
Keesokan harinya Adzan subuh berkumandang, gadis ayu itu sudah terbangun dari tidur lelapnya untuk melakukan kewajiban sebagai seorang muslim. Selesai Sholat ia langsung turun kebawah untuk membantu memasak uminya. Kebetulan Chesya sudah mandi juga sebelum sholat subuh.
" Umi mau masak apa hari ini. " Ucap Chesya yang menghampiri Umi Fatimah yang sedang ada di dapur.
" Eh anak gadis Umi udah seger aja nih, biasa Che masak megono dan lauk pendamping nya. Ada telur balado, ayam goreng dan juga sambalnya. " Jawab Umi panjang lebar.
Megono sendiri adalah makanan khas dari Pekalongan yang biasa di sajikan untuk sarapan atau di hidangkan di acara acara seperti pernikahan dan lainnya. Megono terbuat dari Nangka muda yang di cajak atau cincang kecil kecil lalu di kasih bumbu bumbu dan juga parutan kelapa.
" Iya donk Umi, aku bantu ngapain nih Mi. "
" Kamu bantu bumbu bumbunya aja Nduk, nanti sekalian kamu yang ngulek sambalnya. " Ucap Umi menginterupsi.
Umi Fatimah ingin yang memasak untuk keluarganya itu dirinya sendiri. Walaupun ada mb ndalem yang selalu membantu seluruh pekerjaan yang ada di ndalem.
" Siap Umi. " Chesya pun memulai apa yang di perintahkan oleh Umi nya.
Sembari memasak Umi mengobrol dengan anak gadisnya.
" Nduk kamu baik baik saja kaaan ?. " Tanya Umi khawatir kalau kalau hati anaknya sakit ketika mendengar gunjingan ibu ibu tempo hari. Umi baru sempat bertanya karena kemarin terlalu sibuk dan malamnya pun sudah terlalu lelah.
" Emangnya Chesya kenapa to Mi, seperti yang Umi lihat kalau Chesya baik baik saja. " Padahal hatinya saat itu amat sesak. Tapi ia tak mau jika Umi nya ikut sedih.
" Syukurlah Nduk, kamu jangan di ambil hati ya jika ada yang menggunjing. Mungkin orang itu ndak tau apa yang kamu alami. " Nasehat Umi pada Chesya karena Penyakit hati itu tidak baik. Maka dari itu harus selalu berfikir positif.
" Insyaallah ndak Mi, Chesya berusaha untuk ikhlas apa yang terjadi pada Chesya. "
" Alhamdulillah kalau gitu. Owh ya Che nanti Abah mau bicara serius sama kamu. Turuti saja apa mau Abah mu." Ucap Umi Fatimah yang hanya ingin memberi tahu Chesya agar tak kaget.
" Mau ngomong apa ya Mi, Abah...kok perasaan ku jadi ndak enak gini. "
" Udah ndak usah khawatir, Abah ga gigit kok." Ucap Umi terkekeh dengan candaannya.
" Ih Umi kok malah bercanda, aku nanya serius lho Mi. " Ucap Chesya Cemberut.
" Udah selesai masaknya, yuk bawa ke ruang makan untuk sarapan. " Umi Fatimah mengalihkan pembicaraan agar anak gadisnya itu tak menanyakan lagi apa yang ingin dikatakan Abahnya.
__ADS_1
" Yaudah yuk Mi. " Jawab Chesya yang langsung menata masakannya untuk di bawa ke ruang makan bersama Umi nya.
Setelah selesai sarapan, Abah menyuruh Umi Fatimah dan juga anak anaknya tetap stay di tempat duduknya masing masing. Benar saja Abah ingin membicarakan suatu hal penting untuk anak Gadisnya.
Sedangkan Chesya sudah tak karuan perasaan nya tak seperti biasanya jika berhadapan dengan Abahnya. Kali ini ada yang berbeda dari raut wajah Abah.
" Jangan dulu beranjak ya, Abah mau menyampaikan sesuatu pada Chesya dan kalian semua juga tetap di sini. " Ucap Abah dengan Wibawanya.
" Nggih Bah. " Ucap mereka serempak.
" Nduk, Chesya sini dekat Abah. " Ucap Abah dengan nada lembutnya agar Chesya mendekat dengan Abahnya.
" Nggih Bah. " Jawab Chesya lalu mendekat pada Abahnya.
