
Setelah membawa Rachel ke ruangannya, aku berkumpul dengan tuan Liam di kamarnya.
"Tuan Liam, soal Rachel..."
Aku menyuarakan kekhawatiranku. Aku tidak perlu takut lagi. Meski tidak menampakannya, tuan Liam adalah anak yang baik.
"Iya, aku tahu dasar bodoh. Kakakku tidak akan melepaskan gadis tak berguna itu."
Tuan Liam terlihat berpikir sejenak kemudian...
"Sebas, aku tahu caranya mengusir gadis tak berguna itu dari wilayah ini. Jujur saja, aku sudah muak melihatnya mengotori wilayah dan mansion Teyvat."
Tuan Liam kemudian menyuarakan apa yang ada di pikirannya.
Aku sangat kagum dengan rencana tuan Liam. Meski hanya berusia 10 tahun, ia sudah bisa membuat rencana yang cukup matang.
Aku disini juga baru mengetahui bahwa tuan Lloyd akan pergi ke ibukota 3 hari lagi dan tuan Liam bisa mendapatkan guru baru. Aku tak menyangka bahwa guru baru yang ia pilih adalah Edna Myford, teman petualangku dulu.
Setelah beberapa saat, tuan Liam memutuskan untuk mendiskusikannya lagi besok. Banyak yang akan curiga jika aku yang seorang pelayan berlama-lama di sini.
Keesokan harinya, Edna datang ke mansion Teyvat. Dia awalnya sebal dengan tuan Liam karena memanggilnya nenek tua, namun mereka lama kelamaam menjadi cukup "akrab".
Selagi tuan Liam berlatih dengan Edna, aku menjalankan rencana yang disusun oleh tuan Liam. Mulai dari membuat replika kurungan, mencari kereta dan mencari pengemudi kereta itu. Untung saja aku mempunyai teman baik yang bisa aku percaya untuk melindungi kereta itu saat perjalanan nanti.
Aku kemudian menghampiri kamarnya dan kebetulan dia ada disana. Aku kemudian memberikan laporan perkembangan rencana.
"Tuan, keretanya sudah siap."
"Begitukah?"
Tuan Liam menjawabku dengan ketus, namun aku sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Aku kepikiran kemana harus mengirim Rachel. Jika Rachel menyelundup di rombongan tuan Lloyd maka hampir pasti Rachel akan pindah ke ibukota.
"Namun, ke daerah mana kita harus mengirimnya? Ke ibukota?"
Aku bertanya pada tuan Liam untuk bisa memastikan.
"Dasar bodoh, kau kira seorang gadis 9 tahun bisa bertahan sendirian di kota yang besar itu?"
Aku tidak memikirkan hal itu. Entah apa yang salah denganku. Selain itu tuan Lloyd juga akan tinggal di ibukota selama beberapa hari. Membuat Rachel tinggal di tempat yang sama sangatlah berbahaya.
Meski begitu ada suatu masalah jika tidak memgirimkam Rachel ke ibukota.
__ADS_1
"Tapi tuan, jika kereta kita nanti meninggalkan rombongan tuan Lloyd, bukannya akan terlihat mencurigakan?"
Masalah ini sangatlah krusial. Jika kita tidak menyelesaikan masalah ini maka kemungkinan besar rencana ini akan gagal.
"Aku akan mengakali itu."
Aku tidak mengerti apa yang dimaksud tuan Liam. Aku tidak tahu bahwa ia masih mempunyai rencana cadangan.
Beberapa saat kemudian tuan Liam datanf padaku dan memberikan kantong uang yang berisi 5 koin emas. Jelas saja aku kaget, itu jumlah yang cukup banyak.
"Beri ini pada Rachel sebagai biaya hidupnya. Dan saat kereta kita ingin berpisah dengan rombongan Lloyd, bilang pada mereka bahwa ayahku menyuruh untuk membeli pedang milikku di tempat lain. Berpura-puralah bahwa uang ini adalah uang untuk membeli pedang."
"Ini..."
Aku masih terkejut dengan rencana dadakan ini.
"Cepat ambil! Uang ini hanya bukan untuk ditatap bodoh."
Aku langsung mengambil uang yang tuan Liam berikan.
