
sudah beberapa hari ini Haikal terlihat murung, ia tidak seperti biasanya seperti hal nya saat ini ia sedang termerenung di balkon rumah nya.
" huhhhhhh." ia beberapa kali hanya bisa menghela nafas kasar.
" kalo misalnya ibu baru nanti jahat gimana, ikall pasti makin kesiksa kan yaaa, dia punya anak gak yaa takut banget aku punya sodara tiri."
" kalo.misalnya mereka makin jahat sama aku gimana, aku gimana." lanjutnya, ia masih saja negative thinking dengan semua ini.
saat sedang melamun Haikal dikagetkan dengan suara ayahnya yang memanggilnya
" Haikal."
" iya yahh."
" bisa anda bersiap siap."
"untuk apa yah?."
" menemui Calon istri saya."
" beri Haikal 15 menit untuk siap siap yah."
" baiklah saya tunggu di bawah, anda tau saya tidak suka menunggu lama kan."
" baiklah."
ayahnya langsung pergi begitu saja dari tempatnya
" huhhh sudah waktunya yah hahaha."
Haikal pun langsung bergegas bersiap siap, hanya berganti pakaian ke pakaian yang lebih sopan dan rapih tentunya.
setelah bersiap siap haikal langsung melesat ke bawah menemui sang ayah.
" yahh Haikal siap."
"kita berangkat."
mereka pun berangkat menggunakan mobil ayahnya, ini pertama kali lagi Haikal bisa satu mobil dengan ayahnya lagi.
" kamu di sana jangan malu maluin ayah, saya tidak ingin di permalukan oleh mu, jaga sopan santun mu juga." - ayah
" Iyah yahh ikall faham." angguk Haikal
setelah beberapa saat perjalanan Haikal dan ayahnya pun tiba di sebuah Restauran lumayan megah di tengah kota.
" Sampai?."
" Iyah, ingat kata kata ayah tadi."
" baik ayah."
mereka pun lalu masuk ke Restauran tersebut dan menuju meja yang sudah ayahnya pesan tersebut, meja mereka berada di atas khusus VIP.
tak lama menunggu akhirnya tamu yang ditunggu mereka pun datang, perempuan yang di iming iming sebagai calon istri dari ayahnya itu pun menyapa mereka.
__ADS_1
" haii." sapanya
Haikal tertegun sebentar wanita itu sangat cantik dan anggun, ia memiliki hidung mancung dan bibir kecil, badannya ramping dan juga agak sedikit berisi, mommy able lahh tentunya.
" hallo" balas ayah Jony kemudian langsung menyuruhnya untuk duduk. " kar duduk."
" baik Jon."
" ini Haikal yahh, anak kamu ganteng banget mas mirip sama kamu haha."
". hemm, Haikal kenalin ini Tante Karina yang bakal menjadi ibu mu, saya harap kamu menyetujuinya."
" salam kenal saya Haikal."
" salam kenal juga yaaa semoga kita bisa akrab."
"oh Iyah mas, fitting baju kapan? Haikal juga ikut kan yaa nanti aku ajak anak aku juga sekalian." tanya Tante Karina pada ayahku dengan muka yang sumbringah
" besok lusa."
" oh iyahh haikall Tante juga udah punya anak, keknya seumuran sama kamu deh eh keknya besaran anak Tante ya gak mas?."
" hemm, kall nanti bakal punya kakak tiri."
" anak Tante cewek soalnya dia gak bisa ikut sekarang, tapi nanti kita ajak buat kenal sama kamu yah." ramah Tante karena padaku saat itu.
sekitar 1 jam an mereka berbincang bincang dan makan makan bertiga di sana akhirnya Haikal pun bisa pulang ke rumah nya. Haikal langsung ganti baju dan pergi ke rumah naren, ia sudah membuat janji untuk bertemu dengannya di rumah naren.
saat ini mereka berdua sedang berada di kamar nya naren.
"HAH!!!." Naren terkejut
" iyahhh, tadi aku ketemu sama calon istrinya asal lu tau, namanya Karina dia juga punya anak cewek, tapi tadi aku gak ketemu sama anaknya."
"anjirr jadi lu bakal punya sodara tiri gitu?."
