Antara Janur Kuning dan Bendera Kuning

Antara Janur Kuning dan Bendera Kuning
Menikah dadakan


__ADS_3

"Assalamualaikum. " Ucap Abhizar, Mama dan Papanya.


Abhizar sudah tak sabar untuk bertemu dengan bidadari yang tak sengaja ia lihat tempo hari ketika mengantar Mama nya menghadiri tasyakuran pernikahan Hanan dan Hana yang ternyata kakaknya Chesya. Entah kenapa ia tertarik pada gadis ayu yang berhijab itu. Abhizar merasa tenang ketika melihat wajah ayu seorang Chesya. Maka dari itu ia meminta agar segera melamar Chesya sebelum ada yang menikungnya. Kalau bisa sih malam ini langsung menikah.


" Waalaikumsalam, silahkan masuk. " Ucap Umi yang kebetulan membuka pintunya.


Mereka semua duduk dan membicarakan maksud kedatangannya.


" Fat, Chesya nya dimana kok ndak kelihatan. " Tanya Amira karena tak melihat Chesya disana.


" Sebentar Mir, Chesya sedang membuat kan minum. "


" Owalah calon mantu idaman ini. " Ceplos Amira.


" Alhamdulillah, tapi jangan terlalu memuji lah mir. " Ucap Umi Fatimah yang tak mau terlalu di puji. Takutnya malah jadi sombong nantinya, Walaupun itu hal kecil.


Sedangkan Kiai dan Pak Lukman pun berbincang tentang kesepakatan pernikahan anaknya.


" Nah itu Chesya udah datang. " Ucap Amira senang.


Chesya menyajikan minuman dan kudapannya di bantu oleh mb ndalem.


" Silahkan Bu Amirah, Pak... " Pak Lukman ucap Umi Fatimah membantu ucapan Chesya karena tau anaknya yang tak mengetahui suami dari Bu Amirah.


" Ah iya, silahkan Pak Lukman dan Juga Mas Abhizar. " Sambung Chesya yang ucapan nya terpotong tadi dan menundukkan pandangan nya kebawah ketika matanya bertembung dengan mata Abhizar.


Abhizar tersenyum senang, pandangan nya tak lepas memandang wajah ayu Chesya. Ia lupa tak menundukkan pandangan nya karena saking terpesona nya pada sosok Chesya.


" Ekhem. " Dehem Hanan yang mengetahui pandangan Abhizar. Lalu berujar " Mohon maaf tolong jaga pandangan nya ya. "


" Ini sih ndak bisa lama lama kayaknya Kiai. Harus segera di nikahkan. " Ceplos Pak Lukman.


" Iya ini bahaya kalau begini. Bagaimana Nak Abhizar kalau malam ini saja kalian menikah." Ucap Kiai tiba tiba.


" Lho Bah kok malam ini, kan aku belum tau Mas Abhizar ini kaya apa. Abah kok main ambil keputusan aja. " Ucap Chesya tak terima.


" Saya setuju kiai, semakin cepat itu semakin baik. Bukankah menikah itu harus di segerakan. " Ucap Abhizar mantap.


" Kamu ini Bhi, ngebet banget kayaknya buat nikahin Chesya. " Ucap Amira sekenanya.

__ADS_1


" Lho Ma nggak papa donk."


" Chesya insyaallah aku akan menjadi suami yang baik untukmu dan akan membahagiakan mu. Walau kamu belum ada cinta untukku. " Ucap Abhizar tiba tiba kepada Chesya.


Chesya hampir saja menangis, ia bingung harus bagaimana. Mau menolak rasanya tak sampai hati menyakiti ke dua orang tuanya. Chesya memejamkan matanya sembari ber doa agar di tunjukkan jalan yang terbaik untuknya. Ketika ia kembali membuka mata, entah kenapa ia berujar memberikan tantangan untuk Abhizar.


" Boleh saya meminta satu permintaan mas, Saya ingin mendengar mas Abhi mengaji. "


" Baiklah, tapi jika nanti hati mu tersentuh ketika aku mengaji. Kamu harus mau menikah denganku. " Ucap Abhizar mantap karena ia yakin akan menyentuh hati Chesya.


" Insyaallah Mas, lebih baik mas berwudhu dulu. "


Tibalah Abhizar mengaji dan yang lain menyimak dengan khusyuk.


Ketika Abhizar memulai mengaji hampir seisi ruangan itu terhanyut dengan bacaan Abhizar. Ia juga pernah mondok jadi tak menutup kemungkinan cara mengajinya itu bagus.


