
" Lalu apa kamu sudah Ridho. " Chesya mengangguk kembali.
Perlahan tapi pasti, Abhizar mulai mendekatkan wajahnya, akan tetapi sebelum sampai menciumnya Chesya menghalangi wajah sang suami dengan telapak tangannya. Lantas Abhizar mengernyit bingung dengan apa yang dilakukan Chesya.
" Mas maaf, ini udah mau subuh lho, nanti kesiangan. "
" Hmmmm, puasa lagi donk. " Jawab Abhizar setengah merajuk.
" Sabar ya Mas. " Ucapnya cengengesan.
" Kamu kenapa nyengir gitu? udah pinter ngeledek suaminya ya. " Ucap Abhizar seraya menoel hidung Chesya. Lalu ia beranjak menuju kamar mandi agar tak tergoda oleh istrinya kembali. Harus lebih sabar lagi fikirnya.
Chesya membenahi seprai yang berantakan, akibat ulah dari suaminya.
" Lho ini darah apa?. " Gumam Chesya kaget, padahal ia belum sempat melakukan sesuatu yang semestinya dilakukan suami istri.
"Jangan jangan aku haid. " Batinnya yang baru mengingat bahwa, sudah waktunya siklus bulanan nya datang.
Chesya buru buru ke kamar mandi untuk mengecek benar tidaknya. Pasalnya ia tak seperti biasanya yang langsung terasa jika siklus bulanan nya datang. Sedangkan sekarang tau tau darahnya sudah mengotori seprai yang ia pakai.
Setelah selesai mengecek ternyata ia benar benar sedang haid. Lalu bagaimana dengan Abhizar yang sudah tidak sabar ingin segera bercocok tanam. Tak sabar karena sudah menahan nya sejak pertama kali menikah.
" Aduh gimana ya, apa Mas Abhi kecewa. " Batinnya.
Chesya mondar mandir dikamarnya setelah membersihkan diri. Ia berniat memberi tahu Suaminya sepulang dari Masjid.
__ADS_1
******
Di pelataran Masjid Abhizar bertemu dengan Hanan yang terlihat sumringah. Rambut yang basah menjadi pemicunya.
" Waaah Abang Hanan seger banget nih kayaknya, subuh subuh udah keramasan. " Ucap Abhizar cengengesan.
" Jadi malu aku, kamu itu merhatiin aja. Sampeyan ya juga pasti sama seperti aku nantinya. Butuh kesabaran sedikit lagi Bhi, jangan menyerah. " Jawabnya yang juga memberi semangat untuk adik iparnya. Hanan tau tak mudah untuk mendapatkan hati adiknya. Tapi ia yakin cepat atau lambat Chesya pasti akan segera mencintai suaminya dengan setulus hati dan memberikan haknya kepada sang suami.
" Insyaallah bang sedikit lagi Chesya hatinya akan luluh. " Ucapnya sumringah tatkala bicara dengan Hanan, ia ingin segera ke ndalem untuk menemui istrinya yang akan segera memberikan haknya.
Hanan mengangguk dan mereka berdua berjalan beriringan menuju ndalem. Sedangkan Abah sedang berada di dalam masjid sedang nderes (membaca) Al -Qur'an.
" Assalamualaikum Sayang. " Ucap Abhizar ketika memasuki kamarnya yang langsung disambut oleh Chesya.
" Waalaikumsalam Mas. " Jawab Chesya yang langsung meraih tangannya untuk dikecup sebagai rasa hormatnya kepada sang suami.
" Ada apa dek, kok seperti ada yang penting gitu. " Sejenak melupakan tujuan awal masuk buru buru ke kamar.
" Ngapunten nggeh Mas ( maaf ya Mas). " Bukannya menjawab pertanyaan suaminya Chesya justru meminta maaf.
" Lho kok minta maaf, kan nggak ada salah apa apa. " Jawabnya bingung.
" Ini lho Mas, aku ndak bisa kasih haknya Mas sekarang. Chesya dapat tamu bulanan Mas. " Ucapnya sembari menunggu respon suaminya.
" Lho bukannya di Pesantren tiap bulan ada tamu, bahkan tiap Minggu juga ada kan biasanya. " Jawab Abhizar yang malah gagal fokus. Biasanya memang di Pesantren sering kali ada tamu.
__ADS_1
" Ya Allah Mas, bukan itu maksud ku. Chesya tuh baru dapat haid hari ini Mas. " Jelas Chesya yang menahan tawa. Sekelas Abhizar bisa gagal fokus, padahal ia seorang yang jeli dan pandai dalam berbagai hal. Ternyata masalah wanita kurang fokus.
Abhizar merutuki dirinya sendiri, bisa bisanya gagal fokus.
" Aduh malu sendiri kan di depan istri. Yaah harus lebih sabar lagi. " Batinnya.
" Mas kok jadi gagal fokus gini, yaudah tak mengapa dek. Namanya juga sudah waktunya haid, ya mau bagaimana lagi. Insyaallah Mas akan terus bersabar. " Ucap Abhizar yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan segera mengalihkan pembicaraan.
" Yaudah yuk kita kebawah buat sarapan. "
" Iya Mas, aku sampai lupa belum buat sarapan kamu. "
" Seandainya kamu tidak sedang haid tanpa sarapan pun tak apa. Aduh mikir apa sih aku, kenapa jadi mesum gini. " fikirnya melayang jauh, ini gegara ngelihat kakak iparnya yang sudah keramasan di pagi buta.
" Mas mas marah ya. " Panggil Chesya yang tak kunjung di respon oleh suaminya.
" Eh nggak kok sayang. "
" Di kira Mas marah, kok Chesya ngomong ndak di respon. "
" Mas baru inget dek, kalo Mas lusa harus ke Jakarta. Kamu ikut ya Dek. "
" Insyaallah Mas, Chesya pasti ikut kemauan suami, kemanapun Mas pergi. "
" Makasih ya sayang. " Ucapnya mengusap kepala Chesya dengan rasa syukur ketika mendapatkan istri yang nurut sama suaminya.
__ADS_1
Bersambung....
Maaf ya Bestie baru update kembali, baru dapat Musibah nenek meninggal. Doa kan ya semoga Khusnul khotimah. Aamiin.