Another World Stories: Why I Become Villain

Another World Stories: Why I Become Villain
Sihir


__ADS_3

Seperti yang diketahui, Tale of the Untales  memiliki sihir. Sihir masuk dalam kategori 4 elemen dasar yaitu api, angin, air, dan tanah.


NOTE: Kek avatar aja :v


Sihir adalah dasar dari semua combat system Tale of the Untales. Karena itulah, Liam sekarang mencoba untuk mendalami sihir dalam Tale of the Untales yang nyata sekarang. Tetapi, ia mengalami suatu kendala.


"Hei, kau main-main denganku?"


Liam sekarang sedang duduk di sofa yang berada di tengah kamarnya. Sebas terlihat berdiri menghadap Liam. Di tangan Liam, ia memegang suatu buku agak tipis.


PANDUAN ORANG TUA TENTANG PENGENALAN SIHIR BAGI ANAK


Ditulis oleh: Edna Myford


Itulah yang tertulis di sampul buku yang sedang dipegang oleh Liam.


"Maaf tuan Liam, hanya itu satu-satunya buku mengenai sihir di mansion ini."


Liam menatap Sebas seolah tak percaya. Ia menunjukkan kesan tidak ramah terhadap jawaban Sebas.


"Tch, ini sama sekali tak berguna."


(Keluarga ini sudah masuk dalam keadaan darurat literasi.)


Memang, keluarga Teyvat sangat jarang membaca buku. Untuk mendidik anggota keluarga mengenai sihir, pedang, atau hal lain, mereka menyewa guru privat.


Salah satu contohnya adalah Lloyd yang belajar tentang sihir bersama guru privatnya.


"Kau boleh pergi. Sia-sia saja aku memanggilmu."


Mengucapkan itu dengan nada ketus, Liam mengebaskan debu yang tersisa di buku itu. Debu yang ada menandakan bahwa buku itu sudah lama tak dipakai.


"Baik. Anda bisa memanggil saya kalau perlu sesuatu."


Sebas lalu pergi meninggalkan Liam sendirian di kamarnya.


"Haah... coba kita baca saja."


Halo anak-anak, kali ini kita akan membahas soal sihir! Yeaaay, jadi mari kita mulai dengan hal paling dasar! Apa itu sihir? Sihir adalah istilah yang dipakai saat kita mengubah kekuatan dalam tubuh kita menjadi bentuk lain! Kekuatan? Ya! Kekuatan itu disebut dengan mana! Jadi jika kau bisa mengubah mana, kau bisa menghasilkan sihir! Contohnya....


Liam terus membaca buku mengenai pengenalan sihir tersebut. Buku itu ditulis dengan kalimat yang kekanak-kanakan dan dilengkapi dengan banyak ilustrasi gambaran tangan yang menarik. Meski awalnya Liam mengeluh, ia cukup menikmati saat membaca buku itu. Memang, kita tidak dapat menilai buku dari sampulnya saja.


Sekitar 40 menit kemudian, Liam selesai membaca buku tersebut. Dari apa yang Liam baca, ada beberapa poin yang dapat dijadikan kesimpulan.


Pertama, sama seperti dalam gamenya, sihir di dunia ini memerlukan mana.


Kedua, mana disini dibagi lagi menjadi 4 elemen dasar/primary element, yaitu api, air, angin, dan tanah.


Ketiga, Dalam menggunakan sihir hal yang  paling utama dalam menggunakan sihir adalah pembayangan dan kontrol mana. Hal ini sangatlah penting, kontrol mana yang baik, menghasilkan output sihir yang baik pula.


Keempat, kita dapat mengecek afinitas mana kita, apakah itu api, air, tanah, atau angin.


Kelima, selain elemen primer, terdapat juga elemen sekunder/secondary element. Informasi ini diletakkan pada akhir buku sebagai catatan kaki bahwa pembelajaran mengenai elemen sekunder ada di seri buku selanjutnya.


(Cih, marketing)


Liam kemudian bangun dari kursinya dan meregangkan badan.


(Baiklah, aku sudah tahu mengenai informasi dasar soal sihir di dunia ini. Berarti selanjutnya tinggal lakukan praktek.)


"Dasar ternak!"


Liam samar-samar mendengar suara kakaknya, Lloyd. Karena penasaran Liam menolehkan kepalanya keluar jendela. Di taman, Liam melihat Lloyd yang sedang memukuli Rachel. Kali ini tidak menggunakan tangan, tetapi Lloyd memegang sebuah tongkat kayu.


