
Abhizar menaiki tangga menuju kamar Chesya yang sekarang menjadi kamarnya juga.
Ceklek...ia memasuki kamar dan netranya langsung menuju ke ranjang. Di sana ada Chesya yang sudah tertidur dengan bersandar pada kepala ranjang. Sepertinya Chesya menunggu kedatangan suaminya yang tak kunjung datang, hingga tertidur dengan keadaan duduk.
Abhizar mendekati ranjang nya , ia membetulkan posisi tidur istrinya agar lebih nyaman. Setelah mendapat posisi pas Abhizar membetulkan rambut Chesya yang sebagian menutupi wajah ayu nya.
" Kamu nungguin Mas ya... sampai ketiduran gini. " gumam Abhizar sembari membelai wajah sang istri. Lalu ia menyelimutinya sebatas dada. Abhizar belum sadar jika Chesya memakai pakaian dinas malamnya dan memutuskan untuk memberikan mahkotanya malam ini untuk sang suami. Ia berharap setelah menunaikan ibadah suami istri itu cintanya akan tumbuh dengan sendirinya. Sayangnya ia tertidur ketika sedang menunggu suaminya yang sedang berbincang dengan abahnya.
Wajah teduhnya menenangkan jiwa bagi yang melihatnya. Bibir pink alaminya semakin menggoda iman seorang Abhizar. Tentu saja ia lelaki normal yang menginginkan lebih dari sekedar bersentuhan, apalagi halal untuknya. Sungguh Abhizar tak rela jika sang istri dipandang orang lain selain dirinya. Seketika ia menjadi gemas sendiri.
" Kalo lihat kamu kaya gini terus mana bisa tahan coba. " Ucapnya terkekeh sendiri.
" Maaf ya sayang mas curi kecupan pertama mu." Gumamnya kembali dan sejurus kemudian mengecup bibir pink alami itu singkat. Ia takut ingin lebih dari itu, sedangkan sang empunya sedang tertidur pulas. Walaupun sudah halal baginya, ia sangat menghargai sang istri agar tak bertindak seenaknya.
" Manis rasanya melebihi madu. " Gumamnya setelah mengecup Chesya berlanjut mengusap bibir sang istri sembari memandanginya dengan tatapan penuh cinta. Tak sengaja netranya melihat Chesya memakai pakaian yang terbuka, tidak seperti biasanya memakai setelan piyama lengan panjang. Karena rasa penasaran nya Abhi menyingkap secara perlahan selimut yang di pakai Chesya.
__ADS_1
Deg...ketika selimut melorot sebatas pinggang tiba tiba darahnya berdesir hebat dan juga seperti ada sengatan listrik yang menjalar pada tubuhnya. Ia terpaku melihat keindahan yang tepat berada di depannya. Bagaimana tidak, Abhi baru pertama kali melihat sebagian tubuh Chesya tanpa pakaian yang longgar. Chesya menggunakan baju tidur tanpa lengan yang mengikuti lekuk tubuhnya, itu terlihat seksi dimata Abhizar.
" Masyaallah dek, apa kamu sudah Ridho Mas sentuh. Lha kok ya pakai baju kurang bahan begini. " Abhizar bermonolog kembali dengan rasa keterkejutan nya dengan apa yang di pakai Chesya. Ia berfikir bahwa mungkin saja Chesya memang sudah siap untuk menjalankan ibadah suami istri. Ia buru buru membetulkan selimut Chesya, takut tergoda kembali. Jika tau begini sudah dari tadi ia masuk kamar. Pasti istrinya itu belum tertidur pulas seperti sekarang ini.
Setelah nya Abhizar masuk ke kamar mandi guna membersihkan diri dan berwudhu agar otaknya tak traveling terus. Lalu ia menuju ranjang ikut berbaring di sebelah Chesya.
Jam 4 pagi Chesya terbangun dari tidurnya, ketika ingin bangun badannya tak bisa digerakkan. Dan ternyata ada tangan yang melingkar di badanya. Siapa lagi jika bukan suaminya yang memeluk Chesya begitu erat. Ia segera menyingkirkan tangan lelakinya agar bisa bergerak bebas, tiba tiba Chesya mengingat jika dirinya semalam ketiduran ketika menunggu Abhizar.
" Aduh kok bisa ketiduran sih, Mas Abhi pasti udah lihat donk aku pakai baju kaya gini. Kira kira reaksinya gimana ya, Hiiih malu aku. " Batin Chesya gusar sembari menutup mukanya.
Belum sempat menetralkan perasaannya, Chesya di kagetkan dengan suara khas bangun tidur seorang Abhizar.
Seketika pipi Chesya merona.
" I- iya Mas. " Jawab Chesya gugup.
__ADS_1
" Dek, kamu gak mau kasih hadiah gitu ke Mas?. " Tanyanya memancing reaksi istrinya.
" Hadiah apa, memangnya Mas Abhi ulang tahun?. " Chesya malah balik bertanya.
Abhizar sungguh gemas dengan jawaban polos istrinya.
" Sini Mas kasih tau. " Abhizar membalikkan badan Chesya agar berhadapan dengannya.
Cup ... Lagi dan lagi Abhizar sengaja mengecup bibir Chesya singkat. Ia menunggu reaksi Chesya.
Chesya membelalakan matanya saking kagetnya. Jantung Chesya berdentum, darahnya berdesir ketika Abhizar mengecup bibirnya. Netranya saling bersirobok menyelami perasaan masing masing.
" Mas maaf ya, semalam aku ketiduran. " Ucapnya dengan posisi jemari Chesya berada pada dada bidang Abhi yang bertelanjang dada ketika tidur.
" Iya nggak papa sayang, apa kamu sudah siap untuk melaksanakan ibadah suami istri. " Ucap Abhizar pada akhirnya, ia tahu jika Chesya malu untuk mengatakannya. Maka dari itu Abhizar berinisiatif untuk mengawali pembicaraan nya. Benar saja Chesya mengangguk malu malu.
__ADS_1
" Lalu apa kamu sudah Ridho. " Chesya mengangguk kembali.
Assalamualaikum, maaf ya baru update lagi.