Antara Janur Kuning dan Bendera Kuning

Antara Janur Kuning dan Bendera Kuning
Taoto Cinta


__ADS_3

Gubuk bambu yang ada di area perkebunan teh menjadi tempat singgah, Dua Pasangan yang sedang berusaha saling memahami karakter masing masing. Mereka tak jadi pulang ke pesantren selepas mengelilingi kebun teh. Abhizar memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu ketika melihat soto keliling, mengingat mereka sudah terlambat untuk sarapan.


" Gimana kalau kita sarapan dahulu, itu ada soto yang lewat. " Saran Abhizar yang sebetulnya perut sudah keroncongan minta di isi. Hanya saja tak enak hati jika to the point.


" Bener juga katamu Bhi, nanti kita makan di gubuk saja. Disana bisa untuk berteduh sekalian makan. " Gus Hanan menimpali.


" Dari tadi kek Bang, perutku udah keroncongan ini. " Protes Hana manja pada Gus Hanan.


" Kamu ini doyan apa emang lapar. " Gus Hanan terkekeh mendengar apa yang diucap oleh istrinya.


Alih alih melihat pasangan yang sedang bermanja, Chesya beralih memanggil penjual soto itu agar mendekat.


" Pak Maman sini. " Panggil Chesya melambaikan tangannya, yang ternyata Chesya sudah mengenal Pak Maman penjual soto.


" Kamu udah langganan ya sama penjual soto itu ?. " Tanya Abhizar penasaran.


Chesya pun belum sempat menjawab pertanyaan suaminya. Sedangkan Pak Maman sudah sampai di depan mereka yang menunggu. Walhasil Chesya memesan soto terlebih dahulu dan kakaknya sudah melipir ke gubuk bambu terlebih dahulu.


" Pak taoto nya empat porsi ya?, sama air mineralnya ya Pak. " Ucap Chesya memesan soto.


" Nggeh Ning, siap laksanakan. Di tempat biasa kan Ning. " Tanya Pak Maman. Pasalnya taoto Pak Maman sudah menjadi langganan keluarga Kiai Ma'arif.


" Nggeh leres Pak ( iya betul Pak), saya tinggal ya Pak. " Jawab Chesya.

__ADS_1


" Nggeh Monggo Ning ( iya silakan Ning). " Ucapnya.


Pak Maman meracik sotonya dengan cekatan. Sedangkan Chesya dan Abhizar menyusul kakaknya yang sudah berada di gubuk bambu. Sembari berjalan Chesya menjawab pertanyaan suaminya yang belum sempat ia jawab.


" Owh ya Mas tadi nanya ya, maaf ya tadi belum di jawab, keburu Pak Maman datang. " Ucapnya yang berjalan berdampingan dengan Abhizar.


" Iya gak papa sayang, Mas ngerti kok. Kamu kayaknya udah akrab banget ya sama Pak Maman. " Tanyanya kembali.


" Sebenarnya Ndak terlalu si Mas, cuman emang udah langganan Abah. Taoto nya enak Mas, racikan bumbunya pas, beda dari yang lain. " Jelasnya antusias.


" Owh kok namanya jadi taoto, itu kan soto sayang. " Tanyanya sedikit bingung karena setau dirinya itu soto. Maklum dia lebih mengenal masakan Western dibanding masakan daerah. Ia terlalu lama di Ibukota hingga lupa dengan makanan khas dari tanah kelahirannya sendiri. Padahal gak kalah enak dengan bumbu yang melimpah ruah.


" Lho memang Mas ndak tau kalo soto di Pekalongan itu namanya taoto. Mas kan asli Pekalongan kan?. " Ucapnya sedikit bingung dengan suaminya.


" Hmmm masa si Mas sampai sebegitu nya. " Ucapnya malu malu. Walau begitu Chesya sudah sedikit menerima suaminya. Buktinya ia seperti sudah merasa lebih nyaman dengan banyak berbicara.


" Ya memang begitu adanya, nanti kapan kapan Mas ceritain. "


" Yah kok kapan kapa sih Mas. " Ucapnya kecewa menekuk wajahnya.


" Masyaallah kok tambah cantik sayangnya Mas ini kalo cemberut gitu. Jadi pengen cium, sayangnya ini lagi diluar. " Ucapnya menggoda.


" Ih Mas jangan godain mulu, Chesya malu takut di dengar sama orang. "

__ADS_1


" Gak ada orang selain kita kok. "


" Ya tapi tetap aja, kalo tiba tiba ada yang lewat gimana?."


" Ya gak papa donk sayang, kita kan udah halal. "


" Ndak boleh Mas, pernikahan kita belum diumumkan dan juga ndak boleh mengumbar kemesraan di tempat umum. " Chesya menjawab.


" Yaudah iya maaf, Mas cuman bercanda kok. Mas seneng deh, aku lihat dari tadi kamu udah banyak bicara. Itu artinya kamu udah mulai nyaman dengan Mas. " Ucapnya sembari mengusap kepala sang istri.


" Chesya cuman reflek aja sih Mas. Lagian aku udah janji mau berusaha untuk menerima Mas dengan sepenuh hati. " Jawab Chesya, hatinya menghangat ketika Abhizar mengelus kepalanya. Sepertinya Chesya akan lebih cepat mencintai suaminya jika di perlakukan semanis itu. Hanya saja belum menyadari perasaannya. Chesya masih teringan almarhum Mas Bani nya. Belum sepenuhnya pulih dari masa lalu.


" Mas mau tau Ndak kenapa soto di sini namanya taoto?." Tanyanya mengalihkan pembicaraan. Agar tak mengingat Almarhum calon suaminya terdahulu.


" Owh iya, kenapa tuh sayang, jadi penasaran." Ucap Abhizar pada akhirnya. Abhizar mengetahui jika ada sesuatu dengan istrinya ketika melihat air mukanya sedikit sendu dan langsung mengalihkan pembicaraan. Abizhar pun memakluminya perasaan istrinya. Makanya ia tak akan membahas nya. Mungkin lain kali jika waktunya sudah tepat.


" Jadi sotonya itu di kasih tauco, makanya namanya taoto. Tauco sendiri terbuat dari kedelai yang sudah di fermentasi. Jadi rasanya ada asem asemnya dikit, tapi enak. Nanti cobain aja deh, pasti Mas ketagihan dengan rasanya. " Jelasnya panjang lebar.


" Sepertinya sih begitu sayang, mas bakalan ketagihan. Apalagi makan nya bareng sama kamu. Makin enak deh tuh taoto nya. " Abhizar dengan gaya gombalannya.


" Hmmmm Mas gombal mulu dari tadi. " Ucapnya dengan pipi yang bersemu merah.


Bersambung...

__ADS_1


Mohon Maaf telat update, dunia nyata lagi riweh.


__ADS_2