Liam meliha Rachel yang hanya terduduk dengan badan yang gemetar dan penuh luka-luka.


"Oi... ini sudah keterlaluan!"


Liam kemudian bergegaa meninggalkan kamarnya. Ia berlari dengan cepat menuruni tangga dan dengan segera langsung menuju taman.


"Haah, kalau sudah begini, apa aku bakar saja kau? Kebetulan, aku baru mempelajari sihir baru."


Disaat Lloyd ingin mempersiapkan sihirnya, tiba-tiba Liam memanggil Lloyd dari belakang.


"Kakak!"


Mendengar panggilan adiknya, Lloyd menoleh dan melihat Liam berjalan menuju dirinya. Lloyd kemudian membatalkan sihirnya.


"Apa?"

__ADS_1


(Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mempunyai rencana apa-apa untuk menghentikannya!)


Karena terburu-buru, Liam tidak sempat memikirkan cara untuk mengentikan Lloyd. Ia tidak bisa menghentikan Lloyd secara terang-terangan.


Keluarga Teyvat adalah keluarga yang percaya bahwa darah bangsawan asli lebih tinggi dari orang lain. Itulah mengapa mereka suka merendahkan orang bukan bangsawan. Jadi, jikalau Liam ketahuan membela Rachel, maka ia bisa dimusuhi satu keluarganya dan itu sama saja dengan death flag.


Tidak sempat lagi memikirkan rencana, Liam mengeluarkan apa yang ada di kepalanya secara random.


"Kudengar, ayah sedang mencarimu. Sebaiknya kau pergi menemuinya."


"Begitukah? Haah... padahal aku sedang bersenang-senang."


Lloyd mengarahkan pandangan intimidasi ke arah Rachel. Rachel tentu saja gemetar ketakutan melihat Lloyd.


"Tenang saja kak, aku akan menggantikanmu mengurus ternak ini."


Liam menampilkan wajah dengan senyum jahat. Ia juga memandang Rachel dengan intimidasi.


(Ugh... aku tidak terbiasa melakukan ini.)


Meski tidak terbiasa, tampaknya Shirogami cukup lihai memerankan tokoh antagonis Liam. Mungkin saja karena sisa-sisa Liam yang asli masih tersisa dalam tubuhnya, sehingga ia terlihat cukup mahir.


"Baiklah, aku pergi dulu."


Lloyd kemudian berjalan meninggalkan Rachel dan Liam sendirian.


(Haah... akhirnya dia pergi juga.)


Liam menyadari bahwa ia dan Rachel sendirian sekarang. Saat ia menoleh ke Rachel, Rachel hanya bisa gemetaran. Entah sudah berapa lama ia meringkuk ketakutan.


"Oi, dasar tak berguna."


Mengetahui Liam memanggil dirinya, Rachel semakin ketakutan. Ia merasa bahwa waktu penyiksaannya sudah dekat.


(Dia sudah pergi, kau bisa pergi sekarang, Rachel-san)


"Wajahmu membuatku muak. Enyah dari pandanganku sekarang, dasar gadis penakut."


Dan lagi, kalimat yang dipikiran Liam diucapkan secara berbeda oleh mulutnya.


Dari kejauhan, tampak seorang yang sedang mengawasi Liam dan Rachel.


"Apakah mungkin..."


...***...


Liam duduk di sofanya setelah kembali dari taman. Ia memikirkan nasib apa yang akan terjadi padanya nanti. Liam mengecoh kakaknya bahwa ia dipanggil oleh Zagan, ayah mereka. Liam berpikir kalau Lloyd mengetahui itu adalah kebohongan, maka ia tamat.


"Haah..."


Liam mulai memikirkan alasan masuk akal apa yang dapat ia berikan kepada kakaknya, saat mereka bertemu. Tetapi, sebelum ia menemukan alasan yang jelas, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka tanpa diketuk.


"Liam..."


(Sialan, dia disini!)


Itu adalah Lloyd. Liam sebenarnya sangat panik, tetapi ekspresinya tidak menunjukkan hal itu. Liam sangat pandai menyembunyikan ekspresinya.


"Kau..."


Liam gugup mendengar perkataan Lloyd, tapi mesko begitu, ia masih berusaha memikirkan alasan yang bagus untul diberikan.


"Ayah juga perlu denganmu jadi ia menyuruhku untuk memanggilmu juga."


