
dari kejauhan terlihat seorang pria tak jauh umur nya dengan sang ayah, ia memperhatikan haikal yang sedang mencoba membersihkan kue dan memotret nya kini langkah kaki nya sudah dekat dengan sang pemuda yg fokus ia amati tadi "dek kue nya kenapa?" ucap pria dengan lembut, haikal yg mendengar suara tersebut refleks memutar kepala nya untuk mencari objek yg berbicara dengan nya "loh? om Evan ?. ini om evan?"ucap haikal,seperti nya dua insan ini saling mengenal
"oalah haikal toh" jawab nya "ngapain le disini?" ucap nya yg kembali bertanya "nenggok in bunda, om sendiri?" tanya haikal "ke makam anak Sam istri om, kamu sendirian disini?"
"iya om" jawab haikal dengan senyum tipis "berarti ini ulang tahunmu kamu? om ingat ultah kamu baru telat 1 hari" tanya om evan, haikal hanya mengangguk pelan lalu tersenyum "yang keberapa tau hemm?" tanya Om evan lagi sambil mengelus kepala Haikal
"ke 18 om" jwb haikal, belaian lembut dari evan membuat haikal merasa ternang dan senang." ihhh udah gede yaaa, sekarang ikut om yuk kita beli hadiah buat kamu, kamu mau apa dari om?" tanya om evan
"enggak usah om makasih bgt, ngerayaan sama bunda juga udah seneng" jwb haikal malu "gak papah gak usah sungkan, yuk beli hadiah buat kamu" ucap om evan sambil menarik tangan haikal, haikal hanya diam tak menolak apa yg om nya itu.
hingga sampai lah mereka di depan mall yg begitu besar, evan yg berada di belakang haikal hanya tersenyum lalu menepuk pundak nya "masuk aja" ucap nya sambil tersenyum menatap haikal haikal yg malu tapi mau itu hanya diam dan menggaruk belakang telinga nya yg tak gatal sambil tersenyum malu, di mata Evan haikal terlihat sama bahkan persis seperti waktu masih kecil, tetap menjadi anak yg manis dan lucu, setelah itu haikal dan om evan masuk ke dalam mall tersebut, tapi sprti ada seseorang yang menatap aneh kepada haikal dan om evan, mark itu mark, yang melihat dari kejauhan haikal seperti sedang di rangkul oleh om om duda kaya raya, pikiran mark sudah kemana mana, ia yang sedang duduk bersama teman teman sambil meminum secangkir ice coffee dan tak lupa rokok yg ada di jemari mark
"sialan haikal homo slama ini? najis bgt tu anak, stress kali ya dia" batin mark "lo ngeliat apa an si hah, serius amat?" ucap pemuda yg duduk di samping mark sambil menepuk pundah mark
"anjing lo, ga ada, cma ngeliatin hoodie di dalem cakep cakep gua jadi pen beli" jawabnya
"pulang yok, nnti cariin bokap sama nyokap gua nanti kalo lama gua di marahin anjirrr" ajak jeno "lu aja udah sana , gua masi betah " ucap mark,mark tak ingin pulang di karna kan ia ingin memastikan apa org yg ia liat tdi benar benar haikal atau bukan
“okee, gua sama yang lain duluan yaa" ucap jeno sambil menepuk beberapa kali pundak mark
"yoi"
setelah beberapa waktu mark menunggu, ia melihat haikal dengan 1 tas belanja nya bersama om om itu lagi, mark segara mengambil handphone lalu memotretnya " habis lo besok kal kal" dgn tawa tipis nya
"makasi banyak ya om" ucap haikal sambil tersenyum lebar "sama sama, tpi knp kokk beli satu, kan om udah nyuruh beli 2?"tanya om nya
__ADS_1
"2 ini om" jawab haikal, evan hanya tersenyum
"iya iyaa, selamat ulang tahun lagi yaa ikall semoga yg haikal mau dpt tercapai aminn" "AMINNN" ucap nya
"plg nya bareng om aja sekalian mau ketemu sama papah mu"
" ikal bisa pulang sendiri om, dari tadi ngerepotin terus ihhh, trus juga biasanya ayah gak ada lagi keluar" jawab haikal
"loh keluar kmn?"
"Kayaknya kerja lagi om"
"bukan nya sekarang weekend ya, ko kerja trs ayah mu?"
"gatau om"
"gak papah om aja anter kamu ni keras kepala sama kayak papah mu hehe"
"ya uda deh" haikal dan om evan bergegas memasuki mobil untuk segera mengantarkan haikal
"kal kal. naiis bgt homo." ucap mark
sampai dirumah, haikal menyuruh om evan masuk dan duduk, haikal menyiapkan secangkir kopi didepan om evan "minum ya om"
"makasih ya, ngerepotin aja"
__ADS_1
"enggak kok om santai ajaa, om permisi ya aku mau nelfon ayah sebentar" sambil menundukkan kepalanya
"iya iya, gpp" jawab om evan, haikal lalu merogoh hp nya lalu membuka room chat ayah nya
...ayah...
ayahh
ayah kemanaaaa
om evan ada dirumahh
nyariin ayahh
kok ayah belum pulang???
tiada balasan sama sekali dari ayah nya "yah..., ayah kmn?" batin nya haikal hanya merasa tidak enak jika ada tamu di rumah nya tapi sang ayah malah tidak ada "om, maaf ya ayah g bisa pulang kaya nya" ucap nya sambil merunduk
"gapapa, yauda om pulang dulu ya" ucap evan sambil berdiri dan hendak menuju pintu, haikal hanya mengangguk kan kepala nya lalu mengantar nya ke teras, lalu uaikal meraih tgn evan lalu mencium nya, tio sedikit terkejut dengan hal ini, lama sekali ia tak merasa kan ciuman tangan, ini mengingatkan kepada mendiang sang anak, ia mengelus pelan kepala nya
"om pulang ya" ucap om evan "iya om, hati"" ucap haikal sambil tersenyum lalu melambaikan tangan nya
sudah menunjukkan pukul 6, kini haikal beranjak berdiri lalu berjalan menuju meja belajar nya, ia membuka beberapa buku, melihat apakah ada pr lalu membaca baca bukunya, be berapa menit telah berlalu mata nya sedikit sepat lalu ia menutup mata nya untuk beberapa detik, lalu membuka nya, ia tak tau ap yg harus ia lakukan untuk jam jam malam seperti ini, jadi ia meneruskannya dengan belajar, di pertengahan belajar ia keluar dari kamar dan melihat apakah sang ayah sudah pulang, ternyata belum,
"ayah kmn si yah?, ga pulang pulang" gumam haikal lalu ia masuk kembali ke dalam kamar nya, dan mulai melihat tulisan tulisan yg membuat nya bosan, haikal lelah jika harus terus belajar, tapi sang ayah menyuruh haikal belajar lebih giatagar menjadi orang yang sukses, mau tak mau ia melakukan perintah ayah nya, krn ia pikir jika dia belajar dan menjadi orang sukses ayah nya akan menyayangi nya, tapi sama saja ketika haikal menjadi juara kelas tetap saja sang ayah bersikap dingin dan acuh padanya.
__ADS_1
di tengah-tengah belajar handphone nya berbunyi ada notifikasi masuk.
PESAN APA YAAAA, SAKSIKAN TERUS DI NEXT CHAPTER SEEE YOUUUU