
Buaak!!
Sebuah suara tak mengenakkan memasuki telinga Liam yang sedang melamun.
"Dasar ternak!"
"To-tolong ampuni saya..."
"Rasakan ini!"
Buaak!!
Shirogami mendapati dirinya berada dalam situasi yang tidak biasa. Seorang anak lelaki tampak sedang memukuli seorang gadis kecil. Umur anak lelaki itu sekitar 10 tahun. Ia memukuli gadis kecil yang lebih muda darinya dengan wajah yang tersenyum. Sepertinya ia menikmati apa yang sedang dia lakukan.
"Hei Liam!"
"Y-ya?"
Shirogami dengab spontan menjawab karena ia masih bisa belum memproses apa yang sebenarnya terjadi.
"Lihat ini, ternak memohon ampun padaku, Ahahaha!!!!!"
Shirogami mendapati sudut bibirnya terangkat dengan spontan. Ia tersenyum tanpa ia sadari.
(Ini... event game?)
...***...
__ADS_1
Tale of the Untales. Itu adalah sebuah game ARPG yang cukup terkenal. Gameplay-nya cukup unik dengan memadukan genre open world, dan rpg secara bersamaan. Meski hanya memiliki grafik 2D, game ini memiliki cukup banyak peminat. Tidak terkecuali, Amagawa Shirogami. Sejak dirilisnya game tersebut, ia terus memainkannya berulang kali. Ia menamatkan game tersebut lagi dan lagi, dan membuka banyak achievments. Jika saja game itu adalah game online, maka ia mungkin sudah menjadi player nomor 1. Tanpa sadar, Shirogami sudah bisa menghafal dialog game dan adegan dalam game itu di luar kepalanya.
Dan itulah, yang Shirogami rasakan sekarang. Ia merasa familiar dengan apa yang terjadi di depannya sekarang.
(Ini sama seperti, adegan dalam Tale of the untales...)
Saat memikirkan hal itu, Shirogami menyadari bahwa ada hal lain yang lebih penting. Ia harus menghentikan anak lelaki itu memukul si gadis kecil.
"Hei kak, jangan kotorkan dirimu dengan darah ternak kotor itu. Lagipula, sebentar lagi adalah jam makan siang. Kau tidak mau kan, makan dengan badan yang sudah menyentuh ternak?"
Shirogami kaget dengan apa yang ia ucapkan sendiri. Memang itu agak aneh, tapi Shirogami benar-benar terkejut. Ia hanya ingim berkata 'Hei, hentikan ini, Jangan memukulnya.' Tetapi yang ia katakan jauh berbeda dari apa yang ia pikirkan. Selain itu, Shirogami entah kenapa memanggil anak lelaki itu sebagai 'kakak'.
"Hmph, kau ada benarnya juga Liam. Tidak mungkin aku makan dengan ayah dan ibu setelah menyentuh ternak."
Anak lelaki itu kemudian meninggalkan gadis kecil itu dan berjalan menuju sebuah mansion yang besar. Shirogami terpaku mendengar apa yang barusan anak lelaki itu katakan.
Liam adalah salah satu karakter antagonis dalam Tale of the Untales.
...***...
Meski terlambat menyadarinya, Shirogami merasa bahwa pandangannya serasa lebih pendek dari biasa. Shirogami yang adalah seorang mahasiswa merasa seperti sedang berada di dalam tubuh anak kecil. Shirogami melihat bahwa tangan dan kakinya lebih pendek dari biasanya. Bajunya juga, bukan seorang baju mahasiswa. Baju itu terlalu rapih.
Shirogami berjalan menuju mansion juga karena anak lelaki yang tadi memanggilnya. Meski tempat ini asing, Shirogami merasa bahwa ia sudah pernah melihat tenpat ini berulang kali.
Ia terus berjalan masuk ke dalam mansion dan pada alhirnya ia sampai di sebuah ruang makan yang luas. Di tengah ruang makan tersebu terdapat sebuah meja makan yang penuh dengan makanan di atasnya. Di meja makan itu terdapat seorang lelaki berambut pirang dan perempuan berambut hitam yang sudah duduk.
"Lloyd dan Liam anakku! Darimana saja kamu? Aku sudah menunggu kalian."
__ADS_1
Laki-laki dengan rambut pirang itu berbicara kepada kami.
"Maaf ayah, aku tadi habis memberi seekor ternak pelajaran."
"Apakah kau sudah membersihkan dirimu, Lloyd? Para ternak itu tidak boleh mengotorimu."
Perempuan dengan rambut hitam itu menanggapi jawaban anak lelaki bernama Lloyd.
"Jangan khawatir ibu. Aku sudah membersihkan badanku."
Shirogami kemudian melihat anak bernama Lloyd itu naik ke atas kursi dan bersiap untuk makan.
"Ada apa Liam? Apakah kau tidak mau makan? Apakah kau merasa tidak enak badan?"
Perempuan berambut hitam melihat ke arah Shirogami yang sedang termenung.
"Tidak ibu, aku masih merasa takjub melihat kak Lloyd memberi pelajaran pada ternak tadi."
Fenomena aneh itu terjadi lagi. Shirogami, tanpa sadar memanggil perempuan itu ibu. Secara otomatis, Shirogami duduk di atas meja makan. Meski sudah duduk, ia tampak masih memikirkan sesuatu.
Setelah semuanya makan, Shirogami memisahkan diri dari ruang makan. Ia masih merasa aneh, karena saat makan, percakapannya bersama 3 orang tadi sangatlah natural dan tidak canggung sama sekali. Ia memiliki satu teori di kepalanya tetapi menurut Shirogami, itu terlalu absurd.
Entah bagaimana Shirogami sampai di depan suatu ruangan. Saat ia masuk, ternyata itu adalah kamar. Terdapat sebuah ranjang besar, dan sofa yang ada di tengah ruangan tersebut. Shirogami kemudian mencari cermin di ruangan itu untuk membuktikan teorinya.
Saat mendapati cermin, Shirogami kaget dengan apa yang ia lihat di cermin itu.
"Kau pasti bercanda."
__ADS_1
Teori Shirogami terbukti setelah ia melihat dirinya di cermin. Ia sepertinya, masuk ke dalam dunia Tale of the Untales, dan bukan hanya itu. Ia juga menjadi karakter antagonis.