(E-Eh?)


Liam sangatlah beruntung. Adalah suatu kebetulan disini bahwa ternyata Zagan benar-benar memanggil Lloyd.


"Ok, aku akan kesana."


Lloyd kemudian meninggalkan Liam sendiri.


"Fiuh, aku beruntung."


Menghembuskan nafas lega, Liam bersiap untuk pergi menuju ruangan ayahnya.


(Sebenarnya, apa sih yang ia perlukam dariku?)


Setelah sampai di tempat ayahnya, Liam berdiri bersebelahan dengan Lloyd.

__ADS_1


"Jadi, tujuan aku memanggil kalian berdua adalah karena aku punya sebuah pengumuman."


Aku bingung terhadap apa yang ingin disampaikan oleg Zagan.


"Lloyd, kau akan pergi ke ibukota 3 hari lagi."


Mendengar hal itu, wajah Lloyd langsung menampilkan wajah yang ekspresi gembira.


"Yeaay! Akhirnya aku bisa ikut ujian sekolah kesatria!"


Lloyd melompat kegirangan. Shirogami akhirnya ingat bahwa dalam game, Lloyd juga merupakan lulusan sekolah kesatria.


"Kalau begitu ayah, kenapa kamu memanggilku?"


(Oh, mulut ini ternyata bisa sopan juga.)


Kali ini, insiden mulut yang lepas kendali tidak terjadi.


"Kau, Liam. Aku sekarang mengizinkanmu untuk berlatih sama seperti kakakmu. Aku akan mencarikanmu seorang guru."


(Benarkah? Akhirnyaa!!!)


Meski senang, Liam tidak menunjukkan eskpresi wajah itu seperti kakaknya.


(Tapi, jika Zagan yang memilihkanku guru... tidak, aku harus memilihnya sendiri.)


Mengingat sifat Zagan yang tidak terlalu berbeda dengan Lloyd, Liam khawatir dengan guru yang nanti akan dipilih oleh Zagan. Selain itu, Liam tidak akan bisa bergerak bebas jika orang itu yang dipilih Zagan.


"Ayah, aku punya permintaan."


Mendengar kalimat Liam, Zagan sedikit terkejut.


"Hoho, jadi apa maumu?"


"Aku ingin memilih guruku sendiri."


Zagan lalu bertanya sambil menatap Liam.


"Jadi siapa yang kau mau?"


"Aku akan memilih..."


...***...


Setelah menyelesaikan urusan mereka, Liam dan Lloyd keluar dari ruangan ayahnya secara bersama-sama.


Lloyd keluar dengan senyuman di wajahnya. Ia tampaknya sangat gembira.


"Jadi kak, apakah kau ingin jadi kesatria?"


Liam memulai topik pembicaraan. Ia merasa ganjil jika tidak berbicara apa-apa pada Lloyd.


"Tentu saja, tapi bukan kesatria biasa. Aku akan menjadi kesatria terhebat yang dikenal di seluruh benua!"


(Yah... jika sesuai cerita asli, kau akan menjadi orang yang melawan pahlawan dunia ini tahu...)


"Bagus kak!"


Liam berpikir bahwa impian kakaknya hanya sampai di situ saja, tetapi ternyata tidak.


"Setelah aku dikenal oleh semua orang, aku akan memusnahkan para ternak yang mengganggu pemandangan."


Jelas, yang ia maksud ternak disini adalah manusia.


(Aku sudah biasa melihat dialognya dalam game, tetapi melihatnya secara langsung lebih mengerikan.)


"Benar!"


Tidak ada jawaban lain, Liam hanya menyanggupi impian kakaknya. Liam berpikir rencananya sudah sempurna, tetapi ia ternyata salah besar.


Saat mereka berdua ingin berbelok di lorong, tiba-tiba Rachel datang dari sebelahnya dan menabrak Liam. Teh yang ia bawa tumpah di baju Liam, tetapi sepatu yang dipakai Lloyd juga terkena teh.


"Ma-maafkan saya!!!"


Rachel yang kaget langsung segera mengambil sapu tangan dan melap baju Liam. Liam sebenarnya tidak masalah, tetapi Lloyd berbeda.


"DASAR TERNAK!!!"


Dan seperti diduga, Lloyd jadi marah besar.

__ADS_1


(Rachel! Kenapa kau muncul di saat yang tidak tepat!?)


Dalam hatinya, Liam panik.


__ADS_2