
Pagi hari yang sejuk, apalagi di area perkebunan teh hijau yang luas dan indah dipandang. Di sana ada dua pasangan pengantin yang sedang menikmati indahnya Alam Semesta.
" Abang tunggu jangan kemana mana dulu. " Ucap Chesya sedikit kencang karena kakaknya sudah mau berjalan kembali setelah memotret istrinya di perkebunan teh yang berada agak jauh darinya.
" Mau ngapain Dek, kan kamu udah sama suami mu. Ganggu orang lagi pacaran aja." Canda Hana yang menimpali sembari cengengesan. Memang kakak iparnya itu senang sekali bercanda makannya Chesya lebih dekat dengan Hana dibanding Ustadzah Ustadzah yang ada di Pesantren Ma'arif. Pasalnya mereka berdua juga mengabdi sebagai pengajar di Pesantren.
" Ih kenapa emangnya, orang Abang aja Ndak papa kok. Iya kan Bang?. " Ucap Chesya yang sudah berada di dekat kakaknya dan meminta persetujuan Gus Hanan.
Gus Hanan hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat istri dan adiknya yang berdebad. Dari dulu hingga menikah dan menjadi ipar masih sama saja. Tapi itu bisa menjadi hiburan untuk Hanan dan semenjak berteman dengan Hana Chesya tak selalu murung karena bawaan Hana yang rame.
Sedangkan Abhizar menyimak perdebatan antara istri dan kakak iparnya, karena baru menyesuaikan diri di keluarga istrinya.
" Udah belum nih debat nya. Apa mau di terusin ?. " Tawar Hanan dengan nada khasnya yang terlihat berwibawa.
" Udah. " Ucap Hana dan Chesya kompak.
Dua wanita itu kompak saling tatap dan tawa mereka pecah ketika ucapan mereka serempak.
__ADS_1
Setelah itu Abhizar menyampaikan niatnya pada Gus Hanan untuk dijelaskan bagaimana proses pemetikan hingga sampai pada proses akhir pengolahan teh yang siap minum.
" Maaf sebelumnya Bang Hanan, saya ingin tahu proses pemetikan teh hingga proses akhir. Katanya Abang lebih tau mengenai ini. " Ucap Abhizar sopan.
" Owh jadi kamu tertarik dengan perkebunan teh ini? bagus itu Bhi, jadi bisa menambah pengetahuan buat kamu. Apalagi kamu kan Chef , siapa tau nanti bisa mengolah teh menjadi campuran kudapan yang lebih enak." Dengan senang hati Hanan membagi ilmunya tentang perkebunan teh kepada adik iparnya.
" Iya Bang, memang rencananya sih begitu. " Jawab Abhizar.
" Alhamdulillah kalo begitu. Yasudah sambil jalan aja ya, biar lebih enjoy. "
Abhizar mengangguk , lalu mengikuti langkah Hanan. " Owh iya Bang. " Ucapnya.
" Jadi gini Bhi kalo pemetikan teh itu sebaiknya dilakukan di pagi hari karena pagi hari udaranya yang masih sejuk, juga belum terkontaminasi dengan zat jahat. Ucap Hanan menjelaskan.
Abhizar manggut manggut dengan apa yang di jelaskan oleh Gus Hanan.
" Lantas di pagi hari itu kira kira ada berapa pekerja yang memetik teh?." Tanya Abhizar.
__ADS_1
" Biasanya kalo disini pemetikan teh bisa dibagi menjadi dua bagian, yang pertama para petani keluar pada jam 5 pagi hingga jam 9 pagi. Kalau untuk yang ke dua dari Jam 10 hingga jam 12 siang. Jadi seperti itu Bhi. "
" Owh begitu. Terus cara pemetikan nya memakai gunting apa?. " Tanya Abhizar yang ingin tau lebih jauh lagi.
" Owh iya kalau pemetikan mereka menggunakan gunting rumput yang dibagian atasnya di tempeli kotak kecil. Agar nanti ketika memetik tidak terjatuh. Dulu sebelum menggunakan gunting rumput mereka biasa memetih teh dengan tangan atau etem ( pemotong daun teh ) tapi ternyata jika menggunakan tangan atau etem itu lama pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan gunting rumput. Mereka juga membawa ambul di punggungnya untuk menaruh teh yang sudah di petik. Ambul sendiri adalah keranjang yang dibuat dari anyaman bambu, itu bisa memuat 8 sampai 10 kg teh. Nah kalo untuk para petani mereka tidak sembarang dalam menggunakan pakaian. Jadi mereka harus memakai sarung tangan agar terlindungi. Alas kakinya juga menggunakan sepatu boots agar tak mudah terpeleset. Di kepalanya juga menggunakan topi anyaman agar terhindar dari hujan dan panasnya matahari. " Ucap Hanan menjelaskan panjang lebar sembari berjalan di area kebun teh.
" Masyaallah, jadi safety first ya cara mereka melakukan pekerjaan nya. " Ucap Abhizar takjub.
" Ya memang harus seperti itu Bhi. " Jawab Hanan.
" Terus kalau panen itu ada musimnya gitu apa gak. " Tanya Abhizar kembali.
" Panen teh sendiri tidak bisa dilakukan seenaknya sendiri, jadi biasanya panen pada saat dadangrat. Itu perpindahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Waktu inilah pohon teh berada dalam kondisi terbaik. "
Sedangkan Chesya, Hana mengikuti kedua lelaki itu dan ikut mendengarkan penuturan Gus Hanan.
" Kayaknya udah agak siang, kita lanjut besok lagi saja Bang. Kasian istri istri kita kepanasan. " Saking asyiknya berbincang tentang perkebunan teh hingga lupa bahwa mereka sudah terlalu lama di perkebunan dan matahari mulai naik.
__ADS_1
Hatinya menghangat ketika sang suami memperhatikannya. Di perlakukan seperti itu saja Chesya senang. Apakah ia sudah mulai mencintai suaminya. Secepat itukah jatuh cinta.
Bersambung....