
"Haah..."
Liam/Shirogami duduk di sofa yang ada di tengah ruangan. Kini semuanya sudah menjadi jelas. Shirogami sadar bahwa ia sekarang sedang berada di dalam tubuh karakter antagonis game, Liam.
(Bagaimana ini bisa terjadi? Apa-apaan ini!?)
Banyak hal berkecamuk dalam pikiran Shirogami. Dengan menggunakan tubuh Liam, ia memperlihatkan ekspresi resah.
(Jika ini berjalan sesuai cerita asli maka... aku akan mati!)
Mengingat adegan dalam game, Shirogami tahu, Liam akan mati nanti. Sebagai tokoh antagonis, jelas bahwa kematian di akhir adalah sesuatu yang wajar.
(Pertama-tama tenang dulu...)
Liam menarik nafas perlahan, lalu menghembuskannya.
(Ayo kita periksa kalendernya.)
Liam bangun dari sofa, dan kemudian ia melihat ke sebuah alat dari logam yang nampaknya adalah penunjuk tanggal.
"Bulan 1, tahun 798..."
Menggumamkan tanggalnya, Liam mengingat kembali adegan dalam game.
(Seingatku, latar waktu saat game dimulai adalah tahun 806, berarti aku mempunyai waktu 8 tahun sebelum cerita aslinya dimulai.)
Liam memikirkan rencananya kedepan. Untuk saat ini, Liam berusaha untuk mencegah agar dirinya tidak mati sesuai dengan cerita asli dari Tale of the Untales.
Tok-tok
Saat Liam masih berpikir, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk.
"Masuk."
Liam menjawab dengan nada ketus. Dalam hatinya Liam ingin menjawab dengan ramah, tetapi entah kenapa mulutnya mengkhianatinya.
Pintu lalu terbuka, dan kemudian seorang gadis kecil berusia sekitar 9 tahun masuk ke dalam ruangan.
"Pe-permisi..."
Tubuh gadis itu tampak luka-luka. Gadis inilah yang tadi dihajar oleh Lloyd.
"Sa-saya ditugaskan untuk me-membersihkan kamar tuan Liam..."
Sudah jelas bahwa gadis itu ketakutan. Tangannya dengan jelas kelihatan gemetar .
"..."
Liam melihat gadis itu dengan saksama. Menyadari tatapan tuannya, gadis itu semakin gemetar.
"Lakukan dengan cepat, dasar tak berguna."
Gadis itu tersontak dan langsung melakukan pekerjaan bersih-bersihnya.
(Sudah kuduga... Heroinenya disini.)
Seperti cerita fantasi lain, game Tale of the Untales juga memiliki heroine yang selalu mendampingi karakter utama. Dan heroine itu adalah gadis yang sedang membersihkan kamar Liam sekarang. Jika sesuai game maka namanya adalah Rachel, seorang gadis berambut pirang yang menjadi pelayannya.
Kejadian dimana Lloyd menghajar Rachel, si Heroine adalah salah satu flashback dalam game. Tidak heran bahwa Liam familiar dengan peristiwa itu.
__ADS_1
Rachel terus membersihkan kamarnya Liam. Disisi lain, Liam terus melihat ke arah Rachel. Bukan berarti Liam tertarik pada Rachel, tetapi ia memikirkan nasib heroine ini ke depannya sesuai dengan cerita asli dari Tale of the Untales.
Rachel merasa risih, tetapi ia tidak berani berkata apapun. Ia tahu bahwa adik dari Lloyd ini juga sama seperti kakaknya. Suka menyiksa orang.
(Hm... kondisinya sangat buruk. Sepertinya si Lloyd menghajar dia dengan parah.)
Liam melihat tubuh Rachel yang babak belur. Tangannya penuh dengan luka lebam. Wajahnya juga tidak karuan. Banyak memar dimana-mana.
Di cerita aslinya, Rachel seharusnya akan melarikan diri dari mansion. Disaat melarikan diri, ia kemudian ditangkap oleh bandit, tetapi sebelum ia meninggal, ia diselamatkan oleh sekelompok petualang.
(Dia memang akan melarikan diri, tetapi jujur saja aku tidak tahan melihatnya begini terus.)
Shirogami prihatin dengan apa yang terjadi pada Rachel, tetapi ia tidak menunjukkan raut itu dengan wajah Liam.
Prang!
Tiba-tiba saja sebuah vas bunga jatuh dari atas meja. Rachel sepertinya melakukan kesalahan saat bersih-bersih karena ia risih dengan tatapan Liam padanya. Rachel yang panik langsung membersihkan pecahan vas yang berserakan di lantai.
Karena ia buru-buru dan panik, tangannya terluka oleh karena pecahan vas itu. Ia melihat bahwa tuannya Liam, datang mendekati dirinya. Dalam hatinya, Rachel berpikir bahwa ia jelas akan mati disini. Ia membuat kesalahan yang fatal, dan tidak mungkin dia akan dilepaskan begitu saja tanpa siksaan mengerikan.
Liam kemudian berhenti di depan Rachel. Rachel menatap Liam dengan tatapan putus asa.
"Keluar sekarang. Jangan nodai kamarku dengan darahmu yang kotor."
"Eh?"
Dalam pikirannya, Rachel menjadi bingung. Ia pikir, ia akan dicambuk, dihajar, digantung, atau semacamnya.
"Apa aku harus mengulangi perkataanku?"
"Ba-baik!"