"heem, dia bakal jadi kakak aku, dia lebih tua.".
" anjir kall gak nyangka gua, om Jony akhirnya mau nikah lagi. eh kapan btw?." - naren
" katanya sii bulan depan deh."
" anjirrr udah Deket dong bege."
" iyahh kann, tapi seriusan aku jadi ovt."
" kenapa?."
" takut."
" takut? takut kenapa? bagus dong jadi lu bisa ngerasain punya nyokap lagi yaaa walaupun bukan kandung tapi kan seenggak nya ada yang sayang sama Lo, Lo juga pasti di perhatiin sama dia."
" aku takut yang kamu omongin malah sebaliknya, bisa jadi kann dia gak suka aku, bisa jadi juga ayah makin gak suka aku ren."
" eummmm mending lu Jan terlalu ovt deh kall, banyak kemungkinan tapi sebisa mungkin lu positif thinking ajaa yahh."
__ADS_1
" eung."
banyak hal yang mereka cerita ceritakan, detik demi detik menit demi menit dan jam jam selebihnya meleka lewati dengan candaan dan tawa riang mereka yaaa walaupun ada sedihnya tapi mereka tutupi dengan cerita cerita seru lainnya.
saat ini karena sudah malam Haikal langsung pamit untuk pulang ke rumahnya.
setiba nya di rumah ia langsung masuk saja ke kamarnya untuk mengistirahatkan dirinya, tidak lupa juga ia membersihkan dirinya terlebih dahulu.
...----------------...
Di pagi hari yang cerah ini Haikal dengan semangat nya langsung terbangun dan juga langsung bersiap siap pergi ke sekolah, hari ini ia berangkat bareng naren.
saat ini Haikal sedang memakan sarapannya dengan tenang, seperti biasa Haikal sarapan hanya seorang diri, enggak di mana sang ayah ia pun tidak mengetahuinya, saat ia mengetuk pintu kamar ayah nya juga tidak ada sautan jadi mungkin ayahnya sudah pergi pikirnya.
segeralah Haikal pergi ke rumah naren untuk berangkat bareng.
" NAREN!!! AYOOO KEBURU SIANGGG." Teriak Haikal di depan rumah naren
" SABARRRR, LAGI PAKE SEPATU." Sautan dari dalam menyahutnya
tak lama pun naren muncul dan langsung mengambil motor nya lalu menghampiri Haikal
" gass."
Haikal dan naren pun segera meluncur ke sekolah, membelah jalanan dengan motornya
setibanya di sekolah mereka pun langsung melesat ke ruang kelasnya.
" naren betah banget lu sama si homo." celetuk salah satu siswa di kelas itu.
" pagi pagi dah banyak bacot aja lu heh, ke cewek anjir." balas naren pada orang itu
" euhhh di kasih tau ngeyel lu ah."
" tau apa lu soal Haikal hehh!!! denger kabar burung aja serasa lu si paling tau." marah naren, pagi pagi ini adaa saja yang membuat dirinya kesal dan badmood.
" ____ "
" gak bisa jawab kan luu euhhh."
" kenapa nihhhhhhhh." tiba tiba dari arah pintu terdengar suara nya Mark
" pasti si cupu kan tuhh." - Mark
" lah masih hidup lu, kirain udh sekarat wkwkw, mau gua tambah lagi gak? tangan gua gatel nih pen nonjok mulut lemes lu itu." tutur naren sambil menatap lurus ke arah Mark
" udah naren gak usah berantem." lerai Haikal dengan nada rendah, ia tidak ingin ada keributan lagi gafa gara dia.
" gua muak sii soalnya lu di bully terus. si anjing ini harus di kasih pelajaran biar paham and punya otak, orng gak salah di bully lu siapa gua tanya, lu yang punya ni dunia? si paling berkuasa emng." olok naren
" banyak bacot banget anjing." Mark marahhh,
" udah ih naren, kita ke bangku aja yuuu jangan kek gini akhhh." lerai lagi Haikal, sekarang Haikal pun bertindak ia langsung menyered naren ke bangku mereka dan mendudukkannya di kursinya.
" diem sekarangg."
__ADS_1