
Brakk'
suara gebrakan pintu yang begitu kerasa di telinga para murid, karna di tendang oleh mark.
ya nama lelaki itu adalah mark.
"gimana dada nya? masi kerasa sakit?"
Ucap mark yang memulai pembicaraan, haikal hanya menggeleng kan kepalanya yang masih tertunduk takut menatap mark, mark menarik pipi haikal dengan keras seakan akan memaksa haikal untuk menatap mata nya, haikal hanya menutup matanya rapat-rapat, mengingat betapa sakit dadanya ketika mendapat tendangan bertubi-tubi dari mark, haikal sudah seringkali mendapati mark menghajar nya tanpa alasan yang jelas, ketika ia mengadu tetapi tetap saja yang mark lakukan lebih menyakitkan dan tidak manusiawi.
mark mendudukkan haikal di meja paling depan, dan masih menatap haikal yang sudah mulai bergetar ketakutan,mark melepaskan cengkraman di pipi lelaki manis itu, teihat senyum terukir di sudut bibir mark
__ADS_1
"kalo gitu? Bisa dong??" ucap mark sambil menatap mata haikal dengan tatapan susah di artikan, haikal menggeleng kepala nya cepat sambil menatap mark agar di lepaskan, mark diam lalu menjauh dari hadapan haikal
'duggg!'
tendangan keras mendarat di dada kiri haikal, membuat haikal terpental hingga ke bangku belakang, membuat meja dan bangku tersingkirkan oleh badan haikal, bukan haikal lelaki lemah atau bagaimana, tapi ini rasanya benar-benar menyakitkan, mata haikal sudah mulai terlihat samar-samar karna genangan di kelopak mata nya yg sudah mulai naik dan sudah tidak dapat di bendung lagi, ia tak mau terlihat lemah di hadapan para teman nya, padahal mereka tau kalau haikal benar benar sudah tidak sanggup, mereka tidak peduli jika haikal menangis disini atau pun mati. ia terus memegangi dada nya berharap rasa nyeri itu hilang,
bukan nya sakit itu pergi kini dada haikal terasa begitu sulit untuk memproduksi oksigen lagi, nafas haikal yg sudah mulai tersedat terdengar seisi ruangan, satu pun dari mereka tidak ingin sama sekali membantu haikal bahkan hanya untuk berdiri, mungkin karena mereka takut kepada mark jika ikut campur atau mungkin mereka merasa senang melihat ini semua
'sshh'
desis haikal yg merasa perih di area wajah nya, motif motif ungu di badan nya membuat haikal semakin terlihat kacau, yg haikal harap sekarang adalah ada seseorang yang bisa menghentikan perlakuan mark
__ADS_1
'tap tap tap' suara langkah kaki terdengar menghampiri kelas dimana haikal dihajar habis-habisan oleh mark, mark yang merasa takut langsung berlari ke bangku nya sendiri, haikal mencoba untuk berdiri lalu kembali ke bangku nya,tepat di bangku paling belakang haikal duduk sendiri sambil mengatur nafas nya yg tak normal tapi tetap saja nafas nya masih saja tersegat segat hingga akhirnya nya di tegur oleh teman di depan nya 'huuuhhh' suara hembusan nafas haikal yang mencoba menetralkan nafas nya
"cot! bisa diem ga si? hah huh hah huh mulu, kalo mau mati jgn di sini bikin repot" ucap pria yang duduk tepat di depan nya "m-maaf" hanya kata itu yang bisa haikal keluarkan dari rongga rongga tenggorok an nya,
mungkin haikal harus meneguk beberapa obat terlebih dahulu untuk menghilangkan nyeri di sekitar dada nya, alhasil haikal mengangkat tangan nya untuk meminta izin kpada guru di depan, dan syukur nya permintaan haikal di kabulkan ia segera beranjak pergi meninggalkan kelas dan menuju ke kamar mandi,
mark yg melihat haikal berjalan ke arah kamar mandi dengan sedikit sempoyongan langsung berlari mengejarnya hingga ke arah mandi, di sini terlihat sangat sepi pikir haikal, ia merogoh saku celana nya dan mengambil obat lalu menuangkan nya entah berapa butir itu ia langsung meneguk obat itu tanpa bantuan air ia terlihat sangat hadal dalam melakukan hal itu, mark yang tepat di belakang nya sontak terkejut bagaimana bisa haikal memakan obat sebanyak itu
"huhh" hembusan nafas haikal lega, dada nya kini tak terasa se nyeri tadi "lo bisa mati kalo minum obat segitu" ucap mark.
oh wait apa mark merasa khawatir? hha lucu bukan kah mark yang membuat haikal harus meneguk beberapa obat di setiap hari nya? "loh?, mark mau nya gitu kan?" ucap haikal,ucap haikal, ucapan lembut dari bibir haikal tapi sangat menusuk hati mark, haikal langsung keluar dari kamar mandi lalu menuju kelas tanpa memperhatikan mark.
__ADS_1