Rachel lalu mengambil alat bersih-bersihnya dan keluar dari kamar Liam.
Shirogami hanya ingin berkata 'tanganmu sepertinya terluka. Keluarlah dan obati tanganmu itu.' Tetapi kalimat yang keluar entah mengapa sangat berbeda.
"Hadeh..."
Liam kemudian duduk kembali ke sofanya yang ada di tengah ruangan. Ia mulai memikirkan kembali bagaimana supaya ia tidak terkena death flag.
(Coba kita ulangi lagi. Pertama, aku adalah salah satu karakter antagonis dalam Tale of the Untales.)
Liam Teyvat, termasuk dalam top 10 karakter yang paling dibenci dalam game Tale of the Untales. Selain sifatnya dan kepribadiannya yang buruk, kemampuannya juga membuat para gamers jengkel. Pasalnya, saat karakter antagonis utama, Lloyd Teyvat kritis dan akan mati, Liam menggunakan kemampuan healingnya sehingga Lloyd kembali pulih. Bagi para gamers yang sudah susah payah melawan Lloyd, ini sangat menjengkelkan.
(Kedua, untuk menghindari death flag-ku, aku harus menguatkan diriku.)
Dalam cerita aslinya, Liam merupakan support dari Lloyd, dimana Liam menjadi healer dan Lloyd menjadi penyerang.
(Healer kah... seharusnya, basis dari sihir penyembuh adalah elemen air. Aku ragu bagaimana sihir air dapat berguna menjadi serangan.)
Selama memainkan Tale of the Untales, Shirogami tidak pernah melihat Liam menggunakan sihir lain selain dari sihir penyembuh.
"Aghhh, ini sangat rumit."
Liam mulai merasa buntu dalam menjalankan rencananya.
Tok-tok
Sekali lagi, terdengar suara ketukan pintu di luar kamar Liam. Menurutnya, itu bukanlah Rachel, dari ekspresinya yang sangat ketakutan itu, ia tidak mungkin kembali lagi ke kamar Liam.
__ADS_1
(Siapa lagi ini?)
"Masuk."
Pintu lalu terbuka. Disana terlihat seorang pria paruh baya yang datang. Ia menggunakan kacamata sehingga ia terkesan seperti kakek-kakek cool.
"Permisi tuan, saya datang untuk membersihkan vas yang tadi jatuh."
(Se-sebas?)
Sebas juga merupakan salah satu karakter dalam Tale of the Untales. Ia dijuluki sebagai Mr. Butler oleh para gamers karena kesannya sebagai pelayan sangatlah kuat.
"Tidak usah."
Liam berencana untuk membersihkannya sendiri nanti. Tapi ternyata Sebas sudah datang. Ia pasti menerima informasi dari Rachel sebelumnya.
(Tidak heran sih, dalam game hubungan mereka juga dekat.)
"Tidak tuan, sebagai pelayan saya tidak bisa membiarkan kamar tuannya berantakan."
Sebas bersikeras untuk membereskan pecahan vas itu. Harga dirinya sebagai pelayan sangatlah kuat.
(Jika aku menolak, maka ini tidak akan berakhir.)
Liam ingat bahwa dalam Tale of the Untales, Sebas memiliki watak yang keras kepala. Pendiriannya sebagai Butler sangatlah keras.
"Cih, dasar pengganggu. Jika saat aku masuk dan kau belum selesai, aku akan membuatmu menjilat seluruh mansion sampai bersih."
Hal itu terjadi lagi. Shirogami hanya ingin berkata 'Baiklah, tolong bantuannya Sebas-san, aku akan keluar sebentar.' Tetapi lagi-lagi mulut Liam mengeluarkan kalimat yang jauh berbeda.
Liam lalu berjalan keluar dari kamarnya. Ia merasa lebih berkonsentrasi saat berpikir sendirian.
(Baik, mari kita mulai lagi. Aku mempunyai sihir elemen air. Dalam game, aku hanya tinggal mengklik dan sihirnya bisa digunakan. Tetapi itu jelas tidak berlaku disini.)
Liam lalu mengingat sesuatu, kemudian berjalan kembali ke ruangannya.
"Oi, Sebas."
Sebas terlihat sudah memulai pembersihannya.
"Ya tuan?"
"Bawakan aku buku mengenai sihir. Semuanya."
"Baik."
Setelah itu, Liam pergi dari kamarnya. Saat berjalan di lorong mansion, Liam melihat bahwa kakaknya, Lloyd sedang berlatih. Lloyd sudah berumur 12 tahun, sedangkan Liam masih berumur 10 tahun.
Ayah mereka berdua, Zagan hanya membolehkan Lloyd saja yang berlatih karena menurutnya, masih berbahaya bagi Liam untuk memegang pedang, atau berlatih sihir.
"[Fire Ball!]"
Lloyd terdengar meneriakkan sesuatu dan tiba-tiba sebuah bola api kecil muncul di tangan kanannya.
"Wah Lloyd-sama hebat!"
Seseorang yang nampaknya adalah guru Lloyd, memuji Lloyd sambil tersenyum.
(Sama seperti game kah... afinitasnya adalah elemen api.)
__ADS_1
Di dalam Tales of the Untales, Terdapat 4 elemen yaitu Tanah, Air, Angin, dan Api. Secara keseluruhan, elemen tanah baik untuk bertahan, air untuk penyembuhan, api dan angin untuk penyerangan.
(Tapi tetap saja... aku masih tidak percaya aku terjebak dalam dunia Tale of the Untales.)