" Masyaallah, suaranya merdu sekali. " Batin Chesya. Itu artinya aku harus menerima dia menjadi suami ku. Semoga apa yang menjadi keputusan ku sudah yang terbaik.


Selesai sudah Abhizar mengaji. Ia langsung bertanya kepada Chesya.


" Bagaimana apa saya sudah menjadi salah satu kriteria untuk menjadi suami mu. " Ucap Abhizar dengan pedenya.


" Saya butuh waktu sebentar, nanti ba'da ashar saya akan menjawab nya. " Jawab Chesya tegas.


" Yasudah kita siap siap sholat ashar dulu. Seperti nya sebentar lagi ashar." Ucap Umi Fatimah.


Di Kamar Chesya


Chesya meminta Hana untuk menemaninya dan sedikit mencurahkan isi hatinya.


" Han aku harus gimana ya, aku bingung. " Tanya Chesya kepada Hana yang tak memakai embel-embel Teteh karena dia kakak iparnya. Kalau saja situasi tak seperti ini pasti Hana akan protes. Hana sendiri orang Bandung makanya minta di panggil Teteh.


" Menurut ku ya Che, dia baik kok. Firasat Abah juga insyaallah ga meleset. Abhizar itu jodoh yang datangnya dari Allah. "


" Masa sih Han. "


" Iya Che, jangan sampai kamu menyesal jika menolak. Mending kita sholat dulu yuk, semoga kamu nanti bisa memutuskan yang terbaik. "


Ba'da Ashar mereka berkumpul kembali di ruang tamu yang sedang menunggu jawaban Chesya.

__ADS_1


" Nduk bagaimana, kamu sudah siap buat menjawab. " Tanya Abah.


" Insyaallah siap Bah. " Jawab Chesya mengangguk.


" Bismillah atas izin Allah, insyaallah saya menerima pinangan dari Mas Muhammad Abhizar Albiru. "


" Alhamdulillah. " Ucap mereka serempak dan Abhizah segera sujud syukur.


" Jadi nanti malam kita langsung melakukan akad sederhana saja ya. " Ucap Kiai memutuskan. Tanpa Chesya ketahui mereka sudah berunding, sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama penghulu yang sudah di hubungi agar datang malam ini ke rumah Kiai. Berkas berkasnya pun sudah lengkap sehingga bisa menikah sah secara Agama dan juga Negara.


Malam hari nya...


Para saksi mengucapkan kata Sah. Sekarang Abhizar dan Chesya sudah menjadi sepasang suami istri.


" Abhi baik baik ya di sini, Mama sama Papa pulang dulu. Jangan lupa buatkan kami cucu. Ucap Amira lalu terkekeh.


Sedangkan Chesya yang mendengar nya malu malu atas apa yang dikatakan oleh mertuanya.


" Siap laksanakan Ma. " Ucap Abhi cengengesan.


" Yasudah sana masuk kamar. " Usir Amira kepada anaknya. Amira dan juga Lukman sudah berpamitan dengan yang lain.


" Iya Ma, ga sabaran amat. "


Abhizar masuk ke kamar memgekori Chesya karena belum tau kamarnya dimana.


Ceklek


" Silahkan masuk Mas. "


Mereka masuk ke kamar, Chesya sedikit risih karena baru kali ini ada lelaki dikamarnya dan hanya berdua dengannya.


" Sayang aku seneng banget lho bisa nikah sama kamu. " Ucap Abhi yang tiba tiba menggenggam tangan Chesya dan menciumnya. Lalu ia beralih ke kening istrinya dan menciumnya dengan penuh perasaan.


Darahnya berdesir serta diiringi jantungnya yang berdetak lebih cepat ketika Abhizar tiba tiba mencium tangan dan juga keningnya.


Chesya yang diperlakukan seperti itupun terharu karena merasa dicintai dengan tulus. Tak terasa air matanya pun jatuh.


" Lho kok kamu nangis sayang, jangan nangis donk. Maaf ya Mas reflek mencium tangan dan keningmu. " Ucap Abhizar sedikit bersalah karena tak meminta izin dahulu.

__ADS_1


" Mas aku hanya terharu dengan perlakuan mu padaku. Apa Mas Abhi benar benar mencintai ku?. Secepat itukah? " Jawab Chesya terisak.


" Sayang mencintai itu tak ada alasan, tapi aku merasa tentram jika melihat mu. Makanya aku buru buru ingin menikahimu. "


__ADS_2