
" Sayang kok kamu tidur masih pakai jilbab? apa nyaman tidur seperti ini. Di buka aja jilbabnya, sekalian Mas pengen lihat rambut kamu. " Ucap Abhizar.
" Maaf Mas, Aku malu. " Ucapnya yang tak sadar menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya.
" Nggak usah malu sayang, sama suami sendiri kok. Mas bantu buka ya?. " Ucap Abhizar yang merubah posisinya menjadi duduk dihadapan Chesya. Lalu Chesya pun mengikuti suaminya yang duduk.
Chesya pun mengangguk, tanda bahwa ia memperbolehkan lelaki nya membuka bergo yang dipakainya. perlahan tangan Abhizar menyentuh bergo yang dipakai Chesya. Lalu membukanya perlahan hingga terlihat rambut Chesya yang hitam lurus. Abhizar menarik ikat rambutnya hingga tergerai dengan indah.
" Masyaallah, nikmat mana lagi yang kau dustakan. Bidadari Mas makin cantik dan juga imut kalau kaya gini. " Ucap Abhizar mengagumi kecantikan istrinya secara alami dan yang jelas tak tersentuh karena menjaga marwahnya sebagai muslimah yang taat kepada Allah SWT.
Chesya tersipu malu ketika Abhizar memujinya. Akan tetapi ia buru buru menetralkan perasaannya.
" Terimakasih Mas, tapi Mas jangan berlebihan seperti itu. Takutnya Chesya lalai dan menjadi sombong. " Ucap Chesya.
* Pagi Hari *
Pagi pagi sekali setelah subuh kedua pasangan pengantin berniat untuk pergi ke kebun teh milik pesantren.
Sudah siap sayang, kalau sudah langsung saja yuk.
" Ayo Mas, aku udah siap. "
__ADS_1
" Ayo. " Ucap Abhizar menggandeng tangan Chesya ketika keluar dari kamarnya. Sedangkan Chesya hanya menurut atas perlakuan suaminya.
Setelah sampai di teras rumah ternyata Gus Hanan dan Hana sudah ada disana yang menunggu adiknya.
" Waaah pengantin baru udah gandengan aja pagi pagi. Udah kaya trek gandeng aja. Mau kemana atuh neng. " Ucap Hana dengan logat sundanya yang asal ceplos godain adik iparnya yang merupakan sahabatnya juga.
" Jangan gitu ngomongnya sayang, Lihat tuh muka Chesya merah merona gitu. " Ucap Hanan yang ternyata balik menggoda adiknya.
" Haduuh, kirain mau belain Chesya taunya ikut godain. " Ucap Hana terkekeh.
Abhizar malah ikut tersenyum melihat kelakuan sepasang suami istri yang berstatus sebagai kakak iparnya itu.
Ingin rasanya Abhizar mencubit pipi istrinya yang membuatnya gemas. Tapi ia urungkan karena ada kakak iparnya juga. Salah salah Chesya bisa makin merajuk. Apalagi sedang masa pendekatan agar Chesya membalas cintanya dengan tulus tanpa bayang bayang masa lalu.
" Itu lho dek, lihat Abang Hanan sama Teteh Hana pasangan yang serasi menurut Mas. "
" Owh kirain Mas mau ngledekin aku juga. Lagian sih kenapa harus gandengan kaya gini?." Ucap Chesya dengan polosnya sembari melihat tangannya yang digenggam.
" Biar romantis sayang. " Bisik Abhizar ditelinga Chesya yang membuatnya merinding seketika membuat degup jantungnya tak beraturan, Chesya segera menetralkannya.
" Yaudah yuk Mas, kita malah ditinggal tuh sama Abang, Teteh. " Ucap Chesya ketika netranya melihat kakaknya sudah berjalan dahulu. Tanpa pikir panjang Chesya menarik tangan suaminya agar berjalan menyusul kakaknya.
__ADS_1
" Mungkin karena kita asyik ngobrol sendiri, akhirnya kita ditinggal jalan duluan. " Kekeh Abizhar yang mengikuti langkah Chesya.
Mereka berjalan beriringan menuju kebun teh sembari menikmati sejuknya pagi hari. Suasana juga sepi karena Santri sedang libur semester setelah acara tasyakuran pernikahan Hanan dan Hana. Pernikahan Abhizar dan Chesya pun belum ada yang tau, Kecuali keluarga intinya yang hadir di pernikahannya.
Setelah sampai di perkebunan mereka masuk ke area perkebunan teh tersebut yang terlihat segar. Kebetulan ini bukan musim panen jadi mereka bisa mengelilingi kebun teh dengan leluasa.
" Sayang kamu tau proses pemetikan teh hingga menjadi teh siap di minum ?. " Tanya Abhizar terhadap istrinya yang penasaran dengan proses pemetikan teh tersebut.
" Aku kurang faham sih Mas, hanya tau sedikit. Apa Mas Abhi mau belajar?. " Tanya Chesya kembali sembari melihat mata suaminya lalu ia langsung memutus pandanganya mengarah ke hamparan kebun teh.
Abhizar tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. " Iya sayang, lebih ke penasaran sih. " Ucapnya.
" Kalau gitu Mas tanya sama Abang aja ya? sedikit banyaknya Abang yang mengelola perkebunan ini dan di bantu para warga sekitar, juga santri juga ada yang ikut serta. "
" Yasudah kita samperin Abang dulu ga papa kan?. " Tanya Abhizar meminta persetujuan Chesya.
" Iya Mas, Ayo. "
Bersambung....
Mohon maaf baru bisa update karena dunia nyata sedikit sibuk.🙏
__ADS_1