"Tetapi tuan Liam, bagaimana dengan pedang anda jika kita memberikan semua uangnya untuk Rachel?"
"Dasar bodoh. Ada banyak pedang usang di mansion ini. Gunakan otakmu dengan baik pak tua."
...***...
Hari kemudian berlalu seperti biasa, dan tuan Liam sekarang fokus pada latihannya pada Edna. Karena besok adalah hari rencananya, aku memastikan kembali kesiapan rencana, dan membiarkan tuan Liam fokus pada latihannya
Setelah makan malam, aku datang karena dipanggil oleh tuan Liam. Ia menanyakan soal mana flow milikku. Dia memang sangat fokus pada latihannya.
Pada akhirnya ia menanyakan padaku kelengkapan rencana kami. Aku berusaha menenangkannya bahwa semua akan baik-baik saja.
Ia kemudian menyuruhku pergi dan ia lalu tidur. Besok rencana kami akan dijalankan pagi-pagi buta sehingga aku juga harus istirahat dengan cepat.
Keesokan paginya aku bangun lebih cepat. Aku segera bersiap-siap dan menuju penjara bawah tanah. Aku bertemu tuan Liam di tengah jalan.
Sesampainya di penjara bawah tanah aku melihat kereta kuda yang sudah aku minta untuk datang pagi-pagi buta. Kami kemudian masuk ke dalam penjara bawah tanah.
Saat masuk, kami melihat Rachel yang sedang tidur. Dia sangat terkejut melihat kami disini.
"Sebas, buka kurungannya."
__ADS_1
"Baik tuan."
Menggunakan kunci yang aku pegang, aku kemudian membuka kurungan milik Rachel.
"Aku akan memberi 2 pilihan dasar tak berguna. Mati disini atau keluar dari sini dan mati di tempat lain 60 sampai 70 tahun mendatang."
Karena Rachel tampak bingung, aku kemudian menjelaskan maksud sebenarnya dari tuan Liam untuknya.
"Tuan Liam ingin mengeluarkan kau dari sini Rachel."
Meski masih ketakutan, aku bisa melihat secercah harapan baru terpancar di wajah Rachel.
"Te-terima kasih tuan Liam!"
Dengan begitu, kami memulai tahap selanjutnya dari rencana kami.
Saat Rachel akan masuk ke dalam kereta, tuan Liam berpesan padanya.
"Jangan pernah datang lagi ke wilayah Teyvat. Kau sudah mati disini. Hindari bertemu dengan Lloyd, atau orang manapun yang berasal dari keluarga Teyvat. Kau tidak ada hubungannya dengan kami."
Tuan Liam mengatakan hal itu untuk melindungi Rachel.
"Saya berterima kasih tuan Liam!!!"
Rachel dengan penuh rasa hormat berterima kasih pada tuan Liam.
"Aku tidak butuh rasa terima kasihmu. Cepat masuk sebelum orang lain melihat kita. Adalah lebih baik jika kau membenciku agar cerita berjalan sesuai alur yang semestinya."
Aku tidak bisa mendengar kalimat tuan Liam yang terakhir. Namun aku tahu jelas, tuan Liam peduli pada anak ini.
Rachel kemudian masuk dan bersembunyi di dalam kereta.
Saat hari mulai agak siang, rombongan tuan Lloyd berangkat, dn sesuai rencana, kereta yang mengangkut Rachel mengikuti rombongan itu.
Tuan Liam kemudian bilang padaku bahwa ia akan pergi sebentar untuk memberi sentuhan akhir pada rencana ini, meski aku tidak tahu apa itu.
Semua sudah selesai. Aku merasa sangat lega bahwa semua sudah berakhir sekarang. Aku merasa bersalah pada tuan Liam.
Aku mengira bahwa ia sama seperti kakak dan orang tuanya, ternyata dia jauh berbeda dari mereka. Ia adalah cahaya yang akan membawa perubahan pada keluarga Teyvat.
Aku memutuskan, bahwa aku akan mendukung tuan Liam dengan segenap kekuatanku.
__ADS_1
...***...
Arc 1 selesai. Author mau siap-siap ujian sekolah sama persiapan daftar kuliah XD. Kalo udah nanti updatenya banyak.