayah nya belum bisa menerima dia.
^^^***HUHU SEMANGAT IKALLLL^^^
__ADS_1
JANN LUPA LIKE KOMEN AND SHARE SEBANYAK BANYAK NYA YAAAA BIAR AKU SERING UPDATE.
PAPAYYY***