" Nduk kamu kan sudah dewasa, sudah menyelesaikan S1 dan S2 juga. Abah ingin kamu segera menikah nduk. Abah sudah semakin tua, ingin melihat kamu menikah dan bahagia bersama pasangan mu. Abah kan ndak tau kapan dipanggil sama Allah. " Ucap Abah serius, Chesya pun mendengar dengan seksama tanpa menyela. Umi dan kakak nya juga mendengar kan Abahnya berbicara dengan serius. Ketika Abah sudah selesai barulah Chesya menjawab.
" Insyaallah Chesya mau menikah tapi ndak dalam waktu dekat ini Bah. " Ucap Chesya yang tak mau buru buru menikah, karena ia belum yakin dengan hatinya yang terkadang masih mengingat Almarhum calon suaminya.
" Nduk apa kamu ndak ingin Abah mu ini menjadi wali nikah mu. "
" Nduk turuti saja permintaan Abahmu, jangan sampai menyesal. " Ucap Umi menimpali.
" Tapi Mi, kan Chesya belum ada calonnya. "
" Sudah nduk, sudah ada calonnya. Ada dua pemuda yang datang pada Abah untuk meminta mu. Abah ada firasat diantara dua pemuda itu Insyaallah akan menjadi jodoh Dunia Akhirat mu. " Ucap Abah kembali.
" Iya nduk, ndak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya. " Ucap Umi menyakinkan Chesya. Sedangkan Chesya masih terdiam tanpa kata.
Tiba tiba Hanan juga ikut berkata. " Dek, turuti Abah sama Umi insyaallah hidup mu akan berkah, selamat dunia akhirat karena Ridha Allah adalah Ridha orang tua. "
" Bismillah, iya Abah Chesya mau. Tapi siapa yang mau mengkhitbah ku Bah. " Ucap Chesya tiba tiba, karena yang dikatakan Abah, Umi dan juga abangnya itu benar adanya.
" Alhamdulillah. " Ucap mereka serempak.
" Mereka adalah Ustadz Raihan dan juga Abhizar anak dari teman Umi. " Chesya sedikit kaget kenapa harus Ustadz Raihan dan juga Abhizar. Ia tau kalau Nisa menyukai Ustadz Raihan dan Chesya tak tertarik padanya. Sedangkan Abhizar, ia tak tau sama sekali.
__ADS_1
" Bah kalau Ustadz Raihan, Chesya rasa Ndak mungkin karena dia kan guru Chesya sendiri. Kalau Abhizar, Chesya juga belum mengenalnya Bah. "
" Makanya Nduk, nanti siang Abizhar dan juga keluarga nya akan datang kesini untuk bersilaturahmi. Mereka ini kebetulan tinggal di Jakarta dan insyaallah akan segera menetap kembali di Pekalongan. " Ucap Abah menjelaskan, itu artinya Chesya akan bertemu dan berkenalan dengan calon suaminya.
" Baik kalau begitu bah. " Ucap Chesya.
" Yasudah kalau begitu kita siap siap aja untuk nanti siang. " Ucap Umi.
Mereka semua beranjak dari tempat duduknya dan beraktivitas masing masing.
Umi meminta bantuan Mb ndalem memasak untuk menjamu tamu nya nanti siang.
Siang hari nya ada mobil Alphard yang masuk ke pekarangan rumah kiyai. Santri dan santriwati yang baru saja keluar dari masjid pun seketika heboh ketika melihat mobil Alphard yang datang. Terlebih yang turun dari mobil adalah Abhizar Albiru Chef terkenal yang sering mondar mandir di layar Televisi.
" Eh eh lihat deh ada Chef Albiru datang kesini. " Ucap Caca heboh.
" Siapa sih. " Ucap Nisa yang tak tau Chef itu karena kudet.
" Ih masa kamu ga tau sih, itu kan Chef terkenal. Aslinya ganteng banget ya. "
" Astaghfirullah, jaga pandangan kamu Ca. Jangan memandang terlalu lama lawan jenis yang bukan mahram kita. " Ucap Nisa mengingatkan.
" Astaghfirullah, iya aku khilaf. Yaudah yuk kita ke kamar aja. Tapi kira kira ada apa ya, kok tumben ada artis nyasar ke pesantren. " Ucap Caca kepo.
" Mana tau saya Ca. " Jawab Nisa tak mau tau.
Sedangkan para Santri juga membicarakan kedatangan Chef Albiru yang datang ke Pesantren nya.
" Wiiih, ada artis kesini woy. " Ucap Santri gaul.
" Lho iya, itu kan Chef Albiru kan. " Begitulah kehebohan diluar Pesantren.
Keluarga Abhizar sudah masuk ke ndalem kiyai.
"Assalamualaikum. " Ucap Abhizar, Mama dan Papanya.
__ADS_1
Tungguin kelanjutan nya ya?